Persiapan dalam pemboran
Kegiatan
Sebelum Operasi Pengeboran
Setelah dilakukan survei oleh ahli geologi,
berupa survei geologi permukaan, bawah permukaan dan survei seismik, dapat
dinyatakan bahwa terdapat suatu perangkap di bawah permukaan. Isi perangkap
belum dapat diketahui sebelum perangkap tersebut ditembus. Gambaran dari suatu
perangkap reservoir dapat dilihat pada Gambar dibawah ini :
|
Perangkap reservoir
|
Setelah didapatkan suatu perangkap reservoir dan di permukaan
tempat tersebut dianggap masih liar maka dengan sendirinya perlu membuat tempat
tersebut menjadi tempat yang memungkinkan terlaksananya operasi pengeboran,
selanjutnya ditentukan titik lokasi pengeboran. Kegiatan-kegiatan yang
dilakukan adalah:
1.
Perizinan
2.
Mempersiapkan lokasi
3.
Mempersiapkan jalan ke lokasi
4.
Mempersiapkan air
5.
Mempersiapkan peralatan
pengeboran
6.
Transportasi peralatan ke
lokasi
7.
Mendirikan menara.
Pembahasan :
1. Perizinan
Untuk mengetahui perizinan melakukan pemboran
2. Persiapan Lokasi
Untuk melakukan operasi pengeboran di darat
hal yang paling penting diperhatikan adalah persiapan tempat untuk operasi
pengeboran, sedangkan di laut harus memperhitungkan luas anjungan yang dipakai
serta mempergunakan tempat seefisien mungkin karena luasnya yang sangat
terbatas. Persiapan lokasi pengeboran darat meliputi :Meratakan lokasi,
pengerasan lokasi, membuat kolam-kolam penampung, membuat cellar. Lokasi
pengeboran dibuat rata untuk mempermudah pekerjaanpekerjaan dalam menempatkan
peralatan-peralatan di lokasi. Lokasi pengeboran yang dipersiapkan minimum
adalah dengan radius 50 meter. Lokasi pengeboran terutama disekitar titik
lokasi harus dikeraskan, karena harus menahan peralatan pengeboran yang sangat
berat. Konstruksi lokasi harus memperhitungkan berat peralatan yang akan
dipasang di atasnya.
|
Persiapan lokasi
pemboran
|
Lokasi pengeboran juga telah diratakan dan
sudah siap selanjutnya escavator mulai membuat lubang atau kolam berbentuk
bujur sangkar tidak jauh dari lokasi pengeboran. Kolam ini disebut kolam
cadangan (mud pit), sebelum kolam ini digunakan untuk menampung limbah
pengeboran dari lumpur pengeboran selama operasi maka terlebih dahulu perlu
dilapisi dulu dengan lembaran-lembaran plastik.
Tahap berikutnya adalah membuat kolam lain
berbentuk segiempat tetapi ukurannya lebih kecil dari mud pit yang disebut
cellar. Diameter cellar yang besar ini disebut “conductor hole” nantinya akan
berada tepat dibawah lantai rig setelah diatasnya dipasang substructure.
Setelah pembuatan cellar selesai kemudian membuat lubang sumur,diusahakan
dilakukan ditengah-tengah lubang sumur. Cellar adalah kolong segi empat yang
dibuat di titik lokasi, yang berguna sebagai tambahan ruang di bawah lantai
bor.
|
Pembuatan mud pit
|
|
Pembuatan cellar dan
pemasangan conductor pipe
|
Setelah conductor hole disiapkan kira-kira mencapai kedalaman 20
ft s/d 100 ft, kemudian lubang tersebut dipasang “conductor pipe”. Pemasangan
pipa ini untuk menghindari terjadinya gerowong gerowong atau kerusakan lain
dari lubang sumur selama dilaksanakan operasi pengeboran.
3. Persiapan Jalan ke Lokasi
Kebutuhan selanjutnya membuat jalan
tembusan menuju lokasi yang telah ditentukan tentu akan memerlukan peralatan,
lahan dan personal.
|
Pembuatan jalan ke
lokasi pemboran
|
Jalan ke lokasi harus disurvei, untuk melihat
jarak yang terpendek, keramaian jalan, kekerasan dan lebar jalan, kekuatan dan
lebar jembatan.Persiapan jalan ke lokasi ini harus memperhatikan keselamatan
kerja, baik terhadap pekerja, peralatan, maupun lingkungan,
mengingatperalatan-peralatan pengeboran yang melintasi besar dan berat.
4. Persiapan Air
Air merupakan bahan yang digunakan untuk
membuat lumpur pengeboran, membuat cement slurry dan untuk keperluan sehari
hari. Untuk itu perlu disurvei terlebih dahulu sumber air yang terdapat di lokasi
atau di sekitar lokasi. Sumber air dapat dari sungai, danau, dan rawa-rawa.
Kalau persediaan sumber air permukaan tidak mencukupi maka perlu melakukan
pengeboran airtanah, dan apabila tidak ditemukan sumber air di lokasi maka air
diangkut ke lokasi dengan menggunakan mobil-mobil tangki. Setelah sumber air
disiapkan selanjutnya pemasangan saluran–saluran air dan pompa, biasanya
persediaan air disimpan dalam suatu tanki yang besar di sekitar lokasi
pengeboran.
|
Water tank
|
5. Persiapan Peralatan Pengeboran
Berdasarkan target yang mau di bor perlu
dipersiapkan peralatanperalatan pengeborannya. Peralatan-peralatan pengeboran
harus dipersiapkan terhadap problem-problem yang mungkin akan dihadapi.
