DESKRIPSI BATUAN BEKU

KLASIFIKASI DAN IDENTIFIKASI BATUAN

DESKRIPSI BATUAN BEKU



Granit

Granit adalah batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, berwarna terang, mempunyai banyak warna umumna putih, kelabu, merah jambu atau merah. Warna ini disebabkan oleh variasi warna dari mineral feldspar. Granit terbentuk jauh di dalam bumi dan tersingkap di permukaan bumi karena adanya erosi dan tektonik. Granit merupakan batuan yang banyak terdapat di alam. Di Indonesia, granit terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya (Papua), dan lain-lain. Granit dapat digunakan sebagai bahan pengeras jalan, pondasi, galangan kapal, dan bahan pemoles lantai, serta pelapis dinding

 

Warna Batuan                   : Putih bintik hitam

Granularitas                       : Fanerik

Genesa Batuan                  : Intrusif

Komposisi Mineral            : Kuarsa, Potasium, Hornblende, dan Feldspar

Jenis Batuan                      : Beku Asam

 

Andesit

Andesit adalah batuan beku permukaan. Batuan lelehan dari diorit, mineralnya berbutir halus, komposisi mineralnya sama dengan diorit, warnanya kelabu. Gunung api di Indonesia umumnya menghasilkan batuan andesit dalam bentuk lava maupun piroklastika. Batuan andesit yang banyak mengandung hornblenda disebut andesit hornblenda, sedangkan yang banyak mengandung piroksin disebut andesit piroksin. Batuan ini banyak digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, bendungan, konstruksi beton, dan lain-lain. Adapun yang berstruktur lembaran banyak digunakan sebagai batu tempel.

 

Warna Batuan                   : Abu-abu kecokelatan

Granularitas                       : Porfori afanitik

Genesa Batuan                  : Intrusif

Komposisi Mineral            : Hornblende, dan Feldspar

Jenis Batuan                      : Beku Indermediet


Gabro

Gabro adalah batuan beku dalam yang umumnya berwarna hitam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang. Dapat digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, dan yang dipoles sangat disukai karena warnanya hitam, sehingga baik untuk lantai atau pelapis dinding. Di Pulau Jawa, batuan ini terdapat di Selatan Ciletuh, Pegunungan Jiwo, Serayu, dan Pemalang.

 

Warna Batuan              : Gelap/ kehitaman

Granularitas                 : Fanerik

Genesa Batuan             : Intrusif

Komposisi Mineral      : Olivin, Piroksin, dan Amfibol

Jenis Batuan                : Beku Basa

 

Dasit

Dasit merupakan batuan yang memiliki ciri-ciri berwarna abu-abu terang, mineral plagioklas berbutir kasar dalam masa dasar lebih halus. Dasit mengandung 15-20% kwarsa, kurang lebih 60% feldaspar dan 10-20% biotit atau hornblande. Mineral silikat ada dalam jumlah sedikit. Misalnya biotit, hornblende, dan augit. Jika panerisnya plagioklas atau kwarsa banyak, disebut dengan porfir dan dasit. Masa dasar dari batuan ini biasanya berbutir halus, tetapi dapat juga secara gradual menjadi glass.


Warna Batuan                    : Coklat bintik hitam

Granularitas                       : Afanitik

Genesa Batuan                   : Ekstrusif

Komposisi Mineral            : Biotit, dan Plagioklas

Jenis Batuan                      : Beku Asam

 

 

Obsidian (Batu Kaca)

Batukaca adalah batuan yang tidak mempunyai susunan dan bangun kristal (metamorf). Batukaca terbentuk dari lava yang membeku tiba-tiba, dan banyak terdapat di sekitar gunungapi. Pada umumnya berwarna coklat, kelabu, kehitaman atau tidak berwarna (putih seperti kaca). Batukaca yang dihancurkan dengan ukuran kecil dan dicampur dengan semen, dapat dibuat granit buatan. Di zaman purba, batuan ini banyak digunakan untuk membuat mata lembing, mata panah, dan lain-lain. 

 

Warna Batuan                   : Hitam keabuan

Granularitas                       : Afanitik

Genesa Batuan                  : Intrusif

Komposisi Mineral            : Olivin, Piroksin, dan Amfibol

Jenis Batuan                      : Beku Basa

 

Skoria

Skoria merupakan batuan yang terbentuk jika air dan gelombang-gelombang gas lainnya keluar melalui lava yang mampat (stiff lava), yang luabang-lubangnya lebih besar kalau dibandingkan dengan purnice. Warna skoria coklat kemerahan sampai abu-abu gelap dan hitam.


Warna Batuan             : Merah kecoklatan

Granularitas                 : Afanitik

Genesa Batuan            : Intrusif

Komposisi Mineral      : Olivin, Piroksin, dan Amfibol

Jenis Batuan                : Beku Basa

 

Diabas

Batuan beku berwarna abu-abu yang berbutir sedang. Mineral piroksen  dan plagioklas berbentuk seperti jarum yang sling bersalingan. Diabas terbentuk dari magma hingga menerobos dekat permukaan.

