Metode Eksplorasi
Eksplorasi endapan bahan galian adalah penyelidikan yang dilakukan untuk
mendapatkan suatu keterangan mengenai cadangan, bentuk, letak, sifat-sifat,
mutu sertanilai ekonomi dari suatu bahan galian, (J. Rainir Dhadar, 1986).
Sedangkan menurutNurhakim, eksplorasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
mengetahui dan mendapatkan ukuran, bentuk, letak (posisi), kadar rata-rata dan
jumlah cadangan dari endapan mineral berharga (Nurhakim, 2006). Secara garis
besar metode eksplorasi dapat kita bedakan menjadi dua kelompok besar yaitu
metode eksplorasi tak langsung dan metode eksplorasi langsung (Notosiswoyo Sudarso dkk, 2000).
3.1.1. Metode
Ekplorasi Tak Langsung
Metode eksplorasi tak langsung adalah eksplorasi yang kegiatan pengamatannya
tidak berhubungan langsung dengan objek yang di eksplorasi. Informasi
keterdapatan bahan galian diperoleh dengan memanfaatkan perbedaan sifat-sifat
fisik atau kimia dari endapan yang dapat diketahui melalui anomali-anomali yang
diperoleh dari hasil pengamatan/pengukuran. Metode-metode yang digunakan dalam
kegiatan eksplorasi tak langsung adalah penginderaan jarak jauh, survei
geokimia dan survei geofisika.
a. Penginderaan
Jarak Jauh
Penginderaan
jarak jauh merupakan suatu teknologi dengan memanfaatkan sarana angkasa (luar
angkasa) untuk dapat melakukan observasi pada permukaan bumi. Penginderaaan
jarak jauh ini juga akan sangat membantu dalam melakukan interpretasi bawah
permukaan tanah terutama pada daerah-daerah yang ditutupi oleh vegetasi atau
lapukan kuarter.
Penginderaan jarak jauh terutama foto udara dapat membantu juga dalam
pembuatan peta-peta topografi maupun peta-peta tematik dengan cepat dan akurat.
b. Cara
Geokimia
Prospeksi
geokomia dilakukan berdasarkan pengetahuan bahwa mineralisasi primer lebih
banyak terjadi di sekitar endapan mineral. Selain itu diprediksi bahwa suatu
pola dispersi sekunder dari
unsur-unsur
kimia sering terbentuk selama pelapukan dan erosi endapan primer. Dalam
pengertian yang lebih sempit eksplorasi geokimia adalah pengukuran secara
sistematis satu atau lebih unsur jejak dalam batuan, tanah, sedimen sungai
aktif, vegetasi, air atau gas untuk mendapatkan anomaly geokimia yaitu
konsentrasi abnormal dari unsur tertentu yang kontras terhadap
lingkungan.
c. Cara Geofisika
Eksplorasi
geofisika dilakukan berdasarkan kontras atau perbedaan sifat fisik dari batuan,
mineral, dan bijih dari endapan yang diukur. Cara geofisika dapat dilakukan
dengan air born menggunakan pesawat terbang, car
born menggunakan mobil dan jalan kaki. Secara umum metode geofisika
dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Metode
aktif meliputi metode geolistrik, elektromagnetik, dan seismik yang dilakukan
dengan memberikan gangguan berupa listrik ataupun getaran ke bawah permukaan
bumi.
2. Metode
pasif meliputi metode magnetik, gaya berat, dan radioaktif yang dilakukan
dengan mendeteksi anomali-anomali yang terdapat di alam.
3.1.2. Metode Eksplorasi Langsung
Metode eksplorasi langsung mempunyai pengertian bahwa pengamatan dapat
dilakukan dengan kontak visual dan fisik dengan kondisi permukaan/bawah
permukaan dari endapan yang dicari. Kegiatan eksplorasi langsung memungkinkan
dapat dilakukan deskripsi megaskopis/mikroskopis, pengukuran dan sampling terhadap
objek yang di eksplorasi. Interpretasi yang dilakukan dapat berhubungan
langsung dengan fakta-fakta dari hasil pengamatan lapangan. Metode eksplorasi
langsung ini dapat diterapkan pada sepanjang kegiatan eksplorasi (tahap awal
sampai detail). Beberapa metode yang sehubungan dengan metode eksplorasi
langsung adalah sebagai berikut.
a. Pemetaan Geologi
Pemetaan
Geologi merupakan suatu kegiatan pendataan
informasi-informasi
geologi permukaan. Pemetaan geologi akan menghasilkan suatu bentuk laporan
berupa peta geologi yang dapat memberikan gambaran mengenai penyebaran dan
susunan batuan (lapisan batuan), serta memuat informasi gejala-gejala struktur
geologi yang mungkin mempengaruhi pola penyebaran batuan pada daerah
tersebut.
b. Tracing Float, Paritan dan Sumur Uji.
