SISTEM PENGANGKATAN (HOISTING SYSTEM)
SISTEM PENGANGKATAN (HOISTING SYSTEM)
3.1.
Teori Dasar
Sistem
pengangkat (Hoisting System) adalah merupakan salah satu dari antara
komponen-komponen utama dari suatu rig. Tugasnya adalah membantu sistem
peralatan pemutar didalam mengebor sumur dengan menyediakan alat-alat yang
sesuai serta ruang kerja yang dibutuhkan untuk mengangkat dan menurunkan, juga
menggantung beban yang sangat berat dari dari sistem alat-alat pemutar
Sistem
pengangkatan dalam pemboran memegang peranan yang sangat penting, mengingat
bahwa sistem pengangkatan ini adalah sistem yang mendapat beban, baik beban
vertikal maupun horizontal.
Beban
vertikal yang dialami berasal dari beban menara itu sendiri, beban drill
string, casing string, tegangan dari fast line, beban karena tegangan deadline
serta beban dari blok-blok. Sedangkan beban horizontal berasal dari tiupan
angin yang mana hal ini sangat terasa mempengaruhi beban sistem pengangkatan
pada pemboran di lepas pantai (off shore).
Sistem pengangkatan terdiri dari dua sub
komponen, yaitu:
1. Struktur penyangga (supporting structure)
2. Peralatan pengangkatan (hoisting equipment)
3.2.
Struktur Penyangga
Struktur penyangga (rig),
adalah suatu kerangka sebagai platform yang berfungsi sebagai penyangga
peralatan pemboran. Kerangka ini diletakkan di atas titik bor. Fungsi utamanya
untuk trip, serta untuk menahan beban yang terjadi akibat peralatan bor itu
sendiri maupun beban dari luar. Stuktur penyangga terdiri dari :
1. Substructure,
2. Lantai bor (rig floor), dan
3. Menara pemboran (drilling tower).
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 53
Untuk menara pemboran, ada dua tipe menara :
·
Type
standart (derrick), dan
·
Type
portable (Mast).
Secara ringkas, spesifikasi menara dapat dilihat
pada table 3.1
Tabel 3.1 Tabel
Spesifikasi Menara
|
Spesifikasi |
Jenis |
Tinggi |
Gross |
Packing |
Max. |
App. |
|
Unit |
|
(ft) |
cap. |
cap. |
Static |
Weight |
|
Pemboran |
|
|
(103 lbs) |
(ft) |
Hook |
mast |
|
Pabrik |
|
|
|
|
Load |
(103 lbs) |
|
|
|
|
|
|
(103 lbs) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Lee CMoore |
- |
126 |
386 |
6000 |
8-257 |
65 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
IDECO |
JFM 98- |
98 |
485 |
7560 |
10 - 325 |
37 |
|
|
315 |
133 |
645 |
13860 |
10 -
430 |
55 |
|
|
FM
133- |
143 |
1000 |
22860 |
12 -
750 |
92 |
|
|
400 |
|
|
|
|
|
|
|
FM 143- |
|
|
|
|
|
|
|
650-30 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
EMSCO |
T-97 |
97 |
352 |
7200 |
8-250 |
- |
|
|
B -127 |
127 |
416 |
8700 |
- |
43,5 |
|
|
B-142 |
142 |
1053 |
23960 |
- |
105,75 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
NATIONAL |
80-UE |
- |
- |
- |
10 - 500 |
- |
|
|
110 - UE |
|
|
|
12 -
710 |
- |
|
|
|
|
|
|
|
|
![]()
![]()
Bagian-bagian menara yang penting :
·
Gine pole,
Merupakan
tiang berkaki dua atau tiga yang berada di puncak menara, berfungsi untuk
memberikan pertolongan pada saat pemasangan crown block.
·
Water table,
Lantai di puncak menara
yang berfungsi untuk mengetahui bahwa menara telah berdiri tegak.
54 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
·
Cross bracing,
Cross bracing berfungsi untuk penguat menara.
·
Tiang menara,
Merupakan empat tiang yang
berbentuk segi tiga sama kaki, berfungsi sebagai penahan terhadap semua beban
vertikal di bawah menara dan beban horizontal.
·
Girt,
Merupakan sabuk menara, berfungsi mengikat
menara
·
Monkey board Platform,
Berfungsi sebagai tempat kerja derrickmen pada
saat cabut atau pasang pipa.

