Sistem Pemutar Pemboran Migas
SISTEM PEMUTAR
Fungsi
utama sistem pemutar adalah untuk memutar rangkaian pipa bor dan memberikan
pemberat diatas pahat saat pemboran. Sistem pemutar ini terdiri dari empat sub
komponen utama :
-
Swivel
-
Rotating
Assembly (Unit Pemutar)
-
Drill
Stem (Batang Bor)
-
Bit
(Mata Bor)
Fungsi
utama sistem pemutar adalah untuk memutar rangkaian pipa bor dan memberikan
pemberat diatas pahat saat pemboran. Sistem pemutar ini terdiri dari empat sub
komponen utama :
-
Swivel
-
Rotating
Assembly (Unit Pemutar)
-
Drill
Stem (Batang Bor)
-
Bit
(Mata Bor)
Peralatan putar berfungsi untuk :
·
Memutar
rangkaian pipa bor selama operasi pemboran berlangsung.
·
Menggantungkan rangkaian pipa bor yaitu dengan slip yang dipasang
(dimasukkan) pada rotary table ketika menyambung atau melepas bagian-bagian
drill pipe.
Rangkaian pipa
bor menghubungkan antara swivel dan mata bor, berfungsi untuk :
§
Menaikkan-menurunkan mata bor.
§
Memberikan beban diatas pahat untuk penembusan (penetration).
§
Meneruskan putaran ke mata bor dan,
§
Menyalurkan fluida pemboran yang bertekanan ke mata bor.
Mata bor merupakan
peralatan yang langsung menyentuh formasi, berfungsi untuk menghancurkan dan
menembus formasi.
A. Swivel
Swivel merupakan alat
berbentuk khusus yang digantung pada hook yang terletak dibawah Travelling
Block
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 1
B. Rotary
Assembly
Rotary Assembly (Unit
Pemutar) adalah suatu perangkat mesin pemutar yang mempunyai fungsi utama untuk
:
·
Memutar
batang bor selama operasi pemboran
·
Menahan dan menggantung batang bor di meja putar dengan rotary slips
pada waktu menambah atau melepas pipa dari rangkaian pipa bor.
Unit pemutar terletak di lantai bor di bawah
crown block terdiri dari :
·
Rotary
table
·
Master
bushing
·
Kelly
bushing
·
Rotary
slips
·
Make up
dan break out tong

Gambar 1.1
Rotating System
2 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
C. Rotary Table
Meja putar,
master bushing dan kelly bushing digunakan bersama-sama untuk memutar rangkaian
pipa bor. Meja putar bersama-sama dengan otary slips dipakai untuk menggantung
dan menahan batang bor di dalam sumur sewaktu melepas atau menambah pipa bor
dengan bantuan kunci-kunci pengikat dan pelepas.
D. Drill Stem
Drill stem
adalah suatu rangkaian pipa-pipa penghubung dari swivel sampai ke mata bor dan
mempunyai fungsi utama untuk :
·
Menurunkan
dan menaikkan mata bor
·
Memberikan
beban pada mata bor untuk penembusan/pemecahan batuan
·
Meneruskan
gaya putar ke mata bor
·
Menyalurkan
lumpur pengeboran bertekanan tinggi ke mata bor
Drill stem
bergantung pada swivel stem, bail swivel dan travelling block, memanjang
kebawah melalui lubang meja putar sampai ke dasar lubang sumur, sebagai sebuah poros
pemutar mata bor.
Batang bor terdiri dari :
·
Kelly
(pipa segi)
·
Upper
kelly cock dan lower kelly cock
·
Kelly
saver sub
·
Drill
pipe
·
Drill
collar
·
Specialized
down hole tools
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 3
1.1. ROTATING EQUIPMENT
Rotary
Swivel
Swivel
merupakan alat berbentuk khusus yang digantung pada hook dibawah travelling
block. Swivel berada dipuncak batang bor dan karena konstruksinya, memungkinkan
kelly berikut batang bor berputar bebas selama operasi pengeboran. Swivel berfungsi
untuk :
·
Memberikan
kebebasan kepada rangkaian pipa bor untuk berputar
·
Sebagai penghubung antara rotary hose dengan kelly sehingga memungkinkan
lumpur bor untuk sirkulasi tanpa mengalami kebocoran.
·
Menghubungkan
drill stem ke sistem pengangkat.
Swivel dikaitkan ke hook dan travelling block
melalui swivel bail.
Swivel harus
mampu menahan beban berat drill stem selama operasi pemboran dan ditambah beban
tarikan (over pull) bila drill stem terjepit dan lain-lain.
·
Memungkinkan rotary system memutar batang bor (drill stem). Body/Housing
swivel tidak berputar tetapi menahan swivel stem yang berhubungan dengan kelly
dan drill stem dibawahnya.
Badan swivel
memiliki unit-unit (bearing) yang menahan dan mengatur gerakan swivel,
dihubungkan dengan kelly dan drill stem yang diputar oleh meja putar 35 – 200
RPM.
·
Mengalirkan lumpur bor tekanan tinggi ke drill stem tanpa kebocoran.
Lumpur yang bertekanan dari rotary hose, melewati swivel goose neck, wash pipe
asembly dan swivel stem lalu masuk ke kelly dan drill stem dibawahnya.
Swivel
dibuat tahan terhadap bahaya kikisan/erosi dari lumpur bor. Tahan terhadap
kebocoran pada tekanan sirkulasi yang mencapai 4500 psi dan debit dapat
mencapai 1000 GPM dengan putaran drill stem mencapai 200 RPM atau lebih dan juga
harus mampu menahan beban lebih dari 500 ton.
4 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 1.2
Swivel

Gambar 1.3
Konstruksi Swivel
Bail
Bail adalah
bagian atas dari swivel yang berbentuk huruf V dengan ujung setengah lingkaran
yang dikaitkan pada hook dibawah travelling block. Bail dibuat dari baja tempa
(forged steel) demikian juga bail pin-nya. Bail pin menghubungkan bail dengan
body (housing) swivel dimana pin masuk kedua lubang pada body, sehingga
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 5
pada kedua
lubang dari ujung-ujung bail tertahan dengan konstruksi double shear pada body
swivel. Dengan demikian membuat hubungan pin dan body lebih kuat, tidak dapat
lepas dan akan tertahan kuat.
Pin dapat diganti,
tetapi untuk mencegah keausan antara pin dan lubang bail, harus diberikan
grease setiap kali penggantian. Pemberian grease dapat sekaligus mencegah
korosi yang dapat timbul ditempat tersebut.
Gooseneck
Gooseneck
adalah pipa melengkung hampir setengah lingkaran terletak dibagian atas swivel
dimana rotary hose disambung. Sudut yang terbentuk dari goose neck center line
dan vertical line harus 15 0 . Ukuran dari sambungan
swivel goose neck dapat 2”, 2.5”, 3”, 3.5” atau 4 inch.
Wash Pipe Assembly
Wash Pipe
Assembly (wash pipe + packing) adalah merupakan suatu bagian peralatan yang
memiliki susunan unit packing yang kedap tekanan (terletak pada ruangan
tertutup bagian atas swivel) yang menghubungkan rotary hoose (gooseneck) dengan
swivel stem yang berputar.
Wash pipe
assembly dapat dilepas untuk dibersihkan dan dirawat/diperbaiki dengan mudah.
Terdapat empat
buah packing ring, yang masing-masing packing ring membuat kerapatan
sendiri-sendiri, sehingga packing ring yang pertama akan membuat kerapatan yang
bekerja aktif karena tekanan (pressure tight seal). Apabila kemudian packing
pertama tersebut aus, maka packing ring yang kedua akan menggantikan memberikan
kerapatan, demikian seterusnya untuk packing yang ketiga dan keempat akan
bekerja setelah packing ring sebelumnya aus/rusak. Agar packing ring dapat
berumur panjang perlu pelumasan dengan grease yang diberikan sekali setiap
penggantian.
6 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 1.4 Wash
Pipe Assembly
Oil Bath System
Pelumasan pada ketiga
bearing dalam housing swivel dilakukan dengan jalan direndam dan disirkulasi
langsung oleh minyak pelumas yang diisikan kedalam housing swivel. Jumlah
volume pelumas yang diperlukan bervariasi tergantung ukuran swivel dan pabrik
pembuatnya.
Pelumasan dapat
dilakukan dengan minyak pelumas dan grease. Untuk minyak pelumas yang
disarankan pabrik:
•
Ambient
temp +30ºF sampai +155ºF AGMA#6EP atau SAE 140
•
Ambient
temp 0ºF sampai +125ºF AGMA#4EP atau SAE
90
•
Ambient
temp -20ºF sampai +80ºF NO#1EP atau SAE 80/75.
Note :
AGMA = American Gear Manufacture Association.
SAE = Society of Automotive Engineers.
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 7
Tabel 1.1. Volume Pelumasan pada housing swivel
|
OIL WELL |
OIL BATH |
CAMACO |
OIL BATH |
|
SWIVEL |
CAPACITY |
SWIVEL |
CAPACITY |
|
type |
Gal |
type |
gal |
|
|
|
|
|
|
SA 225 |
12 ½ |
LB 400 |
10 |
|
|
|
|
|
|
SA 300 |
15 ½ |
LB 500 |
15 |
|
|
|
|
|
|
SA 425 |
19 ½ |
LB 650 |
19 ½ |
|
|
|
|
|
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Minyak pelumas
di dalam rotary swivel harus bersih dari lumpur dan pasir. Karena bila ada
material tersebut dalam minyak pelumas akan dapat menyebabkan rusaknya bearing
setelah ± 8 jam operasi.
Bonet
Bonet terbuat dari baja tuang yang melindungi wash pipe assembly.
Housing adalah
bagian swivel berbentuk mangkuk terbuat dari baja tuang (cast steel) yang
menjadi rumah dari unit bagian-bagian rotary stem assembly. Body ini sekaligus
sebagai tempat pelumas dan harus berkekuatan besar untuk menahan beban driil
stem.
Bearing pada
swivel terdapat 3 buah yaitu upper bearing, main bearing dan lower bearing.
Main bearing
berfungsi untuk menahan beban ke bawah hampir seluruhnya ( ± 99 %) atau tapered roller bearing dan bearing
itu terletak diantara upper dan lower race. Upper dan lower bearing mempunyai
tugas untuk menaikkan beban kesamping, sehingga swivel stem dapat bergerak
lurus ditengah-tengah.
Apabila upper
bearing (upthrust bearing) dan main bearing terlalu banyak clearance
(kerenggangan) akan menyebabkan swivel stem kocak dan antara bearing dan race
dari main bearing akan kocak naik turun, yang akan menyebabkan terjadinya
luka-luka kecil pada roller dan race. Selain dari pada itu gejala lain yang
akan menyebabkan luka pada roller dan race adalah penggantian wash pipe dan
packing berlebihan (frekwensi penggantian tidak normal). Salah satu jalan
terbaik untuk mengatasi itu dilakukan pengecekan clearance tersebut dengan alat
sistem magnetis dan jarum penunjuk. Pengecekan ini disarankan dilakukan setiap
enam bulan sekali.
8 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Swivel Stem
Swivel Stem adalah poros
bantalan berputar yang menonjol dari swivel kebawah dan untuk dihubungkan
dengan swivel sub atau drill stem.
Pemilihan
Terdapat beberapa data
spesifikasi dari swivel yang perlu diketahui dan dipahami untuk dapat melakukan
pemilihan dan pengoperasian dengan benar antara lain :
-
Dead Load Rating atau Maximum Static Load Rating atau disebut juga
Working Load Strength rating.
Dead Load rating atau
Maximum Static Load Rating atau disebut juga Working Load Strength Rating
adalah merupakan kapasitas beban maksimum yang diijinkan pada saat drill stem
tidak diputar.
Besarnya Dead
Load rating ini ditentukan oleh kapasitas main bearing dari swivel untuk
keadaan tidak berputar. Apabila beban yang diberikan pada swivel ini umumnya
menjadi kode angka yang ditulis sebagai model/tipe swivel. Contoh dari national
P 400, Oil Well PC 300, Continental Emsco LB 500. Angka tersebut menunjukkan
Dead Load rating Swivel dalam tons. Meskipun ada sebagian kecil pabrik swivel
yang tidak membuat kode model demikian misalnya swivel dari Gray.
-
Bearing
API Rating at 100 RPM
Bearing API
Rating adalah menunjukkan kapasitas swivel maksimum yang diizinkan saat drill
stem diputar 100 putaran permenit. Semakin tinggi putaran drill stem kapasitas
maksimum yang diizinkan harus diturunkan, demikian juga sebaliknya jika putaran
drill stem lebih rendah maka kapasitas ini perlu diperhatikan selama operasi
dengan memutar drill stem agar memperoleh masa pakai yang panjang dari swivel.
-
Length
over all – bail up right
Length Overall –
bail up right menunjukkan panjang dari bagian dalam bail sampai ke ujung
coupling dari swivel sub. Ukuran ini diperlukan untuk memperhitungkan panjang
keseluruhan dari block assembly dan untuk memperhitungkan panjang gerak kelly
apabila tinggi dari menara terbatas sekali.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 9
-
Swivel
stem connection dan swivel sub connection
Data ukuran dan
tipe coupling dari swivel stem dan swivel sub itu digunakan untuk menyesuaikan
kelly connection yang tersedia. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari pemakaian
crosover, diantara kelly dengan swivel, yang mempengaruhi panjang gerak kelly
di dalam menara dan pada saat kelly sedang diletakkan dalam kelly hole akan
lebih panjang sehingga dapat membuat kelly dapat bengkok karena beberapa model
swivel yang memiliki berat cukup besar. Disamping itu dapat pula mempersulit
pekerjaan mengkaitkan hook dengan swivel saat di kelly hole.
Pengoperasian
- Untuk swivel baru catatlah
secara permanent pada buku pemeliharaan data-data dari name plate yang menempel
pada swivel housing, yang meliputi serial number dan lain-lain.
-
Lepaskan drain plug untuk membuang endapan-endapan dari housing dan
ganti dengan minyak pelumas dengan type dan grade yang benar dan volume yang
cukup. Untuk pemakaian swivel baru yang akan dipakai, atau untuk swivel yang
telah lama sekali tidak dipakai.
-
Lepaskan
temporary shipping plug dan pasang breather.
-
Cek benar apakah oil seal telah dilumasi dengan grease dengan memompa
grease melalui grease fittingnya.
-
Selama swivel dipergunakan disambung dengan drill stem, operasikan
dengan batas jangan sampai melebihi dead rating dari swivel saat ia tidak
berputar dan jangan melebihi bearing API rating untuk swivel yang dipakai
operasi memutar drill stem 100 rpm dan ingat untuk putaran yang lebih tinggi
maksimum beban yang diizinkan harus diturunkan lebih rendah dari bearing API
rating.
-
Berikan
perawatan swivel seperti pada sub bab perawatan.
Perawatan
Berikut ini akan dibahas
cara pemeliharaan/perawatan dan perbaikan secara garis besar dan detail.
10 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Tahap pemeliharaan yang penting dilakukan adalah
:
-
Pelumasan
yang baik
-
Pengaturan sedikit (penyetalan kembali) untuk mengidentifikasi adanya
keausan-keausan, apabila diperlukan. Selain dari pada itu ada kemungkinan
diperlukan penggantian-penggantian.
Berikut ini akan dibicarakan pemeliharaan swivel
secara umum.
Perawatan Dari Segi Pelumasan
Gambar 1.5.