Penyusuran
(pencarian) endapan bijih dalam kegiatan eksplorasi dapat dilakukan dengan
kegiatan tracing float, pembuatan paritan atau sumur
uji. Uraian dari kegiatan tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1. Float adalah fragmen-fragmen/potongan-potongan ore yang berasal
dari penghancuran outcrop oleh erosi, (Totok Darijanto, 1990). Tracing Float adalah penjejakan fragmen-fragmen atau pecahan-pecahan
(potongan-potongan) dari badan bijih yang lapuk dan tererosi,
akibat adanya gaya gravitasi dan aliran air.
2. Trenching (Pembuatan Paritan) merupakan salah satu
cara dalam observasi singkapan atau dalam pencarian sumber (badan)
bijih/endapan.
3. Test
Pit (sumur uji) adalah sumuran
yang digali memakai peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, linggis untuk
memperoleh gambaran secara langsung susunan lapisan batuan yang ada dan
mengambil conto (sampel) endapan elluvial atau alluvial, (Partanto Projosoemarto, dkk, 1998). Sumur uji merupakan salah satu cara
dalam pencarian endapan atau pemastian kemenerusan lapisan dalam arah vertikal.
Pembuatan sumur uji ini dilakukan jika dibutuhkan kedalaman yang lebih dari
(>2,5 m). Pada umumnya suatu deretan (series) sumur uji dibuat searah jurus,
sehingga pola endapan dapat dikorelasikan dalam arah vertikal dan
horisontal. Sumur uji ini umumnya dilakukan pada eksplorasi
endapan-endapan
yang berhubungan dengan pelapukan dan endapan-endapan berlapis.
Pada endapan berlapis, pembuatan sumur uji ditujukan untuk
mendapatkan kemenerusan lapisan dalam arah kemiringan, variasi litologi atap
dan lantai, ketebalan lapisan, dan karaktersitik variasi endapan secara
vertical. Sumur uji dapat juga digunakan sebagai lokasi sampling. Biasanya
sumur uji dibuat dengan kedalaman sampai menembus lapisan batuan yang dicari
yaitu zona mineralisasi. Sketsa Sumur Uji dapat lihat pada Gambar 3.1.
Pada endapan yang berhubungan dengan pelapukan (laterik atau
residual), pembuatan sumur uji ditujukan untuk mendapatkan batas-batas zona
lapisan (zona tanah, zona residual, zona laterik), ketebalan masing-masing
zona, variasi vertikal masing-masing zona, serta pada deretan sumur uji dapat
dilakukan permodelan
3.2. Sumber
Daya Mineral dan Cadangan
Pengertian sumber daya mineral dan cadangan menurut Badan
Standarisasi Nasional dalam draft Amandemen I SNI 13-4726-1998, adalah sebagai
berikut :
a. Sumber Daya Mineral (Mineral Resource)
Sumber
daya mineral adalah endapan mineral yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara
nyata. Sumber daya mineral dengan keyakinan geologi tertentu dapat berubah
menjadi cadangan setelah dilakukan pengkajian kelayakan tambang dan memenuhi
kriteria layak tambang. Pembagian sumber daya mineral adalah sebagai berikut:
1. Sumber
Daya Mineral Hipotetik (Hypothetical Mineral Resource) adalah Sumber
Daya Mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan perkiraan
pada tahap Survai Tinjau.
2. Sumber
Daya Mineral Tereka (Inferred Mineral Resource) adalah Sumber Daya
Mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap
Prospeksi.
3. Sumber
Daya Mineral Terunjuk (Indicated Mineral Resource) adalah Sumber Daya
Mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap
Eksplorasi Umum.
4. Sumber
Daya Mineral Terukur (Measured Mineral Resource) adalah Sumber Daya
Mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap
Eksplorasi Rinci.
b. Cadangan (Reserve) adalah
endapan mineral yang telah diketahui ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan
kualitasnya dan yang secara ekonomis, teknis, hukum, lingkungan dan sosial
dapat ditambang pada saat perhitungan dilakukan.
1. Cadangan
Terkira (Probable Reserve) adalah Sumber Daya Mineral Terunjuk
dan sebagian Sumber Daya Mineral Terukur yang tingkat keyakinan geologinya
masih lebih rendah, yang berdasarkan studi kelayakan tambang semua faktor yang
terkait telah terpenuhi, sehingga penambangan dapat dilakukan secara ekonomik.
2. Cadangan
Terbukti (Proved Reserve) adalah Sumber Daya Mineral Terukur
yang berdasarkan studi kelayakan tambang semua faktor yang terkait telah
terpenuhi, sehingga penambangan dapat dilakukan secara ekonomik. Secara
sistematik hubungan antara sumberdaya dan cadangan dapat dilihat pada Gambar
3.2.
3.2.1. Manfaat
Perhitungan Sumberdaya dan Cadangan
Manfaat melakukan perhitungan
sumberdaya ataupun cadangan adalah diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Memberikan hasil perhitungan kuantitas
maupun kualitas (kadar) endapan. Memberikan perkiraan geometri 3 dimensi dari
endapan serta distribusi ruang (spasial) dari nilainya. Hal ini penting untuk
menentukan urutan penambangan yang pada gilirannya akan mempengaruhi pemilihan
peralatan.
2. Jumlah cadangan menentukan umur tambang, hal ini penting
dalam kaitannya dengan perancangan pabrik pengolahan dan kebutuhan
infrastruktur yang lain. (Sudarto Notosiswojo dan Agus
Haris,2005).
|
Eksplorasi Rinci (detailed exploration) |
Eksplorasi Umum (General Eploration) |
Prospeksi (Prospecting) |
Survei Tinjau (Reconnaissance) |
|
|
Studi Kelayakan dan atau Laporan Penambangan |
Cadangan Mineral Terbukti (Proved Mineral Reserve) |
|
|
|
|
|
Sumberdaya Mineral Kelayakan (Feasibility Mineral Resource) |
|||||
|
Studi Pra Kelayakan |
1. Cadangan Mineral Terkira (Probable Reserve) |
|
|||
|
2. Sumber Daya Mineral Pra Kelayakan (Prefeasibility Resource) |
|||||
|
Studi Geologi |
1-2. Sumberdaya Mineral Terukur (Measured Resource) |
1-2. Sumberdaya Mineral Tertunjuk (Indicated Resource) |
1-2. Sumberdaya Mineral Tereka (Inferred Resource) |
? Sumberdaya Mineral Hipotetik (Hypothetical Resource) |
|
Tinggi
Tingkat Keyakinan
Geologi
Rendah
Kategori
Ekonomis :
1 =
ekonomis
1- 2 = ekonomis ke berpotensi ekonomis
(berintrinsik
ekonomis)
2 =
berpotensi ekonomis
? = tidak ditentukan
Sumber, BSN-SNI 13-4726-1998.
Gambar 3.2
Sistem Klasikasi Sumberdaya Mineral Dan Cadangan
3.3. Metode Perhitungan Sumber Daya Dan Cadangan
Perhitungan cadangan atau sumber daya pada tahap eksplorasi pendahuluan berbeda
dengan tahap eksplorasi detil dan eksplorasi lanjut. Berbeda metode eksplorasi
berbeda tingkat kepercayaan data misalnya berupa jarak pengambilan conto,
jumlah conto dan support (Abdul Rauf, Modul Perhitungan
Cadangan Endapan Mineral, 1998).
Secara garis besar metode perhitungan
sumberdaya atau cadangan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu metode
konvensional, dan metode non konvensional, pembagiannya seperti di bawah ini:
3.3.1. Metode
Konvensional
Metode Konvensional merupakan metode yang tertua dan paling
umum digunakan. Mudah diterapkan, dikomunikasikan dan dipahami. Mudah
diadaptasikan dengan semua endapan mineral. Kelemahannya sering menghasilkan perkiraan
salah, karena cenderung menilai kadar tinggi saja, kadar suatu lokasi
diasumsikan konstan sehingga tidak akurat secara matematis.
Beberapa metode yang termasuk dalam metode konvensional adalah :
1. Metode Luas dan Faktor Rata-Rata
Dalam
metode ini, segmen/blok didasarkan kesamaan geologi endapan, kesamaan geologi
mencerminkan kesamaan ekonomi dan kesamaan metode penambangannya. Penamaanya
bergantung pada faktor dasar yang dihitung dan cara perhitungan kadar
rata-rata. Beberapa metode perataan yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Metode rata-rata Hitung
b. Metode rata-rata Hitung Pembobotan
c. Metode rata-rata Analogi
d. Metode rata-rata Blok geologi
Metode
ini diterapkan pada endapan berbentuk pipih, mendatar dan perlapisan. Beberapa
endapan bijihnya adalah: endapan bijih timah, endapan bijih besi, endapan
batubara, endapan batugamping dan lain-lain.
2. Metode Blok Penambangan
Metode
ini umumnya diterapkan pada tambang bawah tanah, penentuan blok didasarkan pada
pertimbangan geologi, nilai ekonomis endapan dan teknik penambangannya. Blok
diambil pada sisi terbuka sehingga metode ini dibagi empat yang berdasarkan
level atau sisi yang terbuka, beberapa metodete tersebut adalah sebagai berikut
:
a. Metode blok terbuka satu level
b. Metode blok terbuka Dua sisi
c. Metode blok terbuka Tiga sisi
d. Metode blok terbuka Empat sisi
3. Penampang Mendatar
Metode Penampang mendatar dibedakan menjadi tiga kelompok
yaitu:
a. Metode kontur
Mengikuti
pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change) Pembuatan kontur
secara interpolasi titik-titik yang sudah diketahui ketinggian topografinya.
Diterapkan untuk endapan mineral berbentuk Quarry (mineral industry) dan yang
dihitung cadangan raw material dan cadangan mineral berharga.
b. Metode Isopach
Prinsip
dan prosedur relatif sama dengan metode kontur, tetapi menghubungkan
titik-titik dengan ketebalan yang sama. Diterapkan pada endapan mineral dengan
ketebalannya relatif teratur.
c. Metode Isograde
Prinsip
dan prosedur relatif sama dengan metode kontur, tetapi menghubungkan
titik-titik dengan kadar yang sama, perbedaannya pada penentuan kadar
rata-rata.
3. Metod Analitik
Endapan
mineral dibagi dalam blok-blok secara grafis dalam benruk segitiga atau
polygon. Segitiga mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual
change) sedangkan polygon mengikuti pedoman titik terdekat (rule of
nearest point). Beberapa metode yang termasuk dalam metode analitik adalah
sebagai berikut:
a. Metode Segitiga
Segitiga
dibentuk dari titik-titik pengambilan conto, sehingga setiap segitiga merupakan
luas dasar dari prisma segitiga. Ketebalan dan kadar dari setiap segitiga
ditentukan secara rata-rata pembobotan, metode ini dibagi menjadi:
§ Metode Segitiga Sama Sisi
§ Metode Segitiga Tidak Sama Sisi
§ Metode Segitiga Sama Tumpul
b. Metode polygon
Poligon
dibentuk melalui titik-titik pengambilan conto sehingga mengikuti pedoman
perubahan bertahap (rule of gradual change) atau secara daerah pengaruh
masing-masing titik sehingga mengikuti pedoman titi terdekat (rule of
nearest point).
Berdasarkan
cara penentuan blok dan pedomannya, metode ini dibagi dua yaitu yang berpedoman
titik terdekat disebut juga metode polygon derah pengaruh dan yang berpedoman
perubahan bertahap disebut juga metode polygon titik sudut.
Ø Metode Polygon Daerah Pengaruh
Ketebalan
dan kadar untuk setiap polygon sama dengan titik pengambilan conto. Prosedur
perhitungannya lebih sederhana dari pada metode segitiga.
Ø Metode polygon titik sudut
Ketebalan
dan kadar tiap blok ditentukan secara rata-rata bobot. Berdasarkan bentuk
poligon metode ini dibagi menjadi: metode segiempat sama sisi, metode segiempat
memanjang, metode segiempat belah ketupat, metode segiempat trapezium, metode
segilima, metode segienam, metode segitujuh, metode segidelapan dan seterusnya.
4. Metode Blok Reguler
Metode
blok regular adalah metode perhitungan cadangan yang membagi endapan mineral
menjadi beberapa blok berbentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang.
Berdasarkan pada cara pembuatan bloknya maka metode blok reguler dibagi menjadi
dua yaitu: blok berdasarkan titik conto dan blok berdasarkan ukuran tetap.
Penguraian tentang metode blok regular secara lebih rinci akan dilakukan pada
sub bab tersendiri karena metode blok regular akan digunakan dalam perhitungan
sumberdaya endapan placer
Blok
Rau-Rau ring 3a.
3.3.2. Metode
Konvensional
Merupakan metode estimasi sumberdaya/cadangan secara
geostatistik yang memiliki tingkat ketelitian yang lebih besar dibandingkan
dengan metode-metode konvensional, akan tetapi metode ini sangat rumit dan
sulit untuk dipahami. Geostatistik merupakan cabang daripada statistik terapan
yang dibantu dengan deskripsi matematik dan analisa (observasi geologi).
Pada dasarnya geostatistik dapat digunakan untuk estimasi dan penelaahan
variable, faktor atau keadaan yang ada kaitannya dengan ilmu kebumian,
(Nasrudin Usman, 2004).
Variogram atau semivariogram
merupakan alat utama dalam perhitungan melalui geostatistik. Variogram yaitu
representasi hubungan antara data secara spsial (ruang) pada suatu arah
tertentu. Model variogram eksperimental yaitu variogram yang diperoleh dengan
memasukkan nilai sampel dalam rumus variogram. Hal ini dilakukan agar variogram
tersebut dapat digunakan untuk alat estimasi nilai suatu dimensi yang lebih
besar daripada ukuran sampel.
3.4.
Perhitungan Sumberdaya Metode Blok Reguler
Metode blok regular adalah metode perhitungan cadangan yang
membagi endapan mineral menjadi beberapa blok berbentuk bujur sangkar atau
empat persegi panjang. Berdasarkan pada cara pembuatan bloknya maka metode blok
reguler dibagi menjadi dua yaitu: Blok berdasarkan titik conto dan blok
berdasarkan ukuran tetap.
1. Blok Berdasarkan Titik Conto
Blok
dibentuk dengan menghubungkan setiap titik conto, mengikuti pedoman perubahan
bertahap setiap (rule of gradual change) atau masing-masing titik conto
dibuat daerah pengaruhunya dan mengikuti pedoman titik terdekat (rule of
nearest point). Kedua pedoman tersebut di atas memberikan konsekuensi
yang berbeda. Pada pedoman perubahan bertahap setiap titik pengambilan conto
dapat digunakan untuk empat blok dan pada pedoman titik terdekat masing-masing
titik pengambilan conto merupakan satu blok berbentuk segiempat, lihat Gambar
3.3.
Berdasarkan cara penentuan blok dan
pedomannya, metode blok regular berdasarkan titik conto dapat dibagi dua, yaitu
yang berpedoman pada perubahan bertahap disebut juga metode blok regular titik
sudut dan berpedoman pada titik terdekat disebut metode blok regular daerah
pengaruh.
|
Add
caption |
Blok Berdasarkan Titik Conto
a.
Metode Blok Regular Daerah Pengaruh
Setiap
titik conto berada dalam satu blok, Batas-batas blok ditentukan oleh garis yang
melalui sebuah titik yang terletak di antara dua titik conto atau setengah
jarak dari titik ke titik di dekatnya. Jika jalur eksplorasi dibuat sama dan
jarak conto satu dengan lainnya tidak sama, maka luas blok tidak akan sama.
Tidak menutup kemungkinan apabila jarak conto satu dengan conto lainnya sama
maka luas blok sama. Untuk setiap blok, ketebalan dan kadar terwakili dari
ketebalan dan kadar titik conto yang berada di dalam blok.
Jika:
l
= Lebar blok,
p =
Panjang Blok
t =
ketebalan titik conto
f =
Tonage factor serta
c =
kadar titik conto
Maka:
|
Luas Blok (Ab) |
= I x P ………….. (3.1) |
|
Volume Blok
(Vb) |
= Ab x t ………… (3.2) |
|
Cadangan Material Blok (Qb) |
= Vb x f ………… (3.3) |
|
Cadangan Material total (Q) |
= .……… (3.4) |
|
Cadangan bijih/metal tiap blok
(Pb) |
= Qb x c ………… (3.5) |
|
Cadangan Bijih/metal total (Q)(P) |
= ..……… (3.6) |
2. Blok Berdasarkan Ukuran Tetap
Diterapkan
untuk memprediksi kadar dan ketebalan suatu blok berdasarkan data titik
conto disekitarnya yang terdekat. Pembobotan inverse distance (dalam
geostatistik secara kriging) didasarkan pada jarak conto terhadap blok yang
akan diprediksi kadar dan ketebalannya, lihat gambar 3.4. Secara umum dapat
dibagi menjadi 3 yaitu Metode inverse distance (ID),
Metode inverse distance squared (IDS), dan
Metode inverse distance cubed (IDC ID3)



Komentar
Posting Komentar