Gambar 3.1
Bagian-bagian menara
A = Tinggi dari puncaklantai borsampai dasar
dariwater table beams.
B = Base square
C = Window opening
D = Water table opening
E = Gin pole clearance
F= Girt
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 55
Struktur penyangga meliputi :
3.2.1 Drilling Tower (derrick)
Fungsi
utamanya untuk memberikan ruang kerja yang cukup untuk pengangkatan dan penurunan
drill collar serta casing string. Oleh sebab itu tinggi dan kekuatannya harus
sesuai dengan keperluan.
Menara pengeboran pada dasarnya dapat dibedakan
menjadi dua macam
1. Derrick, tipe ini pada
waktu menyusun dan membongkar dilakukan perbagian (potongan demi potongan
baja). Jenis menara ini jarang dijumpai didarat karena untuk menyusun
diperlukan waktu yang lama. Sedangkan untuk di offshore masih sering digunakan,
karena kontruksinya lebih kokoh terhadap pengaruh ombak dan angin terutama di
floating Offshore Rig yang menaranya dipasang permanen. Keuntungan dari tipe
menara ini mudah diangkut kemana-mana, karena terdiri dari bagian-bagian yang
kecil-kecil atau pendekpendek. Sedangkan kelemahan dari tipe menara ini waktu
yangdiperlukan untuk memasang dan membongkar lagi memerlukan waktu yang lama

Gambar 3.4.
Standard derrick
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 57
Gambar 3.5 Drilling mast
2. Portable Mast, tipe ini
mendirikannya dilakukan dalam satu unitpenuh. Jenis menara ini dapat dengan
cepat dibongkar dan dipasang kembali serta mudah untuk di transport. Jenis dari
menara ini merupakan menara yang banyak dipakai baik di onshore maupun di
offshore Portable Mast dibedakan menjadi dua kelompok : - Free standing
portable mast: menara portable yang mudah dipindah-pindahkan, tetapi didalam
operasi tidak memerlukan guy line pada kondisi normal - Guyed portable mast :
menara yang pada kondisi operasi normal memerlukan guy line

Gambar 3.6
Portabel Mast
58 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
3.2.2 Substructure
Kontruksi
baja yang disusun untuk menjadi landasan menara atau mast dan draw work, yang
tingginya ditentukan oleh kebutuhan tinggi susunan Blow Out Preventer (pencegah
semburan liar) atau BOP stack yang harus dipasang saat mengebor.
Sub
structure ini menjadi tempat kedudukan lantai bor yang menjadi tempat untuk
kegiatan disekitar meja putar (rotary table), seperti tempat kedudukan set-back
pipa bor yang ditegakkan dimenara saat mencabut pipa.
Fungsinya
untuk menahan beban tekan yang berasal dari peralatan pemboran itu Sendiri

.
Gambar 3.7 Substructure
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 59
Gambar 3.8
Substructure
3.3. Rig Floor
Lantai bor atau Rig Floor adalah tutup plat baja
yang dipasang diatas sub
structure yang berfungsi untuk : ![]()
1. Menunjang peralatan pengeboran yang kecil
2. Tempat berdirinya menara
3. Tempat Drawwork
4. Tempat kerja driller
Salah
satu hal yang perlu diperhatikan pada sebuah lantai bor ialah tinggi dari pada
lantai bor itu, karena hal tersebut akan berhubungan dengan hal-hal seperti :
• Pengukuran kedalaman sumur pada saat pemboran,
dimulai dari lantai bor.
• Lantai berpengaruh terhadap
jenis dan susunan dari BOP (BOP Stack) yang dipakai.
• Pengukuran kedalaman sumur pada saat produksi
dimulai dari bottom flange.
60 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Peralatan-peralatan yang berada dilantai bor
adalah :
·
Rotary Table atau meja putar berfungsi untuk memutar rangkaian pipa bor
melalui kelly (pipa segi) dan juga untuk menahan pipa bor dengan rotary slip
saat sambungannya dilepas atau akan disambung lagi
·
Rotary
drive : memindahkan daya dari draw work ke rotary table
·
Draw
work : mesin pengangkat pada rotary drilling rig

Gambar 3.9 Peralatan di lantai bor
·
Driller control panel : adalah pusat instrumen untuk mengendalikan
operasi draw work, rotary table, pompa lumpur, cat head dan rotary tong
·
Make-up dan break-out tong : adalah kunci-kunci yang dipergunakan untuk
melepas atau mengikat ikatan sambungan rangkaian pipa bor
·
Rat hole : lubang yang berfungsi untuk menyimpan kelly, pada saat tidak
dipergunakan untuk mengebor
·
Mouse hole : lubang untuk meletakkan satu batang satu joint pipa bor
untuk disambungkan ke kelly saat menambah pipa bor untuk mengebor lebih dalam
·
Dog house : ruangan atau rumah kecil tempat kerja driller dan untuk
menyimpan alat-alat kecil
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 61
Gambar 3.12 Breaking Connection
3.4.
Peralatan Pengangkatan
Peralatan pengangkatan yang
terdapat pada suatu operasi pemboran terdiri dari drawwork, overhead tools dan
drilling line.
3.4.1 Drawwork
Drawwork merupakan otak
dari suatu unit pemboran karena melalui alat ini seorang driller melakukan dan
mengatur operasi pemboran. Fungsi utama dari drawwork adalah :
a. Memindahkan tenaga dari
prime mover ke rangkaian pipa bor selama pemboran berlangsung.
b. Memindahkan tenaga dari prime mover ke rotary
drive, dan
c. Memindahkan tenaga dari
prime mover ke chathead untuk menyambung atau melepas section rangkaian pipa
bor.
Komponen-komponen utama yang terdapat pada
drawwork terdiri dari :
·
Revolving
drum,
Merupakan
suatu drum untuk penggulung kabel bor. Suatu drum digunakan untuk memintal atau
mengulur drilling line. Ada dua jenis permukaan dari drum ada yang rata (plain
drum) untuk rig kecil dan
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 63
beralur( groove
drum). Dengan adanya alur(groove) ini akan menjadi guide atau drilling line
pada waktu digulung,dan mencegah tidak teraturnya susunan penggulungan.Diameter
dari drum tergantung dari kedalaman, semakin dalam kemampuan dari
drawwork,diameter drum semakin besar. •