  

Warna Batuan             : cream keabuan

Granularitas                 : Afanitik

Genesa Batuan            : Intrusif

Komposisi Mineral      : Olivin, Piroksin

                        Jenis Batuan                : Beku Basa

Diorit

Diorit adalah batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, warnanya agak gelap. Diorit merupakan batuan yang banyak terdapat di alam. Di Jawa Tengah banyak terdapat di kota Pemalang dan Banjarnegara. Diorit dapat digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, dan lain-lain. Batuan ini mengandung sedikit Kalsium (soda) plagioklas feldspar, mineral berwarna terang, dan hornblende berwarna hitam. batuan diorite tidak mengandung mineral kuarsa atau sangat sedikit.


Warna Batuan                   : Hitam bintik puith

Granularitas                       : Fanerik

Genesa Batuan                  : Intrusif

Komposisi Mineral            : Hornblende, dan Biotit

Jenis Batuan                      : Beku Intermediet

 


Riolit

Riolit terbentuk dari pembekuan magma di dalam kerak bumi yang lazimnya dari letupan gunung berapi. yang terbentuk daripada pembekuan magma di luar permukaan bumi. Riolit adalah bersifat asid dan bes. Namun sebenarnya sifat asid batuan ini bergantung kepada kandungan silika di dalamnya. Riolit di anggap berasid apabila kandungan silikanya melebihi 66%. Riolit sering ditemukan  berupa lava. Riolit bisa digunakan sebagai bahan baku beton ringan, isolasi bangunan, plesteran, isolator temperatur tinggi/rendah,  bahan penggosok, saringan/filter, bahan pembawa (media) dan campuran makanan ternak


Warna Batuan                    : Putih kecoklatan

Granularitas                       : Afanitik

Genesa Batuan                   : Ekstrusif

Komposisi Mineral                        : Ortoklas, dan Kuarsa

Jenis Batuan                      : Beku Asam

 

Basalt

Basal adalah batuan beku permukaan. Batuan lelehan dari gabro, mineralnya berbutir halus, berwarna hitam. Gunungapi di Indonesia umumnya menghasilkan batuan basal dalam bentuk lava maupun piroklastika. Batuan ini banyak digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, bendungan, konstruksi beton, dan lain-lain. Basal yang berstruktur lembaran banyak digunakan sebagai batu tempel. Basal umumnya berlubang-lubang akibat bekas gas, terutama pada bagian permukaannya.

            

Warna Batuan              : Coklat kehitaman

Granularitas                 : Afanitik

Genesa Batuan             : Intrusif

Komposisi Mineral      : Olivin, Piroksin, dan Amfibol

Jenis Batuan                : Beku Basa

 

Tuff

Tuff adalah batuan gunungapi yang terbentuk dari suatu campuran fragmen fragmen mineralbatuan gunungapi dalam matrik debu gunungapi. Tuff terbentuk dari kombinasi debu, batuan danfragmen mineral (piroklastik atau tephra) yang dilemparkan ke udara dan kemudian jatuh kepermukaan bumi sebagai suatu endapan campuran. Kebanyakan dari fragmen batuan cenderungmerupakan batuan gunungapi yang terkonsolidasi dari hasil erupsi gunungapi. Kadangkala material erupsi yang masih panas mencapai permukaan bumi dan kemudian menbeku menjadi “welded tuff”.


Warna                    : Putih

Jenis Batuan          : Batuan Sedimen Klastik

Struktur                  : Masif

Tekstur                  : -Ukuran besar butir    : Lempung

                                -Derajat pemilahan    : Pemilahan baik

                                -Derajat pembundaran           : Membundar baik

                                -Kemas                      : Tertutup

Komposisi Mineral            : -Fragmen                   : -

                                - Matrik                      : Ash

                                -semen                       : Silika


Komentar

  1. Assalamu'alaikum pak,Saya Pebriani Dri x produksi migas ingin bertanya sedikit tentang materi batuan beku!! Jika batu andesit atau bisa kita kenal dengan batu candi sangat kuat untuk bahan konstruksi bangunan tetapi mengapa batu andesit jarang sekali di gunakan dalam bahan bangunan? Sekian,Wasalam

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum pak,saya Audy Renata Putri dari X Produksi Migas ingin sedikit bertanya kenapa batuan obsidian(batuan kaca)haru di hancurkan dan di campur dengan semen lagi agar bisa di gunakan pak?
    Sekian wassalamu'alaikum

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum pak saya Hatika Fawziah Rahayu dari kelas X produksi migas ingin bertanya tentang batuan riolit, mengapa sifat a asid batuan bergantung kepada kandungan silika di dalamnya?
    Terimakasih

    BalasHapus
  4. Pak proses terjadi nya batuan sedimen gimana ya pak?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer