Drill Stem
DRILL STEM
Drill stem
(Batang Bor) adalah suatu rangkaian pipa-pipa penghubung dari swivel sampai
kemata bor dan mempunyai fungsi utama untuk :
·
Menurunkan
dan menaikkan mata bor
·
Memberikan beban pada mata bor untuk penembusan/ pemecahan batuan.
·
Menyalurkan
dan meneruskan gaya putar ke mata bor
·
Menyalurkan
lumpur bor (cairan pemboran) bertekanan tinggi ke mata
bor.
Batang
bor berpegangan pada wash pipe dan travelling block dan memanjang melalui
lubang meja putar sampai kedasar lubang sumur, sebagai sebuah poros pemutar
mata bor.
Batang bor terdiri dari :
- Kelly (pipa segi)
- Upper kelly cock dan lower kelly cock
- Kelly saver sub ( sambungan penghemat pipa segi
)
- Drill pipe
- Drill collar
- Spesialized down hole tools
2.1
Kelly (Pipa Segi /Pipa Pemutar)
Kelly adalah suatu pipa baja yang sangat kuat
dan tebal, badannya
berbentuk
segi-segi, untuk memungkinkan
dapat diangkat naik
turun dan
diputar oleh Rotary table.
Fungsi dari Kelly adalah :
·
Penghubung antara swivel dan Rangkaian Pemboran untuk dapat menaikkan,
menurunkan dan memutar.
·
Meneruskan tenaga gerak putar dari Rotary Table ke Rangkaian Pemboran.
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 39
Gambar 2.1 Rangkaian Pipa Bor
·
Memungkinkan Rangkaian Pemboran bergerak turun sambil berputar selama
pemboran.
·
Sebagai sarana penerus aliran sirkulasi cairan pemboran dari swivel
menuju ke rangkaian dibawahnya.
Kelly
merupakan bagian tunggal yang paling panjang di antara bagian batang bor.
Panjangnya total sekitar 40 ft, tapi ada juga yang 43, 46, dan 54 ft. Kelly
harus lebih panjang dari setiap satu single pipa bor (yang kira – kira 30 ft
panjangnya) karena pada waktu penambahan joint (Batangan) pipa bor, kita harus
menaikan pipa ini sampai tingginya mencapai sebagian dari Kelly, di atas
pemutar. Hal ini untuk menyediakan cukup tempat untuk mengebor ke bawah pipa
yang baru tersebut.
40 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
2.1.1 Konstruksi Kelly
Bentuk
dasar dari kelly ada tiga macam, yaitu segi tiga (triangular), segi empat
(square) dan segi enam (hexagonal). Yang umum dipakai pada saat ini adalah
square kelly an hexagonal kelly. Bagian tengah kelly yang berbentuk segi-segi
disebut drive surface section, ini adalah bagian permukaan yang berkaitan
dengan kelly drive bushing untuk dapat diputar sambil turun atau naik.
Bagian
ujung atas dari kelly terdapat top upset (semacam tool joint), mempunyai ulir
kiri, yang berfungsi untuk penyambungan dengan upper kelly cock dan swivel.
Ulir kiri dibagian atas kelly ini dimaksudkan agar pada saat kelly diputar oleh
rotary table kekanan, ulir ini tidak akan terlepas. Intinya semua peralatan
yang penyambungannya dengan ulir dan bekerja diatas rotary table, semuanya
menggunakan ulir kiri.
Bagian
ujung bawah dari kelly terdapat bottom upset (semacam tool joint) mempunyai
ulir kanan, yang berfungsi untuk penyambungan dengan lower kelly cock dan kelly
saver sub, untuk disambungkan ke drill pipe.
2.1.2 Spesifikasi Kelly
Untuk
memesan sebuah Kelly, perlu menyebutkan spesifikasi yang lengkap, seperti :
·
Type
Kelly, Square atau Hexagonal
·
Ukuran Nominal, 2.1/2 inc, 3 inc, 3.1/2 inc, 4.1/4 in, 5.1/4 inc, 6 inc
untuk Square Kelly dan mulai 3 inc sampai 6 inc untuk Hexagonal.
·
Ukuran
Panjang total, 40 ft, 46 ft atau 54 ft.
·
Upper Connection, Standard 6.5/8 in Reg LH atau Optional 4.1/2 in Reg
LH.
·
Lower Connection, 2.3/8 in IF RH, 2.7/8 in IF RH, 3.1/2 in IF RH, 4.1/2
in IF RH 5.1/2 in FH RH atau 6.5/8 in FH RH.
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 41
Gambar 2.2
Konstruksi Kelly
2.1.3 Pemeliharaan Kelly
Dalam Operasi Pemboran, Kelly merupakan alat yang paling berat kerjanya,
menerima beban tegangan, tekanan dan beban putar yang paling berat, maka harus
sering diperiksa kondisinya untuk dilakukan perawatan dan pemeliharaan yang
sebaik-baiknya. Pada waktu tidak dipergunakan kelly harus dalam keadaan bersih
dan tersimpan didalam selongsong kelly (kelly scabbard). Kelly tidak dapat
dipergunakan lagi apabila bengkok atau melengkung, apabila bagian segi-seginya
sudah membulat. Bengkoknya telly dapat diakibatkan oleh :
· Perlakuan yang tidak benar,
misalnya pada waktu membuka sambungan di atas rotary table tidak ditahan dengan
rotary tong yang benar.
· Terjadi kecelakaan, misalnya jatuh pada waktu
diangkut.
· Diangkat dengan sling dan transport tidak
menggunakan scabbards.
42 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Bengkoknya
sebuah kelly dapat diluruskan dengan alat pelurus hydraulic kelly straightner,
namun masih perlu dilakukan pemeriksaan apakah tidak terjadi keretakan setelah
diluruskan.
Terjadinya
proses pembulatan pada kelly merupakan hal yang tidak dapat dihindari secara
total, namun dapat dikurangi kecepatan ausnya dengan perlakuan yang benar,
sebagai berikut :
·
Pergunakan drive bushing roller assembly yang baru pada penggunaan Kelly
yang baru.
·
Atur
shim pada roler ass, untuk memperkecil clearence.
·
Drive roller assembly harus diganti secara periodik, sehingga clearance
keausan dapat dikurangi.
2.1.4 Upper Kelly Cock
Merupakan
suatu valve yang dipasang antara swivel dan kelly. Fungsi utamanya (pada saat
tertutup) adalah untuk menjaga agar tidak terjadi tekanan dari lubang bor yang
bertekanan tinggi.
2.1.5 Lower Kelly Cock
Adalah
suatu keran yang terletak diantara kelly dan kelly saver sub, tugas utamanya
untuk menutup lubang dalam pipa agar tidak ada semburan dari dalam pipa bila
ada tekanan dari sumur atau dapat pula untuk menahan lumpur dari kelly sewaktu
melaksanakan penyambungan, sehingga terhindar lumpur tumpah tercecer.
2.2
Drill Pipe
Drill
Pipe atau Pipa Bor adalah pipa baja yang dibuat khusus untuk mengebor,
merupakan sambungan pipa terpanjang dalam susunan rangkaian pipa pemboran,
terletak diantara kelly dan drill collar. Fungsi Drill Pipe adalah :
·
Menghubungkan
kelly dengan drill collar
·
Memperpanjang drill stem untuk memungkinkan penambahan kedalaman lubang
bor.
·
Memungkinkan
menaikkan dan menurunkan pahat bor.
·
Meneruskan
tenaga gerak putar dari rotary table ke pahat bor.
·
Sebagai
laluan sirkulasi cairan pemboran
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 43
Type drill pipe menurut
beratnya antara lain standard drill pipe, heavy weight drill pipe dan alumunium
drill pipe

Gambar 2.3
Bagian-bagian Drill Pipe 2.2.1 Konstruksi Drill Pipe
Drill pipe
terdiri dari tiga bagian, yaitu pipa (body) dan connection pada kedua ujungnya
yang disebut tool joint. a. Body pipa
Body
drill pipe diperkuat dengan dipertebal pada tiap ujungnya agar kuat untuk
menerima tegangan tarik yang tinggi ditempat sambungan dengan Tool Joint.
·
Penebalan
diujung pipa ini disebut Upset.
·
Penebalan
kearah keluar disebut External Upset (EU)
·
Penebalan
kearah dalam disebut Internal Upset (IU)
·
Penebalan kearah luar dan dalam disebut Internal External Upset (IEU)
44 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
b. Tool joint
Pada
ujung Upset ada tambahan potongan pipa yang tebal lagi yang berguna untuk
tempat sambungan ulir, disebut tool joint. Dengan tool joint inilah drill pipe
disambung satu dengan lainnya, baik antara drill pipe itu sendiri atau antara
drill pipe dengan peralatan lain. Setiap batang drill pipe mempunyai sebuah
tool joint yang berulir dalam disebut box dan sebuah tool joint yang berulir
luar disebut pin.
2.2.2 Spesifikasi dan Identifikasi Drill Pipe
Spesifikasi Drill Pipe meliputi :
·
Ukuran
drill pipe, diukur dari diameter luar body pipa.
·
Ukuran
yang standard : 2.3/8”, 2.7/8”, 3.1/2”, 4”, 4.1/2”, 5”, 5.1/2”,

Gambar 2.4
Pengukuran ID Drill Pipe
·
Berat nominal, adalah berat rata-rata drill pipe per foot termasuk berat
tool joint. Drill pipe grade E mempunyai berat nominal : 2.3/8” 6.65 lb/ft, 2.7/8”
10.40 lb/ft, 3.1/2” 13.3 lb/ft, 4” 14.00 lb/ft, 4.1/2” 16.60 Lb/ft, 5” 19.50
lb/ft, 5.1/2” 21.90 lb/ft.
·
Grade, menunjukkan kualitas baja sebagai bahan yang dibuat drill pipe.
Minimum Yield Strength Grade D 55000 Psi, Grade E 75000 Psi,
·
Grade 95 (X) 95000 Psi, Grade 105(G) 105000 Psi, Grade 135(S) 135000
Psi.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 45
·
Panjang , diukur dari shoulder box sampai shoulder pin. Range I antara
18 sampai 22 Feet
Range II antara
27 sampai 30 Feet Range III antara 38 sampai 45 Feet
·
Spesifikasi Drill Pipe dapat diidentifikasikan dari cap atau tanda yang
terdapat di pangkal ulir tool joint pin, contoh : ZZ 6 70 N E, artinya ZZ nama
perusahaan pembuat Tool Joint, bulan 6 th 1970 pasang lass pada body pipa, N
nama perusahaan pembuat body pipa, Grade E

Gambar 2.5 Pengukuran OD Drill Pipe

Gambar 2.6 Pengukuran Ulir Drill Pipe
Kode warna band
|
|
Tool joint and drill pipe classification |
|
|
Number and Color of Band |
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Premium Class |
|
|
Two white |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Class 2 |
|
|
One yellow |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Class 3 |
|
|
One orange |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Scrap |
|
|
One red |
|
|
|
|
|
|
|
|
46 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
2.3
Heavy Weight Drill
Heavy
Weight Drill Pipe dikembangkan sejak tahun 1960, adalah merupakan pipa yang
menyerupai drill pipe, berdinding lebih tebal dan lebih berat. Fungsi HW DP
adalah :
1. Sebagai rangkaian transisi
dengan berat antara drill pipe dan drill collar, dan dibuat dengan bentuk
menyerupai drillpipe agar lebih mudah dalam handingnya.
2. Sebagai pemberat yang
fleksibel pada rangkaian pemboran berarah (directional drilling)
3. Sebagai rangkaian pemberat
pada rig kecil untuk mengebor lubang yang relatif kecil diameternya.
·
Menyerupai drill pipe biasa, mempunyai tool joint pin dan box, dibuat
dengan bentuk menyerupai drillpipe agar lebih mudah dalam handingnya.
·
Body pipa lebih tebal dibanding DP biasa dan mempunyai center upset
untuk melindungi dari keausan / abrasi.
·
Ukuran HWDP disebutkan sesuai dengan ukuran diameter body tengah, yang
standard adalah : 3.1/2”, 4”, 4./2”, 5”, 5.1/2” dan 6.5/8”
2.3.2 Karakteristik dimensi HW DP
·
Dinding
pipa lebih tebal 1”
·
Tool
joint lebih besar
·
Bagian tengah pipa berdiameter lebih besar untuk menjaga keausan body
pipa
·
Beberapa pabrik membuat Spiral Groove pada bagian pipa yang menebal,
untuk membuat lubang lebih bersih dan mengurangi resiko differential pressure
stacking.
·
Biasanya bagian tengah dan bagian tool joint dilapisi dengan bahan
pengeras tambahan.
2.3.3 Rekomendasi cara penggunaan HW DP
·
Pada lubang bor vertikal, pakai HW DP secukupnya diantara DC dan DP
sehingga titik transisi berada pada rangkaian HW DP, sekitar18– 21 joint.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 47
·
Bila
diameter lubang bor melebihi 4” dari diameter HW DP, maka
HW DP tidak boleh kena beban kompresi.
·
Untuk
Directional Drilling dipakai sampai 60 joint.
2.3.4 Pemeliharaan HW DP
Seperti pipa-pipa yang lain, maka terhadap HW DP juga perlu diperiksa
secara periodik terhadap kemungkinan fatique crack pada tool joint dan body
pipa.

Gambar 2.7 HWDP
2.4 Drill Collar
Drill
collar adalah pipa baja yang tebal dan relatif sangat berat. Dalam susunan
rangkaian pemboran terletak diantara pahat bor dan drill pipe. Pada bagian
dalam terdapat lubang untuk saluran fluida pemboran. Fungsi drill collar adalah
:
·
Memberikan beban pada pahat bor, sehingga pahat dapat menembus lapisan
tanah yang terkadang cukup keras.
·
Memberikan effek kekakuan rangkaian pemboran bagian bawah, untuk
mempertahankan kelurusan lubang bor.
·
Untuk menempatkan bottom hole assembly, terutama pada pemboran berarah.
·
Dengan beratnya drill collar ini akan memberi efek tegangan tarik pada
seluruh drill pipe yang diatasnya, sehingga akan cenderung lurus selama proses
pemboran.
48 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 2.8
Drill Collar
2.4.1 Konstruksi Drill Collar
Konstruksi
drill collar dapat dikatakan cukup sederhana, hanya merupakan pipa tebal dan
berat yang pada ujung-ujungnya dibuat ulir box dan pin. Ada 4 tipe dasar dari
drill collar, yaitu :
1. Drill collar standard,
bodynya bulat halus mempunyai ulir box diatas dan ulir pin dibagian bawah.
2. Drill collar spiral, pada permukaan bodynya
dibuat alur berbentuk spiral.
3. Square drill collar, permukaan bodynya berbentuk
persegi empat.
4. Non magnetic drill collar,
terbuat dari stainless steel (non magnetic), umumnya berbentuk seperti dc
standard atau spiral.

Gambar 2.9
Spiralled Drill Collar
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 49
Gambar 2.10 Non
Magnetic Drill Collar
2.4.2 Spesifikasi Drill Collar
Drill
Collar yang standard masih sering dipergunakan pada pemboran sumur, namun cara
menyambung memerlukan waktu lebih lama karena harus memasang DC Clamp terlebih
dahulu untuk safety jangan sampai merosot jatuh kedalam lubang bor.
Drill
collar spiral, dipergunakan pada pemboran yang banyak menembus lapisan-lapisan
porous. Dengan adanya paritan spiral pada body drill collar maka akan
mengurangi luas permukaan body c yang menempel pada dinding lubang bor sehingga
dapat mengurangi kemungkinan terjepitnya rangkaian pemboran yang diakibatkan
oleh Differential Pressure (perbedaan tekanan antara tekanan formasi dengan
tekanan hydrostatic cairan pemboran). Pada ukuran dc yang sama, dc spiral
mempunyai berat berkurang 4 %
Square
Drill Collar, dipergunakan hampir sama dengan dc Spiral, yaitu memperkecil
kemungkinan differential sticking. dc ini jarang dipergunakan
50 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
karena torsi yang timbul
cukup besar dan apabila terjadi Twist Off (patah) sulit memancingnya.
Non
Magnetic Drill Collar, dipergunakan khusus pada operasi pemboran berarah
(Directional Drilling), agar peralatan pengukur kemiringan dan arah yang
ditempatkan di atas pahat tidak terpengaruh oleh medan magnit drill collar,
tetapi hanya terpengaruh oleh medan magnit bumi, sehingga hasil pengukuran
dapat lebih akurat.
|
2.4.3 Ukuran Drill Collar |
|
|
|
|
Out Side Diameter |
: 3.1/8” |
sampai |
14” |
|
In Side Diameter |
: 1.1/4” |
sampai |
3” |
|
Panjang |
: 10, 15, 20, 30, 31, 32, 42 Ft |
||
|
Koneksi |
: 2.3/8 Reg, 2.3/8 IF,
2.7/8 IF, 3.1/2 IF, 4 FH, 4 IF, |
||
|
|
4.1/2
IF, 6.5/8 Reg, 7.5/8 Reg, 8.5/8 Reg. |
||
2.4.4 Penanganan Drill Collar
1. DC thread protector (cast
steel) harus dipasang untuk mengangkat melalui Vdoor ram
2. Connection harus
dibersihkan dengan solvent dan di lap besih, periksa teliti kerusakan
3. Thread compound yang
dipakai harus berisi 40-60% berat powder metallic zinc atau 60% berat powder
timah dan tidak lebih 0,3% berat kandungan total sulfur.
4. Ulir Lift Sub harus besih
dan diperiksa, di lumasi setiap trip. Apabila pin rusak jangan dipakai
5. Lakukan pemindahan
pembukaan sambungan pada setiap tripping, dan berikan kesempatan crew untuk
melihat teliti setiap 2 -3 trip adakah terjadi gall dan wash out pada shoulder
6. Thread protector harus
dipasang pada pin dan box apabila laydown drill collar
7. Sebelum menyimpan drill
collar harus dibersihkan dan diperbaikai shouldernya bila ada kerusakan bila
mungkin
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 51
Gambar 2.11
Protector Drill Collar

Gambar 2.12
Drill Collar Tipe Slip Atau Slip And Elevator Recess







Komentar
Posting Komentar