Perawatan
Swivel
1. Pompakan grease pada setiap
grease fitting setiap tour (aplus) pada wash pipe dan sekali setiap tour
(aplus) pada upper oil seal dan lower oil seal.
Pemberian grease akan
efektif dan mudah masuk saat pompa mati atau swivel berada di kelly hole.
Terutama pada wash pipe dan pada saat swivel menggantung.
2. Minyak pelumas di dalam
housing cukup terjaga, dengan melakukan pengecekan sehari sekali, yaitu dengan
memakai tongkat pengukur pada Breather dan swivel pada posisi sedang tegak
tergantung. Permukaan pelumas baik apabila sampai batas High.
3. Pakailah jenis dan grade
grease dan minyak pelumas yang disarankan.
4. Pelihara relief fitting
atau breather vent tidak tertutup saat operasi.
Perawatan Saat Transportasi
1. Ganti breather dengan pipe plug untuk mencegah
tumpahan minyak pelumas
2. Pasang thread protector pada swivel sub.
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 11
Perbaikan Wash Pipe Packing Assembly

Gambar 1.6. Wash Pipe Packing Assembly
Pada setiap
drilling rig yang beroperasi disarankan harus tersedia satu set wash pipe
packing assembly dalam keadaan baik, serta siap untuk dipasang. Sehingga
apabila diperlukan untuk melakukan penggantian pada swivel yang dipakai
beroperasi maka wash pipe assembly dilepas dari swivel dan dapat langsung
dilakukan pemasangan dengan wash pipe packing assembly yang telah disiapkan.
Selain daripada
hal tersebut diatas, pada setiap rig juga harus selalu tersedia komponen spare
part dari wash pipe packing assembly. Sehingga dengan demikian, wash pipe
packing assembly yang aus dapat dilakukan perbaikan dan penggantian, untuk
persiapan penggantian berikutnya bila ada kebocoran.
Tahapan Untuk Mengganti Wash Pipe Packing
Assembly:
1. Putar packing housing untuk
melepas dari body swivel dan melepas dari gooseneck.
2. Ambil wash pipe packing assembly melalui housing
cap opening.
12 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
3. Lepaskan snap ring atau
sistem penahan packing lain dan kemudian lepaskan housing assembly dan ring nut
assembly dari wash pipe. Lepaskan semua packing-packing dan ring-ring dengan
memakai kait.
4. Lakukan pencucian
pemeriksaan keausan dari bagian wash pipe, metal packing, ring dan lain-lain,
dan ganti apabila diperlukan.
5. Lakukan pembersihan dan
cuci bagian dalam packing housing, ring nut dan spcer ring.
6. Memasang packing baru dengan urutan sebagai
berikut :
-
Berikan sedikit minyak pelumas pada semua packing yang akan dipasang dan
juga pada housing dan metal specer ring.
-
Pasang
adapter ring dan packing ring yang pertama.
-
Pasang metal specer ring yang pertama, yaitu ring specer yang memiliki
lubang untuk saluran grease. Pada saat memasang usahakan memasukkan sehingga
lubang grease dari specer ring akan tepat berhadapan dengan lubang grease pada
housing. Selanjutnya pasang grease fitting terlebih dahulu sebelum memasang
ring berikutnya.
-
Selanjutnya pasang dua set packing + specer ring dan sebuah packing ring
dengan lower adapter ring (spacer ring yang terakhir) dan ganti O ring dan beri
grease Lower adapter ring pada swivel dari Emsco agar packing tidak lepas lagi
dan dapat disekrup, sekrup ditahan dengan allen wrench, sampai menekan spacer
ring dan setelah itu putar balik ¼ putaran.
-
Pada housing yang telah berisi packing berikan grease di bagian dalam
pada celah-celah packing dan spacer.
-
Memasang satu metal spacer dan packing ring ke dalam ring nut, kemudian
masukkan wash pipe sehingga slot dari wash pipe tepat masuk pada plug dari
metal spacer, kemudian pasang snap ring.
-
Ganti
dan pasang O ring yang telah diberi sedikit grease.
-
Selanjutnya wash pipe dapat dimasukkan kedalam housing, dan wash pipe
packing assembly siap dipakai.
7. Memasang kembali wash pipe packing assembly pada
swivel :
-
Letakkan assembly tersebut diantara body dan goose
neck.
-
Putar untuk mengikat packing housing ke body dan ring nut ke goose neck.
Keraskan secukupnya, untuk mencegah packing assembly berputar di
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 13
dalam housing. Apabila
terlalu keras dapat menyebabkan rusaknya packing assembly.
-
Setelah swivel dioperasikan satu jam, cek kembali wash pipe packingnya
dan bila perlu dikerasi lagi housingnya.
Mengganti Oil Seal dan Wear Sleeve
Semua swivel
memiliki sebuah oil seal dibagian atas (top oil seal) dan dua oil seal dibagian
bawah (bottom oil seal) swivel.
Top oil seal
mempunyai sebuah “replace wear sleeve” yang duduk di tekan pada shoulder di
body. Oil seal dan sleevenya harus dicek keausannya apabila wash pipe dan
packing housing dilepas untuk pengecekan. Dua oil seal bawah (bottom oil seal)
dan specernya duduk pada retainer yang dibaut pada bagian bawah housing.
Untuk
pengecekan atau penggantian harus dibuang dahulu minyak pelumas dari housing
dan baru melepas retainer tersebut. Dalam mengganti oil seal, arah dari bibir
seal harus menghadap ke atas untuk top dan bottom oil seal.
Setting Bearing

Gambar 1.7
Setting Bearing
14 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
1. Clearance yang tepat untuk
main bearing dapat diatur dengan auxiliary thrust bearing yang diatur dengan
jalan mengambil atau menambah skim yang terletak diantara housing dan housing
cap.
2. Pengaturan ini dapat dicek
dengan memakai alat indikator magnetic. Tetapi dapat dilakukan berdasar
perkiraan. Yaitu dengan jalan mengambil dan menambah skim sampai terasa sedikit
hambatan apabila body diputar dengan tangan dengan keadaan housing cap dibaut
dengan baik
3. Selanjutnya apabila sudah
didapat demikian, housing cap dilepas kembali dan ditambah 0.007 inch skim
untuk mendapatkan clearance yang tepat bila cap housing dipasang dan dibaut
ditempatnya.
4. Agar lebih baik upper
thrust dan main bearing disarankan dicek setiap enam bulan sekali. Karena
clearance yang besar akan merusak bearing dan juga menyebabkan wash pipe
packing cepat rusak.
Tabel 1.2. Permasalahan pada Wash Pipe dan Cara
Mengatasinya
|
Trouble |
Kemungkinan
Penyebab |
Cara
Mengatasi |
|
|
Wash pipe |
|
|
|
|
packing
rusak |
Pelumasan
yang terlambat |
Pompakangreaseminimum |
|
|
sebelum |
sekali setiap tour (aplous) |
||
|
|
|||
|
waktunya |
|
|
|
|
|
Terlalu
keras didalam mengikat |
Ganti spacer ring dan packingnya |
|
|
|
bila perlu, ikat housing |
||
|
|
packing
housing atau akibat |
||
|
|
secukupnya,
tetapi cukup keras |
||
|
|
space ring yang rusak masih |
||
|
|
untuk mencegah packing |
||
|
|
dipasang |
||
|
|
berputar. |
||
|
|
|
||
|
|
Tidak cukup/terlalu kendor |
|
|
|
|
pengikatan
packing housing, |
Ikat
packing secukupnya untuk |
|
|
|
menyebabkan
packing berputar |
mencegah
packing berputar |
|
|
|
didalam
housing |
|
|
|
|
Wash
Pipe aus |
Ganti wash pipe dan juga pakai |
|
|
|
wash
pipe packing yang baru |
||
|
|
|
||
|
|
Wash pipe yang tidak satu poros |
|
|
|
|
(mislignment) akibat penanganan |
Housing
cap dan wash pipe harus |
|
|
|
yang
kasar atau kesalahan kerja. |
||
|
|
segera diperbaiki atau diganti |
||
|
|
Akibatnya packing aus tidak |
||
|
|
|
||
|
|
merata |
|
|
|
|
Setting (adjusment) bearing yang |
Gunakan prosedur pengaturan |
|
|
|
tidak benar |
clearance bearing yang benar |
|
|
Minyak
bocor di |
Oil
seal rusak atau aus atau seal |
Ganti baru dan hati-hati di dalam |
|
|
memasang
jangan sampai rusak |
|||
|
oil seal |
wear sleeves yang rusak |
||
|
sealing lips. |
|||
|
|
|
||
|
|
|
Pasang breather sehingga dapat |
|
|
|
Breather
tidak terbuka, atau |
berhubungan dengan udara luar |
|
|
|
dengan
alam housing bila |
||
|
|
tersumbat |
||
|
|
tekanan naik akibat panas karena |
||
|
|
|
||
|
|
|
operasi |
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 15
1.2. ROTARY ASSEMBLY
Rotary Assembly (unit
Pemutar) adalah suatu perangkat mesin pemutar yang berkekuatan besar dan
mempunyai fungsi utama untuk :
- Memutar batang bor selama operasi-operasi
pemboran.
-
Menahan dan menggantung batang bor atau pipa lainnya dengan slip-slip
atau melepas pipa dari rangkaian pipa bor.putar (rotary slip) sewaktu menambah
atau melepas pipa dari rangkaian pipa bor.

Gambar 1.8
Rotary Assembly
Unit pemutar terletak dibawah crown Block dan terdiri dari:
·
Rotary
table
·
Master
Bushing
·
Kelly
bushing
·
Rotary
slips
·
Insert
bowl/slip bowl
·
Make up
dan break out tong
·
Kelly
spiner
16 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
1.2.1 Rotary
Table
Rotary
table (meja putar) bersama-sama dengan bantalan utama dan bantalan pipa segi
dipergunakan untuk memutar batang bor. Disamping itu rotary table bersama-sama
dengan rotary slips dipakai untuk menggantung dan menahan batang bor atau pipa
lainnya sewaktu melepas atau menambah pipa bor, dengan bantuan kunci tongs.
Pada tahun 1980 an sampai sekarang telah berkembang sistim pemutar batang bor,
tidak diputar dengan rotary table tetapi dengan unit pemutar yang terletak
dibawah hook dan kombinasi dengan swivel. Unit ini disebut Top Drive atau Power
Swivel dengan tenaga penggerak utama motor listrik, dengan kekuatan yang sama
dengan rotary table biasa.
Sistem Penyaluran Tenaga
Ukuran
dan kapasitas beban rotary table berkisar antara 100 sampai 600 ton. Kecepatan
putaran pengeboran berkisar antara 35 sampai 200 putaran permenit searah jarum
jam. Kecepatan diatur oleh Driller, tergantung pada tipe mata bor yang dipakai
dan lapisan yang ditembus.
Sistem penyaluran tenaga ke meja putar melalui
dua cara yaitu :
-
Melalui rantai penggerak ke “Drawwork”, meja pemutar digerakkan dengan
sistem transmisi rantai, yang digerakkan oleh gigi gear (sprocket) di drawwork.
-
Hubungan
langsung dengan penggerak mula (prime mover independent drive)

Gambar 1.9 Rotary Table digerakkan Draw work
Motor penggerak yang terpisah/sendiri ini
memberi kemungkinan :
a. Pemakaian Drawwork yang
lebih leluasa dan pengontrolan pemutaran string yang lebih tepat.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 17
b. Dapat memperoleh tenaga
yang lebih besar untuk memperbaiki efisiensi dari sistem-sistem sirkulasi
dengan memanfaatkan motor drawwork untuk menggerakkan pompa.
c. Dapat memperpanjang usia drawwork dan
memperkecil frekwensi reparasi.