Peralatan yang disiapkan didasarkan kepada kedalaman dari target dapat
direncanakan ukuran dan kapasitas menara yang akan digunakan. Berdasarkan
tekanan formasi yang akan di hadapi, dipersiapkan Blow Out Preventer yang
sesuai. Selain dari peralatan perlu juga dipersiapkan material-material yang
akan digunakan untuk operasi pengeboran, misalnya material-material lumpur
pengeboran dan material untuk penyemenan.
6. Transportasi Peralatan ke Lokasi
Pengiriman peralatan pengeboran bisa
dilakukan melalui jalur darat, air maupun udara tergantung lokasi pengeborannya.
Transportasi peralatan pengeboran disebut dengan istilah moving. Pemilihan
peralatan untuk transportasi peralatan pengeboran ini didasarkan kepada tingkat
kemudahan dan biaya serta tingkat kemungkinannya. Dalam melakukan transportasi
harus memperhatikan keselamatan kerja, baik terhadap pekerja, peralatan, maupun
lingkungan, mengingat peralatan-peralatan pengeboran yang melintasi besar-besar
dan berat. Urutan transportasi juga harus memperhatikan urutan peralatan
pengeboran yang akan diangkut. Peralatan yang duluan dipasang dilokasi itulah
yang duluan dibawa. Hal ini untuk menghindari penumpukan peralatan di lokasi,
mengingat ruang yang terdapat dilokasi terbatas.
a. Transportasi melalui darat
Pengiriman peralatan melalui darat biasanya
dilakukan dengan menggunakan trailers. Untuk daerah tertentu misalnya padang
pasir pengiriman peralatan dengan cara “skidding” yaitu penarikan rig secara
utuh ditempatkan pada pelat baja yang datar yang dibawahnya dilengkapi dengan
roda yang terbuat dari besi, kemudian rig ini ditarik dengan buldozer. Cara ini
dilakukan bila keadaan daerahnya relatif datar dan untuk jarak yang jauh cara
ini akan lebih efisien dan ekonomis.
b. Transportasi melalui air
Bila lokasi pengeboran berada di daerah
berpaya atau dapat didekati dengan sarana air, pengiriman rig dapat dilakukan
dengan kapal khusus. Jika rig digunakan di daerah berpaya biasanya rig dipasang
secara utuh pada “barge” kemudian kapal ini ditarik dengan kapal penarik
“towing ship”.
c. Transportasi melalui udara
Apabila pengiriman peralatan melalui darat
dan air tidak praktis atau kondisi geografisnya tidak memungkinkan untuk
dilakukan melalui jalur darat atau air maka peralatan dapat dikirim melalui
jalur udara. Bila menggunakan kapal terbang, maka di lokasi harus disiapkan
cukup lahan untuk landasannya tetapi bila tidak memungkinkan dibuat landasan
maka dilakukan dengan menggunakan helicopter.
|
Transportasi melalui
darat dan laut
|
|
Transportasi melalui
udara
|
7. Mendirikan Menara (Rig Up)
Kedatangan rig di lokasi pengeboran
biasanya berupa bagian-bagian, kontraktor dan personal-personalnya dengan
menggunakan mesin derek yang berat dengan segera mulai pemasangan dan pendirian
menara bor. Rig up adalah merangkai peralatan pengeboran di lokasi, dan
mendirikan menara. Peralatan-peralatan yang sudah dipasang perlu diperiksa
dengan teliti, tentang kekuatan sambungannya dan kelengkapannya, untuk
menghindari kecelakaan yang dapat merusak peralatan dan kemungkinan menimpa
pekerja.
Tahap pertama dari rigging up adalah mulai
memasang substructure langsung setelah pembuatan cellar selesai. Pada saat
pemasangan substructure telah siap dan landasan dari rig telah dipasang, prime
mover dan drawwork telah dipasang posisinya kemudian dicoba untuk segera dapat
digunakan dan dijalankan.
Tahap selanjutnya melaksanakan pemasangan
over head tools pada posisinya setelah pemasangan drilling line selesai salah
satu ujungnya disambungkan pada drawwork. Dengan selesainya tahap ini dapat
digunakan membantu pendirian derrick pada posisi tegak. Tahaptahap diatas dapat
diilustrasikan melalui gambar-gambar berikut:
|
Perangkaian
substructure
|
|
Dasar dari mast
diangkat ke rig floor
|
|
Menegakan mast
|
Pada dasarnya persiapan tahap rigging up
hampir dapat dikatakan mendekati penyelesaian, lokasi pengeboran tadi telah
berubah menjadi suatu kompleks rotary drilling yang modern.
|
Peralatan mulai
dipindahkan ke posisinya
|
|
Penyelesaian akhir
|
Sumber :
PK. Teknik Produksi Migas. 2013. Dasar-dasar Teknik Pengeboran.
Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan
Dasar Dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. (e-Book)















Komentar
Posting Komentar