Gambar 1.10 Rotary Table digerakkan Prime Mover
Alat Perlengkapan Pemutar
Ada tiga macam
alat perlengkapan pemutar yang dipakai dengan meja pemutar,
perlengkapan-perlengkapan itu adalah :
1. Master bushing, yang di masukkan ke dalam meja
pemutar
2. Kelly bushing
Apabila bantalan kelly di
sambung dengan bantalan utama akan dapat menghasilkan gerak putar pada saat
pengeboran.
3. Rotary slip, yang di
masukkan ke dalam bantalan utama untuk menggantung batang bor, sebagai
tambahan, ada dua pasang rotary tong, yaitu make up tong dan break out tong
yang dipakai untuk menyambung dan melepas sambungan-sambungan komponen-komponen
batang bor dan kelly spiner untuk mempercepat penyambungan dan melepas kelly.
Master bushing
(bantalan utama) adalah alat yang dapat dilepas dan diganti dengan ukuran yang
sesuai dengan lubang pada meja pemutar dan kebutuhan operasi. Alat ini menjadi
tempat kedudukan salah satu dari dua alat-alat perlengkapan pemutar yaitu kelly
bushing atau rotary slip.
18 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Kelly
dimasukkan melalui bantalan kelly, bantalan utama dan meja putar. Kemudian
tenaga putar (gerakan berputar) diteruskan dari meja pemutar ke kelly dan
batang bor dibawahnya.

Gambar 1.11
Master Bushing

Gambar 1.12
Rotary Slips
Apabila slips
pemutar dimasukkan kedalam bantalan utama, akan dapat dipakai untuk menggantung
batang bor pada saat penambahan atau pengurangan bagian-bagian dari batang bor.
Dapat menahan karena memiliki gigi-gigi yang tajam dan bentuk yang tirus
(dies). Rotary slips disisipkan kedalam bantalan utama sekeliling batang bor
sehingga batang bor tergantung bebas didalam sumur bor.
1.2.2 MASTER BUSHING
Ada dua tipe
dasar dari master bushing (bantalan utama), yaitu : tipe utuh (solid) dan tipe
dua bagian atau tipe terbelah (split)
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 19
1.Tipe utuh (solid)
Bantalan utama tipe solid
adalah yang paling banyak dipakai untuk operasi-operasi pengeboran biasa.

Gambar 1.13
Tipe Solid
2. Tipe terbelah (split)
Bantalan utama tipe split
adalah yang paling umum dipakai untuk operasi dengan drill collar yang besar
dan casing.

Gambar 1.14
Tipe Split
20 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
1.2.3 SLIP
BOWL
Slip Bowl (mangkuk-mangkuk
pengisi) adalah bantalan pengisi dari logam yang diletakkan didalam bantalan
utama untuk mengatur atau menyesuaikan ukuran pipa dan slip yang dipakai yang
berubah-ubah menurut keperluannya.

Gambar 1.15
Slip Bowl
1.2.4 KELLY
BUSHING (BANTALAN KELLY)
Kelly bushing
ini adalah alat yang dipasang masuk ke dalam master bushing untuk menyalurkan
gaya putar pada kelly dan batang bor sewaktu mengebor sumur bor (lubang).
Lubang pada kelly bushing ini berbentuk sama dengan bentuk kelly yang dipakai
persegi, segitiga atau segi enam. Ada dua tipe dasar dari bantalan-bantalan
kelly :
1. Pin Drive
Mempunyai empat pin yang
dimasukkan kedalam bagian atas dari master bushing.
2. Square Drive
Mempunyai penggerak tunggal
berbentuk segi empat yang dimasukkan kedalam master bushing.

Gambar 1.16 Pin Drive dan Square Drive
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 21
1.2.5 ROTARY
SLIPS
Kumpulan dari
alat-alat pemegang dari baja yang meruncing bentuknya, dipasang dibagian dalam
dari master bushing mengelilingi satu bagian dari pipa/batang bor untuk
menggantung pipa/batang bor di dalam lubang sewaktu dilakukan penyambungan atau
pelepasan sambungan. Slip-slip ini bergerigi sehingga dapat mencekam batang bor
secara erat pada waktu penyambungan. Ada dua macam slip-slip, yaitu : manual
dan power slip.

Gambar 1.17
Rotary Slips
1.2.6 ROTARY
TONG
Rotary tong
adakah kunci-kunci besar yang digantung diatas lantai rig dekat meja putar,
yang dipasang pada bagian-bagian dari batang bor, baik untuk menyambung maupun
melepas sambungan. Kunci tersebut adalah break out tong atau lead tong dan make
up tong atau back up tong.

Gambar 1.18 Rotary Tong
22 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
1.2.7 KELLY SPINNER (PEMUTAR KELLY)
Kelly spiner
adalah alat yang berkekuatan besar dan dipakai pada beberapa rig-rig yang
modern. Alat ini di pasang pada bagian bawah dari swivel stem. Alat ini dipakai
untuk menyambung kelly dengan pipa bor secara cepat di dalam rat hole (lubang
tempat menyimpan dan memasang atau membongkar rangkaian pipa).

Gambar 1.19 Kelly
Spinner
1.3
KONSTRUKSI ROTARY TABLE
Kontruksi
rotary table yang modern mempunyai beberapa bagian yang tampak dari luar :
·
Protective
housing (rumah pelindung)
·
Sprocket
(piringan gigi rantai)
·
End
rotary drive shaft (ujung rotary drive shaft)
Permukaan
atas rotary table relatif datar sedikit lebih tinggi dari lantai bor, bersih
dan mempunyai permukaan yang tidak licin untuk bekerja bagi rotary helper.
Selain dari pada itu memiliki perlengkapan pelumasan seperti grease fitting,
oil dipstick (tongkat pengukur minyak), fill plug (tutup lubang pengisian), dan
oil reservoir drain plug (sumbat bak penampungan minyak pelumas) dan locking
control (kunci pengendali). Kerangka (base) dari rotary table terbuat dari baja
tuang atau baja tempa sebagai kerangka.
Pada rotary table terdapat
lubang-lubang atau bagian untuk tempat kait bila rotary table harus di angkat.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 23
Gambar 1.20
Konstruksi Rotary Table
1.3.1 DRIVE SHAFT ASSEMBLY
Rangkaian poros ini dibuat terlindung dari pengaruh luar seperti lumpur,
sehingga poros dan bearing akan berusia lama. Selain itu ia memiliki
lubrication seal dan juga berkonstruksi kokoh duduk pada rangka rotary table,
tetapi bagian-bagiannya dibuka untuk melepas dan memeriksa shaft, bearing dan
spiral gear pinion. Pada rangkaian ini drive shaft memiliki dua set roller
bearing yang masing-masing memiliki grease atau memiliki bak minyak pelumas
sebagai bagian system pelumasan bearing tersebut.
24 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
1.3.2 SPROCKET
Sprocket
yang dipasang pada ujung pinion shaft, sebagian dipasang dengan sistem pasak
(sprocket key), sehingga sprocket terkunci dengan baik dan untuk menahan
dipasang safety clamp nut (mur pengaman) dan safety clamp nut tersebut dikunci
dengan sekerup (socket head cap screw). Dengan sistem ini apabila sprocket aus
dapat dengan cepat dan mudah diganti dan juga dapat dengan mudah mengganti
dengan ukuran-ukuran sprocket yang berbeda-beda untuk mendapatkan variasi rpm
meja dengan kecepatan putar relatif tetap dari motor penggerak.
1.4 SISTEM PEMBERI TENAGA
Seperti sudah
dijelaskan di sebelumnya, sistem pemberi tenaga ke rotary table dapat
dikelompokkan yaitu :
·
Digerakkan
dari drawwork
·
Digerakkan
langsung dari motor tersendiri (independent).
Sistem transmisi dari
drawwork ke Rotary table umumnya dengan sistem rantai dan sprocket, dengan
rantai single strand atau rantai double strand.
Selain dari pada itu ada
pula yang memakai transmisi universal joint (gardan), meskipun cara ini tidak
banyak dipakai.
Keuntungan dengan sistem ini adalah :
Dapat
memakai motor penggerak dari drawwork yang sementara tidak dipakai untuk
operasi pengangkatan selama pekerjaan memutar string dilakukan, sehingga dapat
mengurangi cost operation.
Kelemahan dari sistem ini adalah :
·
Transmisi drawwork akan bekerja terus, yang pada akhirnya akan
mempercepat kerusakan drawwork atau frekwensi reparasi.
·
Pada saat drawwork rusak maka drill stem tidak dapat digerakkan sama
sekali sehingga kemungkinan string terjepit akan ada.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 25
Pada
sistem pemberian tenaga independent atau langsung ke motor, diperlukan gear
transmisi untuk mengatur kecepatan dan arah putaran meja yang kemudian
dihubungkan ke motor listrik DC atau motor diesel.
Transmisi
tersebut dengan sistem oil bath, didesian mampu meneruskan torsi 15000 lb/ft
pada putaran sampai 400 rpm pada high gear, dan kurang lebih 200 rpm pada
30.000 lb/ft pada low gear.
Rem
meja putar (back brake) dengan sistem kendali pneumatis (dengan tekanan udara)
terletak diantara motor listrik dan gear transmisi. Dengan tersedianya rem ini
dapat menghentikan putaran meja dan yang terpenting untuk menghindari jangan
sampai terjadi puntiran balik dan dapat menyebabkan tool joint terputar lepas
(back off).
Keuntungan pemakaian independent rotary drive
adalah :
·
Dapat
mengontrol kecepatan meja putar dan torsi
·
Dapat melakukan perbaikan/perawatan drawwork atau pekerjaan lain pada
saat drilling.
·
Menurunkan kecepatan aus dari transmisi drawwork karena drawwork bekerja
hanya ketika ada pekerjaan mengangkat dan akan berhenti saat mengebor.
·
Pengaturan pemberian tenaga listrik DC generator ke motor listrik adalah
melalui selector switch sehingga mudah mengendalikannya.
1.5 PELUMASAN
Pelumasan
pada rotary table yang diperlukan ada dua macam, yaitu dengan minyak pelumas
dan grease.
Pelumasan
dengan minyak pelumas ini dilakukan dengan sistem bak rendam (oil batch). Pada
rotary table modern saat ini ia memiliki bak rendam dua buah, untuk pelumasan
bearing utama dan pinion bearing atau untuk keduanya dengan satu reservoir bak
rendam. Selain itu ada juga sistem pelumasan kombinasi rotary table dengan satu
bak rendam untuk main bearing dan pinion bearing dilumasi dengan grease.
Untuk
pelumasan ini, minyak pelumas harus dijaga senantiasa bersih dari kotoran dan
lumpur agar bearing-bearing tersebut tidak rusak, sehingga oil seal harus
dijaga dalam kondisi baik dan bila perlu segera diganti bila ada gejala
kebocoran.
26 - TEKNIK DAN PERALATAN
PEMBORAN
Minyak
pelumas harus diisikan ke reservoir-reservoir dengan jumlah yang cukup (dengan
mengecek memakai tongkat pengukur/deepstick) dan grade yang benar.
Berikut
ini jenis minyak dan grade yang disarankan pabrik untuk bak rendam utama (oil
bath utama).
·
Ambient
temperature + 30 0 F sampai 155 0 F : AGMA
# 6 EP atau SAE 140
·
Ambient
temperature 0 0 F sampai + 125 0 F : AGMA
# 4 EP atau SAE 90
·
Ambient temperature - 20 0 F sampai + 80 0
F NO # 1 EP atau SAE 80 atau SAE 75
Untuk bagian-bagian
dari rotary table yang memerlukan pelumasan dengan grease, diperlukan saluran
dan grease fitting yang menghubungkan sampai ke titik yang dilumasi atau ruang
khusus (catridge) untuk pinion shaft.
Letak dari
grease fitting umumnya didekat titik yang memerlukan pelumasan grease, atau
terkumpul satu ditempat didekat lubang pengisian pelumas. Pada sistem pelumasan
bearing pinion shaft dengan grease dilengkapi dengan relief fitting yang
berfungsi untuk membuang kelebihan pelumas. Semua anggota regu pemboran/bagian
pemeliharaan harus tahu persis fungsi dan letak dari relief fitting, untuk
menghindari jangan sampai relief fitting ini diganti dengan grease pin.
1.6 SPESIFIKASI DAN
PEMILIHAN
Beberapa
spesifikasi yang penting untuk mengetahui ukuran dan kapasitas dari rotary
table adalah :
a. Table opening (diameter of the opening) atau
Nominal Size.
Yang dimaksud table opening
disini adalah merupakan diameter pembukaan dari meja untuk laluan peralatan
yang dimasukkan kedalam sumur. Diameter ini merupakan ukuran diameter pembukaan
meja putar setelah master bushing diangkat, ukuran ini akan merupakan nominal
dari meja putar (Nominal size).
b. Jarak dari pusat table
opening sampai centerline dari sprocket rantai pertama. Jarak ini menurut
standard API ada 3 macam :
·
Berjarak
44 inch untuk rotary table yang tidak dapat dimasuki bit 20”.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 27
·
Berjarak 53 ¼ inch untuk rotary table yang dapat dilalui bit 20” atau
lebih besar.
·
Berjarak
65” khusus untuk rotary table dengan table opening 49 ½ inch.
Jarak ini perlu
diketahui untuk melakukan pemilihan rotary table dikaitkan dengan posisi dari
sprocket drawwork untuk rotary table, agar nantinya setelah rotary table
terpasang, pusat dari lubang rotary table sesuai dengan posisi travelling block.
c. Rated Capacity
Kapasitas yang dimiliki
oleh suatu rotary table akan ditinjau dari dua keadaan, yaitu :
·
Under Dead Load, yaitu jumlah beban maksimum yang diizinkan ditahan oleh
rotary table saat diam (tidak memutar)
·
Under
rotating load, yaitu jumlah beban maksimum yang diizinkan pada saat
berputar
akibat beban torsi yang timbul untuk memutar batang bor (drill stem). Didalam
pemilihan rotary table selain mempertimbangkan ketiga spesifikasi di atas untuk
menyesuaikan ukuran pipa
dan alat yang akan dimasukkan
selama
pekerjaan
operasi membor sumur, dan ukuran dari drawwork beserta posisi sprocket rantai
untuk rotary table, maka perhitungan perkiraan beban yang dialami akan ikut
juga menentukan.
Torsi yang
timbul atau power yang diperlukan saat memutar drill stem dapat dibedakan
menjadi dua macam :
1. Bit mechanical Horse Power,
yaitu merupakan tenaga atau daya yang diperlukan untuk memutar bit saja
2. Stem Friction Horse Power,
yaitu tenaga yang diperlukan untuk memutar drill string yang menempel atau
bergesekan dengan dinding lubang sumur.
Jumlah kedua tenaga atau daya tersebut diatas disebut Rotary Horse Power
(RHP)
|
RHP = |
Torque (lb. ft )
X RPM |
|
…………..(2-1) |
|
|
5250 |
||||
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
28 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
RHP
= Actual Rotary Horse Power
Torque = Torsi
RPM
= Putaran Meja per menit
Di dalam perencanaan sangat
sulit untuk menghitung secara pasti atau tepat, besarnya tenaga kuda untuk
memutar yang diperlukan, karena besarnya daya yang timbul karena gesekan drill
stem dengan dinding sumur sukar ditetapkan.
1.7 KONSTRUKSI PERLENGKAPAN MEJA PEMUTAR Master
Bushing
Ditilik dari konstruksi
master bushing, dapat dibedakan atas 3 macam :
1. Split Master bushing.
Master bushing ini
berkonstruksi terbelah, dan memiliki taper atau ketirusan untuk tempat duduk
slip. Tipe ini merupakan type yang paling umum dipakai.
2. Solid Master Bushing.
Master bushing
ini berbentuk utuh (tidak terbelah), ia tidak memiliki bentuk taper pada bagian
dalam. Untuk keperluan tempat kedudukan slip, bagian tirus dibuat pada slip
bowl, slip bowl ini ukurannya dapat diganti-ganti menyesuaikan ukuran slip atau
ukuran pipa yang akan ditahan oleh slip.
3. Hinged Master Bushing.
Memiliki
konstruksi terbagi menjadi dua bagian, tetapi keduanya dihubungkan dengan
pin-pin yang besar sehingga dapat menyerupai solid type. Bagian dalam dari
master bushing ini seperti pada solid type, tidak memiliki bagian tirus untuk
tempat duduk slip. Untuk kedudukan slip dibuat bermacam ukuran slip bowl. Hinge
type master bushing ini dibuat untuk rotary table berukuran nominal 37 ½ inch
dan 49 ½ inch.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 29
Gambar 1.21
Master Bushing Type
Ditinjau dari drivenya
yaitu konstruksi penyambungan dari master bushing ke kelly bushing dibedakan
atas 2 macam :
1. SQUARE DRIVE
Tipe ini mempunyai bukaan
bujur sangkar (square opening) atau recess (13 9/16 inch sisi X 4 inch tinggi)
untuk tempat duduk square drive kelly bushing.
Type square ini ada 2 macam yaitu :
A. Solid master bushing dengan split bowl.
B. Split master bushing type
ini square drivenya dibuat langsung pada master bushing.
2. PIN DRIVE.
Tipe ini master bushing
memiliki lubang empat buah untuk tempat kedudukan dari empat buah pin dari
kelly bushing.
Terdapat tiga type dari pin drive bushing yaitu
:
·
Hinged
master bushing with split bowl.
·
Split
pin drive master bushing
·
Solid
masterr bushing with split bowls
Kelly Drive Bushing
Kelly drive
bushing dilengkapi dengan roller-roller, sehingga memungkinkan kelly untuk meluncur
bergerak naik turun dengan bebas melalui drive bushing, meskipun ada
tekanan-tekanan antara roller dan kelly akibat menstransfer putaran dari meja
putar.
30 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Kelly saat ini tersedia
dalam tiga bentuk, yaitu segi empat (square), segi enam (hexagonal) dan segi
tiga (triangular). Oleh karena itu kelly drive bushing tersedia untuk ketiga
type kelly tersebut dengan berbeda susunan rollernya.

Gambar 1.22
Kelly Drive Bushing
Ditinjau dari
drivernya, kelly bushing ada dua macam yaitu square drive untuk rotary table
dengan square drive master bushing dan pin drive kelly bushing untuk rotary
table dengan pin drive master bushing.
Khusus untuk operasi
dilepas pantai dengan rig yang mengapung (floating rig) maka dipakai kelly
bushing pin drive yang memiliki lock assembly. Dengan pin drive yang
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 31
berlock
assembly akan dapat mengunci kelly drive bushing ke meja putar, dan dapat
menghindari terlepasnya kelly drive bushing saat floating rig bergerak naik
turun karena ombak.
Rotary Slips
Rotary slip memiliki
konstruksi bagian dalam mempunyai gigi dengan bentuk silinder dengan ukuran
tertentu sesuai dengan ukuran pipa yang akan ditahan.

Gambar 1.23
Rotary Slips Type
Dibagian luar
slip berbentuk taper dengan kemiringan yang sama dengan kemiringan master
bushig atau kemiringan dari slip bowl. Oleh karena itu slip dapat memakai
secara sejajar dengan pipa dan tanpa menimbulkan luka lekuk di satu tempat
(diujung). Rotary slip duduk di master bushing untuk menahan pipa selama pipa
tersebut digantung dalam proses menambah atau melepas pipa.
32 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Rotary slip dilihat dari
pengoperasianya ada 2 macam, yaitu manual slip dan power slip.
Power slip
merupakan slip yang dapat dioperasikan/dikontrol oleh driller utuk mengangkat
dan memasukkan slip dengan system tenaga pneumatic. Power slip memiliki piston
yang digerakkan dengan tekanan udara dan pada tangkai piston dipasangkan slip.
Kontrol pengendalian piston biasanya berupa pedal kaki yang diletakkan didekat
driller.

Gambar 1.24
Power Slips
Beberapa point penting di
dalam pengoperasian yang perlu diperhatikan diantaranya adalah :
1.
Pakailah
ukuran slip yang sesuai dengan ukuran
pipa yang ditahan.
2.
Apabila slip terdiri dari dua slip dan tidak tersusun menjadi satu di
dalam mengoperasikan keduanya harus rata.
3.
Jangan membiarkan slip didalam meja bor selama mencabut pipa. Cara ini
akan mempercepat keausan gigi-gigi slip.
4.
Gantilah gripping element dan pin-pin bila perlu, untuk mencegah
tergelincir/lolos.
5.
Jangan
memasang slip di bagian toll joint, karena dapat merusak tool joint atau
lolosnya drill pipe.
1. Cek isert slot, ganti slip apabila insert slot
aus.
2. Cek tapper bagian belakang
dan bagian permukaan didalam. Pengecekan dilakukan dengan mempergunakan
penggaris, seperti gambar di atas. Slip yang bengkok atau aus pada master
bushing baru akan berakibat slip menjadi lurus, akan retak-retak dan slip dapat
patah dan jatuh kedalam lubang.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 33
3. Cek hine pin, dan ganti bila aus.
4. Jangan dipergunakan slips
untuk ukuran pipa lebih besar dari ukuran slip sebenarnya. Hal ini akan dapat
membuat retak vertical dan horizontal.
Pengetesan Slip dan Evaluasinya.
Slips
Test.
1.
Test dilakukan dengan beban yang menggantung, minimum 100.000 lbs, untuk
mendapatkan cap (marking) dari pada pipa.

Gambar 1.25
Slips Test
2.
Pilih
bagian pipa yang halus bersih dari bekas slip sebelumnya.
3.
Balut
pipa tersebut dengan kertas kedap air (waterproof) dan tahan.
4.
Pasang rotary slip disekeliling pipa yang dibalut kertas tersebut,
turunkan pipa dan slip dengan kecepatan normal.
5.
Untuk melepas, tahan slip bersama-sama dan angkat pipa. Lepaskan slip
hati-hati bila sudah bebas diatas lubang.
6.
Lepas
kertas hati-hati.
Evaluasi Hasil Slips Test.
1.
Apabila bekas gigi slip merta pada semua gigi slip, menunjukkan master
bushing dan slips pada kondisi baik.
2.
Apabila insert hanya kontak pada bagian puncak saja, berarti master
bushing harus diganti, apabila slip masih baik.
34 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 1.27
Bagian-bagian Top Drive
Top drive
drilling system merupakan system pemboran dengan memutar drill stem
mempergunakan pemutar yang dipasang langsung dibawah swivel dan pemutar
tersebut bergerak naik turun mengikuti gerakan traveling block.
Dengan sistem
ini, kelly bushing dan kelly tidak diperlukan karena drill stem diputar
langsung dengan drilling motor assembly yang digantung di traveling block.
36 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Kontruksi dari top drive ini terdiri dari :
·
Standard
rotary swivel
·
Drilling
motor assembly
·
Guide
dolly system assembly
·
Pipe
handler assembly
DRILING
MOTOR ASSEMBLY
DMA disambung
dengan standard swivel dengan menghubungkan swivel stem dengan splined sub dari
drilling motor asembly. Untuk top drive produksi dari Varco, mampu menghasilkan
27600 lb ft (37.400 Nm) continous torque pada 183 rpm dengan 1050 amps armature
current dan 36700 ft lbs (49.800 Nm) peak intermittent torque dengan 1325 amps
armature current. Maximum kecepatan 250 rpm. Motor listrik yang dipasang 1000
Hp continous, 1250 Hp intermittent. Tenaga listrik yang diperlukan 750 Volt DC,
1350 amps maximum. Gear ratio : 5.33 : 1.
Motor listrik DC ini
dilengkapi dengan blower udara untuk system pendingin, yang digerakkan motor
listrik AC. Selain dari pada itu nmotor listrik DC tersebut dilengkapi air
brake (rem udara) yang berguna untuk menghentikan putaran drill stem karena ada
torsi balik.
GUIDE
DOLLY SYSTEM ASSEMBLY
Guide dolly system assembly
terdiri dari sepasang rail yang dipasang kokoh dari atas menara sampai
mendekati lantai bor, dan dolly yang menghubungkan drilling motor assembly
dengan rail sehingga dapat meluncur bebas ke atas atau kebawah sambil mampu
menahan torsi sewaktu drilling ± 27600 ft lbs atau 36700 ft
lbs saat menyambung pipa.
PIPE
HANDLER ASSEMBLY
Pipe Handler
Assembly ini merupakan salah satu keistimewaan dari top drive. Karena dengan
sistem ini dapat melepas atau menyambung drill pipe dengan swivel pada posisi
dimana saja dan sekaligus mampu mengikat dengan torsi yang cukup.
Disini
dipergunakan link standard mengangkat dan menurunkan string menyambungnya.
dan sebuah conventional
elevator, untuk ketika tripping atau menangani stand ketika
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 37
Link tilt
assembly berfungsi untuk menggerakkan link dan elevator ke depan sehingga mudah
untuk mleakukan penyambungan dengan pipa di mouse hole dan juga untuk mendorong
stand drillpipe dan drill collar ke arah posisi derrickman untuk disusun di
jari menara.
Pipe handler
assembly dilengkapi dengan torque wrench assembly yang berfungsi sebagai kunci
untuk mengikat ataupun melepas sambungan tool joint drill pipe dengan saver sub
dari top drive. Breakout torque yang dapat diberikan sebesar 60.000 lbs ft
(81100 Nm). Tekanan hydraulicnya 2000 psi dengan 30 GPM.
Ukuran pipa = 5 inch x 4 ½ IF
Selain dari
pada tersebut di aaatas, top drive dilengkapi Kelly cock dan Kelly cock
actuator, yang berfungsi untuk dapat menutup Kelly cock pada posisi traveling
block dimana saja dengan system kendali dari driller panel.
Sehingga dengan
peralatan ini apabila terjadi kick saat tripping dapat dengan langsung
menyambungkan saver sub sampai terikat kuat dan dapat menutup Kelly cock bila
diperlukan, dengan posisi block dimana saja dalam menara
Beberapa keuntungan antara lain adalah :
1.
Dapat mengebor langsung sepanjang 90 ft (1 stand), sehingga dapat
menghemat/mengurangi pekerjaan 3 kali penyambungan.
2.
Dapat melakukan spinning dan memberi torsi sambungan di atas dan dibawah
bersama-sama, sehingga menghemat waktu ½ kali.
3.
Mampu melakukan reaming sepanjang tinggi dalam derrick, sehingga dapat
memutar string melalui lubang yang sempit tanpa terjepit dan memutar string
sambil sirkulasi sewaktu cabut untuk lubang dengan derajat kemiringan yang
tinggi.
4.
Mampu memutar ke kedua arah selama cabut 90 ft (1 stand), menghemat
waktu pada pekerjaan khusus seperti memancing atau coring.
5.
Apabila tripping kedalam lubang, terjadi bridge dapat dengan cepat dibor
lagi tanpa harus mencabut Kelly.
6.
Casing dapat diturunkan dengan standard casing tool. Tambahan keuntungan
lain adalah dapat mengisi lumpur langsung dari top drive.
Peralatan putar berfungsi untuk :
·
Memutar
rangkaian pipa bor selama operasi pemboran berlangsung.
·
Menggantungkan rangkaian pipa bor yaitu dengan slip yang dipasang
(dimasukkan) pada rotary table ketika menyambung atau melepas bagian-bagian
drill pipe.
Rangkaian pipa
bor menghubungkan antara swivel dan mata bor, berfungsi untuk :
§
Menaikkan-menurunkan mata bor.
§
Memberikan beban diatas pahat untuk penembusan (penetration).
§
Meneruskan putaran ke mata bor dan,
§
Menyalurkan fluida pemboran yang bertekanan ke mata bor.
Mata bor merupakan
peralatan yang langsung menyentuh formasi, berfungsi untuk menghancurkan dan
menembus formasi.
A. Swivel
Swivel merupakan alat
berbentuk khusus yang digantung pada hook yang terletak dibawah Travelling
Block
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 1
B. Rotary
Assembly
Rotary Assembly (Unit
Pemutar) adalah suatu perangkat mesin pemutar yang mempunyai fungsi utama untuk
:
·
Memutar
batang bor selama operasi pemboran
·
Menahan dan menggantung batang bor di meja putar dengan rotary slips
pada waktu menambah atau melepas pipa dari rangkaian pipa bor.
Unit pemutar terletak di lantai bor di bawah
crown block terdiri dari :
·
Rotary
table
·
Master
bushing
·
Kelly
bushing
·
Rotary
slips
·
Make up
dan break out tong

Gambar 1.1
Rotating System
2 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
C. Rotary Table
Meja putar,
master bushing dan kelly bushing digunakan bersama-sama untuk memutar rangkaian
pipa bor. Meja putar bersama-sama dengan otary slips dipakai untuk menggantung
dan menahan batang bor di dalam sumur sewaktu melepas atau menambah pipa bor
dengan bantuan kunci-kunci pengikat dan pelepas.
D. Drill Stem
Drill stem
adalah suatu rangkaian pipa-pipa penghubung dari swivel sampai ke mata bor dan
mempunyai fungsi utama untuk :
·
Menurunkan
dan menaikkan mata bor
·
Memberikan
beban pada mata bor untuk penembusan/pemecahan batuan
·
Meneruskan
gaya putar ke mata bor
·
Menyalurkan
lumpur pengeboran bertekanan tinggi ke mata bor
Drill stem
bergantung pada swivel stem, bail swivel dan travelling block, memanjang
kebawah melalui lubang meja putar sampai ke dasar lubang sumur, sebagai sebuah poros
pemutar mata bor.
Batang bor terdiri dari :
·
Kelly
(pipa segi)
·
Upper
kelly cock dan lower kelly cock
·
Kelly
saver sub
·
Drill
pipe
·
Drill
collar
·
Specialized
down hole tools
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 3
1.1. ROTATING EQUIPMENT
Rotary
Swivel
Swivel
merupakan alat berbentuk khusus yang digantung pada hook dibawah travelling
block. Swivel berada dipuncak batang bor dan karena konstruksinya, memungkinkan
kelly berikut batang bor berputar bebas selama operasi pengeboran. Swivel berfungsi
untuk :
·
Memberikan
kebebasan kepada rangkaian pipa bor untuk berputar
·
Sebagai penghubung antara rotary hose dengan kelly sehingga memungkinkan
lumpur bor untuk sirkulasi tanpa mengalami kebocoran.
·
Menghubungkan
drill stem ke sistem pengangkat.
Swivel dikaitkan ke hook dan travelling block
melalui swivel bail.
Swivel harus
mampu menahan beban berat drill stem selama operasi pemboran dan ditambah beban
tarikan (over pull) bila drill stem terjepit dan lain-lain.
·
Memungkinkan rotary system memutar batang bor (drill stem). Body/Housing
swivel tidak berputar tetapi menahan swivel stem yang berhubungan dengan kelly
dan drill stem dibawahnya.
Badan swivel
memiliki unit-unit (bearing) yang menahan dan mengatur gerakan swivel,
dihubungkan dengan kelly dan drill stem yang diputar oleh meja putar 35 – 200
RPM.
·
Mengalirkan lumpur bor tekanan tinggi ke drill stem tanpa kebocoran.
Lumpur yang bertekanan dari rotary hose, melewati swivel goose neck, wash pipe
asembly dan swivel stem lalu masuk ke kelly dan drill stem dibawahnya.
Swivel
dibuat tahan terhadap bahaya kikisan/erosi dari lumpur bor. Tahan terhadap
kebocoran pada tekanan sirkulasi yang mencapai 4500 psi dan debit dapat
mencapai 1000 GPM dengan putaran drill stem mencapai 200 RPM atau lebih dan juga
harus mampu menahan beban lebih dari 500 ton.
4 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 1.2
Swivel

Gambar 1.3
Konstruksi Swivel
Bail
Bail adalah
bagian atas dari swivel yang berbentuk huruf V dengan ujung setengah lingkaran
yang dikaitkan pada hook dibawah travelling block. Bail dibuat dari baja tempa
(forged steel) demikian juga bail pin-nya. Bail pin menghubungkan bail dengan
body (housing) swivel dimana pin masuk kedua lubang pada body, sehingga
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 5
pada kedua
lubang dari ujung-ujung bail tertahan dengan konstruksi double shear pada body
swivel. Dengan demikian membuat hubungan pin dan body lebih kuat, tidak dapat
lepas dan akan tertahan kuat.
Pin dapat diganti,
tetapi untuk mencegah keausan antara pin dan lubang bail, harus diberikan
grease setiap kali penggantian. Pemberian grease dapat sekaligus mencegah
korosi yang dapat timbul ditempat tersebut.
Gooseneck
Gooseneck
adalah pipa melengkung hampir setengah lingkaran terletak dibagian atas swivel
dimana rotary hose disambung. Sudut yang terbentuk dari goose neck center line
dan vertical line harus 15 0 . Ukuran dari sambungan
swivel goose neck dapat 2”, 2.5”, 3”, 3.5” atau 4 inch.
Wash Pipe Assembly
Wash Pipe
Assembly (wash pipe + packing) adalah merupakan suatu bagian peralatan yang
memiliki susunan unit packing yang kedap tekanan (terletak pada ruangan
tertutup bagian atas swivel) yang menghubungkan rotary hoose (gooseneck) dengan
swivel stem yang berputar.
Wash pipe
assembly dapat dilepas untuk dibersihkan dan dirawat/diperbaiki dengan mudah.
Terdapat empat
buah packing ring, yang masing-masing packing ring membuat kerapatan
sendiri-sendiri, sehingga packing ring yang pertama akan membuat kerapatan yang
bekerja aktif karena tekanan (pressure tight seal). Apabila kemudian packing
pertama tersebut aus, maka packing ring yang kedua akan menggantikan memberikan
kerapatan, demikian seterusnya untuk packing yang ketiga dan keempat akan
bekerja setelah packing ring sebelumnya aus/rusak. Agar packing ring dapat
berumur panjang perlu pelumasan dengan grease yang diberikan sekali setiap
penggantian.
6 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 1.4 Wash
Pipe Assembly
Oil Bath System
Pelumasan pada ketiga
bearing dalam housing swivel dilakukan dengan jalan direndam dan disirkulasi
langsung oleh minyak pelumas yang diisikan kedalam housing swivel. Jumlah
volume pelumas yang diperlukan bervariasi tergantung ukuran swivel dan pabrik
pembuatnya.
Pelumasan dapat
dilakukan dengan minyak pelumas dan grease. Untuk minyak pelumas yang
disarankan pabrik:
•
Ambient
temp +30ºF sampai +155ºF AGMA#6EP atau SAE 140
•
Ambient
temp 0ºF sampai +125ºF AGMA#4EP atau SAE
90
•
Ambient
temp -20ºF sampai +80ºF NO#1EP atau SAE 80/75.
Note :
AGMA = American Gear Manufacture Association.
SAE = Society of Automotive Engineers.
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 7
Tabel 1.1. Volume Pelumasan pada housing swivel
|
OIL WELL |
OIL BATH |
CAMACO |
OIL BATH |
|
SWIVEL |
CAPACITY |
SWIVEL |
CAPACITY |
|
type |
Gal |
type |
gal |
|
|
|
|
|
|
SA 225 |
12 ½ |
LB 400 |
10 |
|
|
|
|
|
|
SA 300 |
15 ½ |
LB 500 |
15 |
|
|
|
|
|
|
SA 425 |
19 ½ |
LB 650 |
19 ½ |
|
|
|
|
|
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Minyak pelumas
di dalam rotary swivel harus bersih dari lumpur dan pasir. Karena bila ada
material tersebut dalam minyak pelumas akan dapat menyebabkan rusaknya bearing
setelah ± 8 jam operasi.
Bonet
Bonet terbuat dari baja tuang yang melindungi wash pipe assembly.
Housing adalah
bagian swivel berbentuk mangkuk terbuat dari baja tuang (cast steel) yang
menjadi rumah dari unit bagian-bagian rotary stem assembly. Body ini sekaligus
sebagai tempat pelumas dan harus berkekuatan besar untuk menahan beban driil
stem.
Bearing pada
swivel terdapat 3 buah yaitu upper bearing, main bearing dan lower bearing.
Main bearing
berfungsi untuk menahan beban ke bawah hampir seluruhnya ( ± 99 %) atau tapered roller bearing dan bearing
itu terletak diantara upper dan lower race. Upper dan lower bearing mempunyai
tugas untuk menaikkan beban kesamping, sehingga swivel stem dapat bergerak
lurus ditengah-tengah.
Apabila upper
bearing (upthrust bearing) dan main bearing terlalu banyak clearance
(kerenggangan) akan menyebabkan swivel stem kocak dan antara bearing dan race
dari main bearing akan kocak naik turun, yang akan menyebabkan terjadinya
luka-luka kecil pada roller dan race. Selain dari pada itu gejala lain yang
akan menyebabkan luka pada roller dan race adalah penggantian wash pipe dan
packing berlebihan (frekwensi penggantian tidak normal). Salah satu jalan
terbaik untuk mengatasi itu dilakukan pengecekan clearance tersebut dengan alat
sistem magnetis dan jarum penunjuk. Pengecekan ini disarankan dilakukan setiap
enam bulan sekali.
8 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Swivel Stem
Swivel Stem adalah poros
bantalan berputar yang menonjol dari swivel kebawah dan untuk dihubungkan
dengan swivel sub atau drill stem.
Pemilihan
Terdapat beberapa data
spesifikasi dari swivel yang perlu diketahui dan dipahami untuk dapat melakukan
pemilihan dan pengoperasian dengan benar antara lain :
-
Dead Load Rating atau Maximum Static Load Rating atau disebut juga
Working Load Strength rating.
Dead Load rating atau
Maximum Static Load Rating atau disebut juga Working Load Strength Rating
adalah merupakan kapasitas beban maksimum yang diijinkan pada saat drill stem
tidak diputar.
Besarnya Dead
Load rating ini ditentukan oleh kapasitas main bearing dari swivel untuk
keadaan tidak berputar. Apabila beban yang diberikan pada swivel ini umumnya
menjadi kode angka yang ditulis sebagai model/tipe swivel. Contoh dari national
P 400, Oil Well PC 300, Continental Emsco LB 500. Angka tersebut menunjukkan
Dead Load rating Swivel dalam tons. Meskipun ada sebagian kecil pabrik swivel
yang tidak membuat kode model demikian misalnya swivel dari Gray.
-
Bearing
API Rating at 100 RPM
Bearing API
Rating adalah menunjukkan kapasitas swivel maksimum yang diizinkan saat drill
stem diputar 100 putaran permenit. Semakin tinggi putaran drill stem kapasitas
maksimum yang diizinkan harus diturunkan, demikian juga sebaliknya jika putaran
drill stem lebih rendah maka kapasitas ini perlu diperhatikan selama operasi
dengan memutar drill stem agar memperoleh masa pakai yang panjang dari swivel.
-
Length
over all – bail up right
Length Overall –
bail up right menunjukkan panjang dari bagian dalam bail sampai ke ujung
coupling dari swivel sub. Ukuran ini diperlukan untuk memperhitungkan panjang
keseluruhan dari block assembly dan untuk memperhitungkan panjang gerak kelly
apabila tinggi dari menara terbatas sekali.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 9
-
Swivel
stem connection dan swivel sub connection
Data ukuran dan
tipe coupling dari swivel stem dan swivel sub itu digunakan untuk menyesuaikan
kelly connection yang tersedia. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari pemakaian
crosover, diantara kelly dengan swivel, yang mempengaruhi panjang gerak kelly
di dalam menara dan pada saat kelly sedang diletakkan dalam kelly hole akan
lebih panjang sehingga dapat membuat kelly dapat bengkok karena beberapa model
swivel yang memiliki berat cukup besar. Disamping itu dapat pula mempersulit
pekerjaan mengkaitkan hook dengan swivel saat di kelly hole.
Pengoperasian
- Untuk swivel baru catatlah
secara permanent pada buku pemeliharaan data-data dari name plate yang menempel
pada swivel housing, yang meliputi serial number dan lain-lain.
-
Lepaskan drain plug untuk membuang endapan-endapan dari housing dan
ganti dengan minyak pelumas dengan type dan grade yang benar dan volume yang
cukup. Untuk pemakaian swivel baru yang akan dipakai, atau untuk swivel yang
telah lama sekali tidak dipakai.
-
Lepaskan
temporary shipping plug dan pasang breather.
-
Cek benar apakah oil seal telah dilumasi dengan grease dengan memompa
grease melalui grease fittingnya.
-
Selama swivel dipergunakan disambung dengan drill stem, operasikan
dengan batas jangan sampai melebihi dead rating dari swivel saat ia tidak
berputar dan jangan melebihi bearing API rating untuk swivel yang dipakai
operasi memutar drill stem 100 rpm dan ingat untuk putaran yang lebih tinggi
maksimum beban yang diizinkan harus diturunkan lebih rendah dari bearing API
rating.
-
Berikan
perawatan swivel seperti pada sub bab perawatan.
Perawatan
Berikut ini akan dibahas
cara pemeliharaan/perawatan dan perbaikan secara garis besar dan detail.
10 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Tahap pemeliharaan yang penting dilakukan adalah
:
-
Pelumasan
yang baik
-
Pengaturan sedikit (penyetalan kembali) untuk mengidentifikasi adanya
keausan-keausan, apabila diperlukan. Selain dari pada itu ada kemungkinan
diperlukan penggantian-penggantian.
Berikut ini akan dibicarakan pemeliharaan swivel
secara umum.
Perawatan Dari Segi Pelumasan
Gambar 1.5.

Perawatan
Swivel
1. Pompakan grease pada setiap
grease fitting setiap tour (aplus) pada wash pipe dan sekali setiap tour
(aplus) pada upper oil seal dan lower oil seal.
Pemberian grease akan
efektif dan mudah masuk saat pompa mati atau swivel berada di kelly hole.
Terutama pada wash pipe dan pada saat swivel menggantung.
2. Minyak pelumas di dalam
housing cukup terjaga, dengan melakukan pengecekan sehari sekali, yaitu dengan
memakai tongkat pengukur pada Breather dan swivel pada posisi sedang tegak
tergantung. Permukaan pelumas baik apabila sampai batas High.
3. Pakailah jenis dan grade
grease dan minyak pelumas yang disarankan.
4. Pelihara relief fitting
atau breather vent tidak tertutup saat operasi.
Perawatan Saat Transportasi
1. Ganti breather dengan pipe plug untuk mencegah
tumpahan minyak pelumas
2. Pasang thread protector pada swivel sub.
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 11
Perbaikan Wash Pipe Packing Assembly

Gambar 1.6. Wash Pipe Packing Assembly
Pada setiap
drilling rig yang beroperasi disarankan harus tersedia satu set wash pipe
packing assembly dalam keadaan baik, serta siap untuk dipasang. Sehingga
apabila diperlukan untuk melakukan penggantian pada swivel yang dipakai
beroperasi maka wash pipe assembly dilepas dari swivel dan dapat langsung
dilakukan pemasangan dengan wash pipe packing assembly yang telah disiapkan.
Selain daripada
hal tersebut diatas, pada setiap rig juga harus selalu tersedia komponen spare
part dari wash pipe packing assembly. Sehingga dengan demikian, wash pipe
packing assembly yang aus dapat dilakukan perbaikan dan penggantian, untuk
persiapan penggantian berikutnya bila ada kebocoran.
Tahapan Untuk Mengganti Wash Pipe Packing
Assembly:
1. Putar packing housing untuk
melepas dari body swivel dan melepas dari gooseneck.
2. Ambil wash pipe packing assembly melalui housing
cap opening.
12 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
3. Lepaskan snap ring atau
sistem penahan packing lain dan kemudian lepaskan housing assembly dan ring nut
assembly dari wash pipe. Lepaskan semua packing-packing dan ring-ring dengan
memakai kait.
4. Lakukan pencucian
pemeriksaan keausan dari bagian wash pipe, metal packing, ring dan lain-lain,
dan ganti apabila diperlukan.
5. Lakukan pembersihan dan
cuci bagian dalam packing housing, ring nut dan spcer ring.
6. Memasang packing baru dengan urutan sebagai
berikut :
-
Berikan sedikit minyak pelumas pada semua packing yang akan dipasang dan
juga pada housing dan metal specer ring.
-
Pasang
adapter ring dan packing ring yang pertama.
-
Pasang metal specer ring yang pertama, yaitu ring specer yang memiliki
lubang untuk saluran grease. Pada saat memasang usahakan memasukkan sehingga
lubang grease dari specer ring akan tepat berhadapan dengan lubang grease pada
housing. Selanjutnya pasang grease fitting terlebih dahulu sebelum memasang
ring berikutnya.
-
Selanjutnya pasang dua set packing + specer ring dan sebuah packing ring
dengan lower adapter ring (spacer ring yang terakhir) dan ganti O ring dan beri
grease Lower adapter ring pada swivel dari Emsco agar packing tidak lepas lagi
dan dapat disekrup, sekrup ditahan dengan allen wrench, sampai menekan spacer
ring dan setelah itu putar balik ¼ putaran.
-
Pada housing yang telah berisi packing berikan grease di bagian dalam
pada celah-celah packing dan spacer.
-
Memasang satu metal spacer dan packing ring ke dalam ring nut, kemudian
masukkan wash pipe sehingga slot dari wash pipe tepat masuk pada plug dari
metal spacer, kemudian pasang snap ring.
-
Ganti
dan pasang O ring yang telah diberi sedikit grease.
-
Selanjutnya wash pipe dapat dimasukkan kedalam housing, dan wash pipe
packing assembly siap dipakai.
7. Memasang kembali wash pipe packing assembly pada
swivel :
-
Letakkan assembly tersebut diantara body dan goose
neck.
-
Putar untuk mengikat packing housing ke body dan ring nut ke goose neck.
Keraskan secukupnya, untuk mencegah packing assembly berputar di
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 13
dalam housing. Apabila
terlalu keras dapat menyebabkan rusaknya packing assembly.
-
Setelah swivel dioperasikan satu jam, cek kembali wash pipe packingnya
dan bila perlu dikerasi lagi housingnya.
Mengganti Oil Seal dan Wear Sleeve
Semua swivel
memiliki sebuah oil seal dibagian atas (top oil seal) dan dua oil seal dibagian
bawah (bottom oil seal) swivel.
Top oil seal
mempunyai sebuah “replace wear sleeve” yang duduk di tekan pada shoulder di
body. Oil seal dan sleevenya harus dicek keausannya apabila wash pipe dan
packing housing dilepas untuk pengecekan. Dua oil seal bawah (bottom oil seal)
dan specernya duduk pada retainer yang dibaut pada bagian bawah housing.
Untuk
pengecekan atau penggantian harus dibuang dahulu minyak pelumas dari housing
dan baru melepas retainer tersebut. Dalam mengganti oil seal, arah dari bibir
seal harus menghadap ke atas untuk top dan bottom oil seal.
Setting Bearing

Gambar 1.7
Setting Bearing
14 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
1. Clearance yang tepat untuk
main bearing dapat diatur dengan auxiliary thrust bearing yang diatur dengan
jalan mengambil atau menambah skim yang terletak diantara housing dan housing
cap.
2. Pengaturan ini dapat dicek
dengan memakai alat indikator magnetic. Tetapi dapat dilakukan berdasar
perkiraan. Yaitu dengan jalan mengambil dan menambah skim sampai terasa sedikit
hambatan apabila body diputar dengan tangan dengan keadaan housing cap dibaut
dengan baik
3. Selanjutnya apabila sudah
didapat demikian, housing cap dilepas kembali dan ditambah 0.007 inch skim
untuk mendapatkan clearance yang tepat bila cap housing dipasang dan dibaut
ditempatnya.
4. Agar lebih baik upper
thrust dan main bearing disarankan dicek setiap enam bulan sekali. Karena
clearance yang besar akan merusak bearing dan juga menyebabkan wash pipe
packing cepat rusak.
Tabel 1.2. Permasalahan pada Wash Pipe dan Cara
Mengatasinya
|
Trouble |
Kemungkinan
Penyebab |
Cara
Mengatasi |
|
|
Wash pipe |
|
|
|
|
packing
rusak |
Pelumasan
yang terlambat |
Pompakangreaseminimum |
|
|
sebelum |
sekali setiap tour (aplous) |
||
|
|
|||
|
waktunya |
|
|
|
|
|
Terlalu
keras didalam mengikat |
Ganti spacer ring dan packingnya |
|
|
|
bila perlu, ikat housing |
||
|
|
packing
housing atau akibat |
||
|
|
secukupnya,
tetapi cukup keras |
||
|
|
space ring yang rusak masih |
||
|
|
untuk mencegah packing |
||
|
|
dipasang |
||
|
|
berputar. |
||
|
|
|
||
|
|
Tidak cukup/terlalu kendor |
|
|
|
|
pengikatan
packing housing, |
Ikat
packing secukupnya untuk |
|
|
|
menyebabkan
packing berputar |
mencegah
packing berputar |
|
|
|
didalam
housing |
|
|
|
|
Wash
Pipe aus |
Ganti wash pipe dan juga pakai |
|
|
|
wash
pipe packing yang baru |
||
|
|
|
||
|
|
Wash pipe yang tidak satu poros |
|
|
|
|
(mislignment) akibat penanganan |
Housing
cap dan wash pipe harus |
|
|
|
yang
kasar atau kesalahan kerja. |
||
|
|
segera diperbaiki atau diganti |
||
|
|
Akibatnya packing aus tidak |
||
|
|
|
||
|
|
merata |
|
|
|
|
Setting (adjusment) bearing yang |
Gunakan prosedur pengaturan |
|
|
|
tidak benar |
clearance bearing yang benar |
|
|
Minyak
bocor di |
Oil
seal rusak atau aus atau seal |
Ganti baru dan hati-hati di dalam |
|
|
memasang
jangan sampai rusak |
|||
|
oil seal |
wear sleeves yang rusak |
||
|
sealing lips. |
|||
|
|
|
||
|
|
|
Pasang breather sehingga dapat |
|
|
|
Breather
tidak terbuka, atau |
berhubungan dengan udara luar |
|
|
|
dengan
alam housing bila |
||
|
|
tersumbat |
||
|
|
tekanan naik akibat panas karena |
||
|
|
|
||
|
|
|
operasi |
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 15
1.2. ROTARY ASSEMBLY
Rotary Assembly (unit
Pemutar) adalah suatu perangkat mesin pemutar yang berkekuatan besar dan
mempunyai fungsi utama untuk :
- Memutar batang bor selama operasi-operasi
pemboran.
-
Menahan dan menggantung batang bor atau pipa lainnya dengan slip-slip
atau melepas pipa dari rangkaian pipa bor.putar (rotary slip) sewaktu menambah
atau melepas pipa dari rangkaian pipa bor.

Gambar 1.8
Rotary Assembly
Unit pemutar terletak dibawah crown Block dan terdiri dari:
·
Rotary
table
·
Master
Bushing
·
Kelly
bushing
·
Rotary
slips
·
Insert
bowl/slip bowl
·
Make up
dan break out tong
·
Kelly
spiner
16 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
1.2.1 Rotary
Table
Rotary
table (meja putar) bersama-sama dengan bantalan utama dan bantalan pipa segi
dipergunakan untuk memutar batang bor. Disamping itu rotary table bersama-sama
dengan rotary slips dipakai untuk menggantung dan menahan batang bor atau pipa
lainnya sewaktu melepas atau menambah pipa bor, dengan bantuan kunci tongs.
Pada tahun 1980 an sampai sekarang telah berkembang sistim pemutar batang bor,
tidak diputar dengan rotary table tetapi dengan unit pemutar yang terletak
dibawah hook dan kombinasi dengan swivel. Unit ini disebut Top Drive atau Power
Swivel dengan tenaga penggerak utama motor listrik, dengan kekuatan yang sama
dengan rotary table biasa.
Sistem Penyaluran Tenaga
Ukuran
dan kapasitas beban rotary table berkisar antara 100 sampai 600 ton. Kecepatan
putaran pengeboran berkisar antara 35 sampai 200 putaran permenit searah jarum
jam. Kecepatan diatur oleh Driller, tergantung pada tipe mata bor yang dipakai
dan lapisan yang ditembus.
Sistem penyaluran tenaga ke meja putar melalui
dua cara yaitu :
-
Melalui rantai penggerak ke “Drawwork”, meja pemutar digerakkan dengan
sistem transmisi rantai, yang digerakkan oleh gigi gear (sprocket) di drawwork.
-
Hubungan
langsung dengan penggerak mula (prime mover independent drive)

Gambar 1.9 Rotary Table digerakkan Draw work
Motor penggerak yang terpisah/sendiri ini
memberi kemungkinan :
a. Pemakaian Drawwork yang
lebih leluasa dan pengontrolan pemutaran string yang lebih tepat.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 17
b. Dapat memperoleh tenaga
yang lebih besar untuk memperbaiki efisiensi dari sistem-sistem sirkulasi
dengan memanfaatkan motor drawwork untuk menggerakkan pompa.
c. Dapat memperpanjang usia drawwork dan
memperkecil frekwensi reparasi.

Gambar 1.10 Rotary Table digerakkan Prime Mover
Alat Perlengkapan Pemutar
Ada tiga macam
alat perlengkapan pemutar yang dipakai dengan meja pemutar,
perlengkapan-perlengkapan itu adalah :
1. Master bushing, yang di masukkan ke dalam meja
pemutar
2. Kelly bushing
Apabila bantalan kelly di
sambung dengan bantalan utama akan dapat menghasilkan gerak putar pada saat
pengeboran.
3. Rotary slip, yang di
masukkan ke dalam bantalan utama untuk menggantung batang bor, sebagai
tambahan, ada dua pasang rotary tong, yaitu make up tong dan break out tong
yang dipakai untuk menyambung dan melepas sambungan-sambungan komponen-komponen
batang bor dan kelly spiner untuk mempercepat penyambungan dan melepas kelly.
Master bushing
(bantalan utama) adalah alat yang dapat dilepas dan diganti dengan ukuran yang
sesuai dengan lubang pada meja pemutar dan kebutuhan operasi. Alat ini menjadi
tempat kedudukan salah satu dari dua alat-alat perlengkapan pemutar yaitu kelly
bushing atau rotary slip.
18 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Kelly
dimasukkan melalui bantalan kelly, bantalan utama dan meja putar. Kemudian
tenaga putar (gerakan berputar) diteruskan dari meja pemutar ke kelly dan
batang bor dibawahnya.

Gambar 1.11
Master Bushing

Gambar 1.12
Rotary Slips
Apabila slips
pemutar dimasukkan kedalam bantalan utama, akan dapat dipakai untuk menggantung
batang bor pada saat penambahan atau pengurangan bagian-bagian dari batang bor.
Dapat menahan karena memiliki gigi-gigi yang tajam dan bentuk yang tirus
(dies). Rotary slips disisipkan kedalam bantalan utama sekeliling batang bor
sehingga batang bor tergantung bebas didalam sumur bor.
1.2.2 MASTER BUSHING
Ada dua tipe
dasar dari master bushing (bantalan utama), yaitu : tipe utuh (solid) dan tipe
dua bagian atau tipe terbelah (split)
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 19
1.Tipe utuh (solid)
Bantalan utama tipe solid
adalah yang paling banyak dipakai untuk operasi-operasi pengeboran biasa.

Gambar 1.13
Tipe Solid
2. Tipe terbelah (split)
Bantalan utama tipe split
adalah yang paling umum dipakai untuk operasi dengan drill collar yang besar
dan casing.

Gambar 1.14
Tipe Split
20 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
1.2.3 SLIP
BOWL
Slip Bowl (mangkuk-mangkuk
pengisi) adalah bantalan pengisi dari logam yang diletakkan didalam bantalan
utama untuk mengatur atau menyesuaikan ukuran pipa dan slip yang dipakai yang
berubah-ubah menurut keperluannya.

Gambar 1.15
Slip Bowl
1.2.4 KELLY
BUSHING (BANTALAN KELLY)
Kelly bushing
ini adalah alat yang dipasang masuk ke dalam master bushing untuk menyalurkan
gaya putar pada kelly dan batang bor sewaktu mengebor sumur bor (lubang).
Lubang pada kelly bushing ini berbentuk sama dengan bentuk kelly yang dipakai
persegi, segitiga atau segi enam. Ada dua tipe dasar dari bantalan-bantalan
kelly :
1. Pin Drive
Mempunyai empat pin yang
dimasukkan kedalam bagian atas dari master bushing.
2. Square Drive
Mempunyai penggerak tunggal
berbentuk segi empat yang dimasukkan kedalam master bushing.

Gambar 1.16 Pin Drive dan Square Drive
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 21
1.2.5 ROTARY
SLIPS
Kumpulan dari
alat-alat pemegang dari baja yang meruncing bentuknya, dipasang dibagian dalam
dari master bushing mengelilingi satu bagian dari pipa/batang bor untuk
menggantung pipa/batang bor di dalam lubang sewaktu dilakukan penyambungan atau
pelepasan sambungan. Slip-slip ini bergerigi sehingga dapat mencekam batang bor
secara erat pada waktu penyambungan. Ada dua macam slip-slip, yaitu : manual
dan power slip.

Gambar 1.17
Rotary Slips
1.2.6 ROTARY
TONG
Rotary tong
adakah kunci-kunci besar yang digantung diatas lantai rig dekat meja putar,
yang dipasang pada bagian-bagian dari batang bor, baik untuk menyambung maupun
melepas sambungan. Kunci tersebut adalah break out tong atau lead tong dan make
up tong atau back up tong.

Gambar 1.18 Rotary Tong
22 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
1.2.7 KELLY SPINNER (PEMUTAR KELLY)
Kelly spiner
adalah alat yang berkekuatan besar dan dipakai pada beberapa rig-rig yang
modern. Alat ini di pasang pada bagian bawah dari swivel stem. Alat ini dipakai
untuk menyambung kelly dengan pipa bor secara cepat di dalam rat hole (lubang
tempat menyimpan dan memasang atau membongkar rangkaian pipa).

Gambar 1.19 Kelly
Spinner
1.3
KONSTRUKSI ROTARY TABLE
Kontruksi
rotary table yang modern mempunyai beberapa bagian yang tampak dari luar :
·
Protective
housing (rumah pelindung)
·
Sprocket
(piringan gigi rantai)
·
End
rotary drive shaft (ujung rotary drive shaft)
Permukaan
atas rotary table relatif datar sedikit lebih tinggi dari lantai bor, bersih
dan mempunyai permukaan yang tidak licin untuk bekerja bagi rotary helper.
Selain dari pada itu memiliki perlengkapan pelumasan seperti grease fitting,
oil dipstick (tongkat pengukur minyak), fill plug (tutup lubang pengisian), dan
oil reservoir drain plug (sumbat bak penampungan minyak pelumas) dan locking
control (kunci pengendali). Kerangka (base) dari rotary table terbuat dari baja
tuang atau baja tempa sebagai kerangka.
Pada rotary table terdapat
lubang-lubang atau bagian untuk tempat kait bila rotary table harus di angkat.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 23
Gambar 1.20
Konstruksi Rotary Table
1.3.1 DRIVE SHAFT ASSEMBLY
Rangkaian poros ini dibuat terlindung dari pengaruh luar seperti lumpur,
sehingga poros dan bearing akan berusia lama. Selain itu ia memiliki
lubrication seal dan juga berkonstruksi kokoh duduk pada rangka rotary table,
tetapi bagian-bagiannya dibuka untuk melepas dan memeriksa shaft, bearing dan
spiral gear pinion. Pada rangkaian ini drive shaft memiliki dua set roller
bearing yang masing-masing memiliki grease atau memiliki bak minyak pelumas
sebagai bagian system pelumasan bearing tersebut.
24 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
1.3.2 SPROCKET
Sprocket
yang dipasang pada ujung pinion shaft, sebagian dipasang dengan sistem pasak
(sprocket key), sehingga sprocket terkunci dengan baik dan untuk menahan
dipasang safety clamp nut (mur pengaman) dan safety clamp nut tersebut dikunci
dengan sekerup (socket head cap screw). Dengan sistem ini apabila sprocket aus
dapat dengan cepat dan mudah diganti dan juga dapat dengan mudah mengganti
dengan ukuran-ukuran sprocket yang berbeda-beda untuk mendapatkan variasi rpm
meja dengan kecepatan putar relatif tetap dari motor penggerak.
1.4 SISTEM PEMBERI TENAGA
Seperti sudah
dijelaskan di sebelumnya, sistem pemberi tenaga ke rotary table dapat
dikelompokkan yaitu :
·
Digerakkan
dari drawwork
·
Digerakkan
langsung dari motor tersendiri (independent).
Sistem transmisi dari
drawwork ke Rotary table umumnya dengan sistem rantai dan sprocket, dengan
rantai single strand atau rantai double strand.
Selain dari pada itu ada
pula yang memakai transmisi universal joint (gardan), meskipun cara ini tidak
banyak dipakai.
Keuntungan dengan sistem ini adalah :
Dapat
memakai motor penggerak dari drawwork yang sementara tidak dipakai untuk
operasi pengangkatan selama pekerjaan memutar string dilakukan, sehingga dapat
mengurangi cost operation.
Kelemahan dari sistem ini adalah :
·
Transmisi drawwork akan bekerja terus, yang pada akhirnya akan
mempercepat kerusakan drawwork atau frekwensi reparasi.
·
Pada saat drawwork rusak maka drill stem tidak dapat digerakkan sama
sekali sehingga kemungkinan string terjepit akan ada.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 25
Pada
sistem pemberian tenaga independent atau langsung ke motor, diperlukan gear
transmisi untuk mengatur kecepatan dan arah putaran meja yang kemudian
dihubungkan ke motor listrik DC atau motor diesel.
Transmisi
tersebut dengan sistem oil bath, didesian mampu meneruskan torsi 15000 lb/ft
pada putaran sampai 400 rpm pada high gear, dan kurang lebih 200 rpm pada
30.000 lb/ft pada low gear.
Rem
meja putar (back brake) dengan sistem kendali pneumatis (dengan tekanan udara)
terletak diantara motor listrik dan gear transmisi. Dengan tersedianya rem ini
dapat menghentikan putaran meja dan yang terpenting untuk menghindari jangan
sampai terjadi puntiran balik dan dapat menyebabkan tool joint terputar lepas
(back off).
Keuntungan pemakaian independent rotary drive
adalah :
·
Dapat
mengontrol kecepatan meja putar dan torsi
·
Dapat melakukan perbaikan/perawatan drawwork atau pekerjaan lain pada
saat drilling.
·
Menurunkan kecepatan aus dari transmisi drawwork karena drawwork bekerja
hanya ketika ada pekerjaan mengangkat dan akan berhenti saat mengebor.
·
Pengaturan pemberian tenaga listrik DC generator ke motor listrik adalah
melalui selector switch sehingga mudah mengendalikannya.
1.5 PELUMASAN
Pelumasan
pada rotary table yang diperlukan ada dua macam, yaitu dengan minyak pelumas
dan grease.
Pelumasan
dengan minyak pelumas ini dilakukan dengan sistem bak rendam (oil batch). Pada
rotary table modern saat ini ia memiliki bak rendam dua buah, untuk pelumasan
bearing utama dan pinion bearing atau untuk keduanya dengan satu reservoir bak
rendam. Selain itu ada juga sistem pelumasan kombinasi rotary table dengan satu
bak rendam untuk main bearing dan pinion bearing dilumasi dengan grease.
Untuk
pelumasan ini, minyak pelumas harus dijaga senantiasa bersih dari kotoran dan
lumpur agar bearing-bearing tersebut tidak rusak, sehingga oil seal harus
dijaga dalam kondisi baik dan bila perlu segera diganti bila ada gejala
kebocoran.
26 - TEKNIK DAN PERALATAN
PEMBORAN
Minyak
pelumas harus diisikan ke reservoir-reservoir dengan jumlah yang cukup (dengan
mengecek memakai tongkat pengukur/deepstick) dan grade yang benar.
Berikut
ini jenis minyak dan grade yang disarankan pabrik untuk bak rendam utama (oil
bath utama).
·
Ambient
temperature + 30 0 F sampai 155 0 F : AGMA
# 6 EP atau SAE 140
·
Ambient
temperature 0 0 F sampai + 125 0 F : AGMA
# 4 EP atau SAE 90
·
Ambient temperature - 20 0 F sampai + 80 0
F NO # 1 EP atau SAE 80 atau SAE 75
Untuk bagian-bagian
dari rotary table yang memerlukan pelumasan dengan grease, diperlukan saluran
dan grease fitting yang menghubungkan sampai ke titik yang dilumasi atau ruang
khusus (catridge) untuk pinion shaft.
Letak dari
grease fitting umumnya didekat titik yang memerlukan pelumasan grease, atau
terkumpul satu ditempat didekat lubang pengisian pelumas. Pada sistem pelumasan
bearing pinion shaft dengan grease dilengkapi dengan relief fitting yang
berfungsi untuk membuang kelebihan pelumas. Semua anggota regu pemboran/bagian
pemeliharaan harus tahu persis fungsi dan letak dari relief fitting, untuk
menghindari jangan sampai relief fitting ini diganti dengan grease pin.
1.6 SPESIFIKASI DAN
PEMILIHAN
Beberapa
spesifikasi yang penting untuk mengetahui ukuran dan kapasitas dari rotary
table adalah :
a. Table opening (diameter of the opening) atau
Nominal Size.
Yang dimaksud table opening
disini adalah merupakan diameter pembukaan dari meja untuk laluan peralatan
yang dimasukkan kedalam sumur. Diameter ini merupakan ukuran diameter pembukaan
meja putar setelah master bushing diangkat, ukuran ini akan merupakan nominal
dari meja putar (Nominal size).
b. Jarak dari pusat table
opening sampai centerline dari sprocket rantai pertama. Jarak ini menurut
standard API ada 3 macam :
·
Berjarak
44 inch untuk rotary table yang tidak dapat dimasuki bit 20”.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 27
·
Berjarak 53 ¼ inch untuk rotary table yang dapat dilalui bit 20” atau
lebih besar.
·
Berjarak
65” khusus untuk rotary table dengan table opening 49 ½ inch.
Jarak ini perlu
diketahui untuk melakukan pemilihan rotary table dikaitkan dengan posisi dari
sprocket drawwork untuk rotary table, agar nantinya setelah rotary table
terpasang, pusat dari lubang rotary table sesuai dengan posisi travelling block.
c. Rated Capacity
Kapasitas yang dimiliki
oleh suatu rotary table akan ditinjau dari dua keadaan, yaitu :
·
Under Dead Load, yaitu jumlah beban maksimum yang diizinkan ditahan oleh
rotary table saat diam (tidak memutar)
·
Under
rotating load, yaitu jumlah beban maksimum yang diizinkan pada saat
berputar
akibat beban torsi yang timbul untuk memutar batang bor (drill stem). Didalam
pemilihan rotary table selain mempertimbangkan ketiga spesifikasi di atas untuk
menyesuaikan ukuran pipa
dan alat yang akan dimasukkan
selama
pekerjaan
operasi membor sumur, dan ukuran dari drawwork beserta posisi sprocket rantai
untuk rotary table, maka perhitungan perkiraan beban yang dialami akan ikut
juga menentukan.
Torsi yang
timbul atau power yang diperlukan saat memutar drill stem dapat dibedakan
menjadi dua macam :
1. Bit mechanical Horse Power,
yaitu merupakan tenaga atau daya yang diperlukan untuk memutar bit saja
2. Stem Friction Horse Power,
yaitu tenaga yang diperlukan untuk memutar drill string yang menempel atau
bergesekan dengan dinding lubang sumur.
Jumlah kedua tenaga atau daya tersebut diatas disebut Rotary Horse Power
(RHP)
|
RHP = |
Torque (lb. ft )
X RPM |
|
…………..(2-1) |
|
|
5250 |
||||
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
28 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
RHP
= Actual Rotary Horse Power
Torque = Torsi
RPM
= Putaran Meja per menit
Di dalam perencanaan sangat
sulit untuk menghitung secara pasti atau tepat, besarnya tenaga kuda untuk
memutar yang diperlukan, karena besarnya daya yang timbul karena gesekan drill
stem dengan dinding sumur sukar ditetapkan.
1.7 KONSTRUKSI PERLENGKAPAN MEJA PEMUTAR Master
Bushing
Ditilik dari konstruksi
master bushing, dapat dibedakan atas 3 macam :
1. Split Master bushing.
Master bushing ini
berkonstruksi terbelah, dan memiliki taper atau ketirusan untuk tempat duduk
slip. Tipe ini merupakan type yang paling umum dipakai.
2. Solid Master Bushing.
Master bushing
ini berbentuk utuh (tidak terbelah), ia tidak memiliki bentuk taper pada bagian
dalam. Untuk keperluan tempat kedudukan slip, bagian tirus dibuat pada slip
bowl, slip bowl ini ukurannya dapat diganti-ganti menyesuaikan ukuran slip atau
ukuran pipa yang akan ditahan oleh slip.
3. Hinged Master Bushing.
Memiliki
konstruksi terbagi menjadi dua bagian, tetapi keduanya dihubungkan dengan
pin-pin yang besar sehingga dapat menyerupai solid type. Bagian dalam dari
master bushing ini seperti pada solid type, tidak memiliki bagian tirus untuk
tempat duduk slip. Untuk kedudukan slip dibuat bermacam ukuran slip bowl. Hinge
type master bushing ini dibuat untuk rotary table berukuran nominal 37 ½ inch
dan 49 ½ inch.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 29
Gambar 1.21
Master Bushing Type
Ditinjau dari drivenya
yaitu konstruksi penyambungan dari master bushing ke kelly bushing dibedakan
atas 2 macam :
1. SQUARE DRIVE
Tipe ini mempunyai bukaan
bujur sangkar (square opening) atau recess (13 9/16 inch sisi X 4 inch tinggi)
untuk tempat duduk square drive kelly bushing.
Type square ini ada 2 macam yaitu :
A. Solid master bushing dengan split bowl.
B. Split master bushing type
ini square drivenya dibuat langsung pada master bushing.
2. PIN DRIVE.
Tipe ini master bushing
memiliki lubang empat buah untuk tempat kedudukan dari empat buah pin dari
kelly bushing.
Terdapat tiga type dari pin drive bushing yaitu
:
·
Hinged
master bushing with split bowl.
·
Split
pin drive master bushing
·
Solid
masterr bushing with split bowls
Kelly Drive Bushing
Kelly drive
bushing dilengkapi dengan roller-roller, sehingga memungkinkan kelly untuk meluncur
bergerak naik turun dengan bebas melalui drive bushing, meskipun ada
tekanan-tekanan antara roller dan kelly akibat menstransfer putaran dari meja
putar.
30 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Kelly saat ini tersedia
dalam tiga bentuk, yaitu segi empat (square), segi enam (hexagonal) dan segi
tiga (triangular). Oleh karena itu kelly drive bushing tersedia untuk ketiga
type kelly tersebut dengan berbeda susunan rollernya.

Gambar 1.22
Kelly Drive Bushing
Ditinjau dari
drivernya, kelly bushing ada dua macam yaitu square drive untuk rotary table
dengan square drive master bushing dan pin drive kelly bushing untuk rotary
table dengan pin drive master bushing.
Khusus untuk operasi
dilepas pantai dengan rig yang mengapung (floating rig) maka dipakai kelly
bushing pin drive yang memiliki lock assembly. Dengan pin drive yang
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 31
berlock
assembly akan dapat mengunci kelly drive bushing ke meja putar, dan dapat
menghindari terlepasnya kelly drive bushing saat floating rig bergerak naik
turun karena ombak.
Rotary Slips
Rotary slip memiliki
konstruksi bagian dalam mempunyai gigi dengan bentuk silinder dengan ukuran
tertentu sesuai dengan ukuran pipa yang akan ditahan.

Gambar 1.23
Rotary Slips Type
Dibagian luar
slip berbentuk taper dengan kemiringan yang sama dengan kemiringan master
bushig atau kemiringan dari slip bowl. Oleh karena itu slip dapat memakai
secara sejajar dengan pipa dan tanpa menimbulkan luka lekuk di satu tempat
(diujung). Rotary slip duduk di master bushing untuk menahan pipa selama pipa
tersebut digantung dalam proses menambah atau melepas pipa.
32 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Rotary slip dilihat dari
pengoperasianya ada 2 macam, yaitu manual slip dan power slip.
Power slip
merupakan slip yang dapat dioperasikan/dikontrol oleh driller utuk mengangkat
dan memasukkan slip dengan system tenaga pneumatic. Power slip memiliki piston
yang digerakkan dengan tekanan udara dan pada tangkai piston dipasangkan slip.
Kontrol pengendalian piston biasanya berupa pedal kaki yang diletakkan didekat
driller.

Gambar 1.24
Power Slips
Beberapa point penting di
dalam pengoperasian yang perlu diperhatikan diantaranya adalah :
1.
Pakailah
ukuran slip yang sesuai dengan ukuran
pipa yang ditahan.
2.
Apabila slip terdiri dari dua slip dan tidak tersusun menjadi satu di
dalam mengoperasikan keduanya harus rata.
3.
Jangan membiarkan slip didalam meja bor selama mencabut pipa. Cara ini
akan mempercepat keausan gigi-gigi slip.
4.
Gantilah gripping element dan pin-pin bila perlu, untuk mencegah
tergelincir/lolos.
5.
Jangan
memasang slip di bagian toll joint, karena dapat merusak tool joint atau
lolosnya drill pipe.
1. Cek isert slot, ganti slip apabila insert slot
aus.
2. Cek tapper bagian belakang
dan bagian permukaan didalam. Pengecekan dilakukan dengan mempergunakan
penggaris, seperti gambar di atas. Slip yang bengkok atau aus pada master
bushing baru akan berakibat slip menjadi lurus, akan retak-retak dan slip dapat
patah dan jatuh kedalam lubang.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 33
3. Cek hine pin, dan ganti bila aus.
4. Jangan dipergunakan slips
untuk ukuran pipa lebih besar dari ukuran slip sebenarnya. Hal ini akan dapat
membuat retak vertical dan horizontal.
Pengetesan Slip dan Evaluasinya.
Slips
Test.
1.
Test dilakukan dengan beban yang menggantung, minimum 100.000 lbs, untuk
mendapatkan cap (marking) dari pada pipa.

Gambar 1.25
Slips Test
2.
Pilih
bagian pipa yang halus bersih dari bekas slip sebelumnya.
3.
Balut
pipa tersebut dengan kertas kedap air (waterproof) dan tahan.
4.
Pasang rotary slip disekeliling pipa yang dibalut kertas tersebut,
turunkan pipa dan slip dengan kecepatan normal.
5.
Untuk melepas, tahan slip bersama-sama dan angkat pipa. Lepaskan slip
hati-hati bila sudah bebas diatas lubang.
6.
Lepas
kertas hati-hati.
Evaluasi Hasil Slips Test.
1.
Apabila bekas gigi slip merta pada semua gigi slip, menunjukkan master
bushing dan slips pada kondisi baik.
2.
Apabila insert hanya kontak pada bagian puncak saja, berarti master
bushing harus diganti, apabila slip masih baik.
34 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 1.27
Bagian-bagian Top Drive
Top drive
drilling system merupakan system pemboran dengan memutar drill stem
mempergunakan pemutar yang dipasang langsung dibawah swivel dan pemutar
tersebut bergerak naik turun mengikuti gerakan traveling block.
Dengan sistem
ini, kelly bushing dan kelly tidak diperlukan karena drill stem diputar
langsung dengan drilling motor assembly yang digantung di traveling block.
36 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Kontruksi dari top drive ini terdiri dari :
·
Standard
rotary swivel
·
Drilling
motor assembly
·
Guide
dolly system assembly
·
Pipe
handler assembly
DRILING
MOTOR ASSEMBLY
DMA disambung
dengan standard swivel dengan menghubungkan swivel stem dengan splined sub dari
drilling motor asembly. Untuk top drive produksi dari Varco, mampu menghasilkan
27600 lb ft (37.400 Nm) continous torque pada 183 rpm dengan 1050 amps armature
current dan 36700 ft lbs (49.800 Nm) peak intermittent torque dengan 1325 amps
armature current. Maximum kecepatan 250 rpm. Motor listrik yang dipasang 1000
Hp continous, 1250 Hp intermittent. Tenaga listrik yang diperlukan 750 Volt DC,
1350 amps maximum. Gear ratio : 5.33 : 1.
Motor listrik DC ini
dilengkapi dengan blower udara untuk system pendingin, yang digerakkan motor
listrik AC. Selain dari pada itu nmotor listrik DC tersebut dilengkapi air
brake (rem udara) yang berguna untuk menghentikan putaran drill stem karena ada
torsi balik.
GUIDE
DOLLY SYSTEM ASSEMBLY
Guide dolly system assembly
terdiri dari sepasang rail yang dipasang kokoh dari atas menara sampai
mendekati lantai bor, dan dolly yang menghubungkan drilling motor assembly
dengan rail sehingga dapat meluncur bebas ke atas atau kebawah sambil mampu
menahan torsi sewaktu drilling ± 27600 ft lbs atau 36700 ft
lbs saat menyambung pipa.
PIPE
HANDLER ASSEMBLY
Pipe Handler
Assembly ini merupakan salah satu keistimewaan dari top drive. Karena dengan
sistem ini dapat melepas atau menyambung drill pipe dengan swivel pada posisi
dimana saja dan sekaligus mampu mengikat dengan torsi yang cukup.
Disini
dipergunakan link standard mengangkat dan menurunkan string menyambungnya.
dan sebuah conventional
elevator, untuk ketika tripping atau menangani stand ketika
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 37
Link tilt
assembly berfungsi untuk menggerakkan link dan elevator ke depan sehingga mudah
untuk mleakukan penyambungan dengan pipa di mouse hole dan juga untuk mendorong
stand drillpipe dan drill collar ke arah posisi derrickman untuk disusun di
jari menara.
Pipe handler
assembly dilengkapi dengan torque wrench assembly yang berfungsi sebagai kunci
untuk mengikat ataupun melepas sambungan tool joint drill pipe dengan saver sub
dari top drive. Breakout torque yang dapat diberikan sebesar 60.000 lbs ft
(81100 Nm). Tekanan hydraulicnya 2000 psi dengan 30 GPM.
Ukuran pipa = 5 inch x 4 ½ IF
Selain dari
pada tersebut di aaatas, top drive dilengkapi Kelly cock dan Kelly cock
actuator, yang berfungsi untuk dapat menutup Kelly cock pada posisi traveling
block dimana saja dengan system kendali dari driller panel.
Sehingga dengan
peralatan ini apabila terjadi kick saat tripping dapat dengan langsung
menyambungkan saver sub sampai terikat kuat dan dapat menutup Kelly cock bila
diperlukan, dengan posisi block dimana saja dalam menara
Beberapa keuntungan antara lain adalah :
1.
Dapat mengebor langsung sepanjang 90 ft (1 stand), sehingga dapat
menghemat/mengurangi pekerjaan 3 kali penyambungan.
2.
Dapat melakukan spinning dan memberi torsi sambungan di atas dan dibawah
bersama-sama, sehingga menghemat waktu ½ kali.
3.
Mampu melakukan reaming sepanjang tinggi dalam derrick, sehingga dapat
memutar string melalui lubang yang sempit tanpa terjepit dan memutar string
sambil sirkulasi sewaktu cabut untuk lubang dengan derajat kemiringan yang
tinggi.
4.
Mampu memutar ke kedua arah selama cabut 90 ft (1 stand), menghemat
waktu pada pekerjaan khusus seperti memancing atau coring.
5.
Apabila tripping kedalam lubang, terjadi bridge dapat dengan cepat dibor
lagi tanpa harus mencabut Kelly.
6.
Casing dapat diturunkan dengan standard casing tool. Tambahan keuntungan
lain adalah dapat mengisi lumpur langsung dari top drive.








Komentar
Posting Komentar