Gambar 3.13
Drawwork Drum
·
Breaking
system,
Sistem
pengereman terdiri dari rem mekanis utama (mechanical brake) dan rem pembantu
(auxiliary brake). Rem mekanis mempunyai fungsi untuk menghentikan putaran drum
disamping mengurangi kecepatan putaran drum untuk sesaat. Sedangkan auxiliary
brake mempunyai fungsi untuk mengurangi percepatan turunnya drillstem sewaktu
tripping. Auxiliary brake digerakkan dengan air (hidromatic brake) atau arus
listrik (electro magnetic brake).Terdiri dari mechanical main break dan
auxiliarydraulic atau electric, berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan
gerakan kabel bor.
·
Catheads,
Cathead
adalah sub bagian dari drawwork dan terdiri dari dua cathead, yaitu make up
cathead(disisi driller pada drawwork) dan break out cathead (pada sisi
lainnya). Cathead ini digunakan untuk
64 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
menyambung dan melepas
sambungan pipa bor, selain itu digunakan untuk mengangkat beban yang ringan di
lantai bor..
·
Rotary
drive
Rotary
drive berfungsi untuk meneruskan tenaga dari mesin penarik ke meja putar. Ada
dua tipe dasar dari rotary drive atau bantalan-bantalan kelly :
1. Pin Drive
Mempunyai empat pin yang
dimasukkan kedalambagian atas dari master bushing.
2. Square Drive
Mempunyai penggerak tunggal
berbentuk segi empat yang dimasukkan kedalam master bushing

Gambar
3.14 drawwork

Gambar
3.15 drawwork
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 65
Gambar 3.16.
Rotary Drive
3.4.2 Overhead Tools
Rangkaian
overhead tools terdiri dari crown block travelling block, hook, dan elevator.
• Crown
block,
merupakan
kumpulan roda yang ditempatkan pada puncak menara (sebagai blok diam). Crown
block adalah suatu susunan roda-roda katrol (sheaves atau pulleys) yang
terletak pada kerangka menara. Drilling line dililitkan pada sheaves crown
block dan sheaves travelling block. Susunan tersebut dimaksudkan untuk dapat
menarik atau mengangkat beban berat dengan tarikan yang ringan, miskipun
tarikannya lambat. Adapun fungsi dari sheaves adalah sebagai penuntun dan
penunjang drlling line yang melalui block. Jumlah sheaves pada block ditentukan
oleh kapasitas beban yang mau ditahan atau ditarik
• Travelling Block, merupakan roda yang digantung di bawah crown block, di atas lantai bor.
• Hook, berfungsi
untuk menggantung swivel dan rangkaian pipa bor selama operasi pemboran.
66 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
• Elevator, merupakan klem (penjepit) yang ditempatkan (digantung) pada salah satu sisi travelling block atau
hook dengan elevator links, berfungsi untuk menurunkan atau menaikkan pipa dari
lubang bor.
Elevator adalah
suatu clamp pemegang pipa (drill pipe, drill collar, casing, tubing ataupun
sucker rod), pada waktu mengangkat dan memasukkan kedalam sumur. Drill pipe
elevator dipakai khusus untuk drill pipe, demikian juga lainnya dibuat
spesifik. Elevator digantung pada link, yang dipasang disamping travelling
block atau hook
Tipe dasar elevator ada dua, yaitu :
1. Bottle neck (taper
shoulder),yang dipakai untuk hampir semua pipa pengeboran
2. Collar left (square
shoulder),yang dipakai pada pipa pengeboran berbahu segi empat atau pipa
collar. Namun kadangkala disebut tipe berpintu depan (front door type), juga
ada tipe berpintu samping (side door type)
Dead
line Anchor
Merupakan peralatan yang
digunakan untuk mengikat dead line pada drilling line. Biasanya disekrupkan
pada substruktur yang kuat
Supply
Reel
Digunakan untuk menggullung
sisa drilling Line yang belum digunakan sebagai cadangan untuk Cut Off

Gambar 3.17 Over head tools
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 67
Gambar 3.26
Traveling Block With Unimatic Hook

Gambar 3.27 Side Door Elevator
72 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.28 Center Latch Elevator

Gambar 3.29 Single Joint Elevator
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 73
Gambar 3.36 Penggunaan Saffety Clamp

Gambar 3.37 dead line Anchor
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 77
Hook dan
Link
Hook
merupakan alat berbentuk kait yang terletak dibawah travelling block, sebagai
penghubung antara travelling block dengan link atau swivel. Hook harus dapat
berputar pada saat terdapat beban berat.Didalam hook ini memiliki pegas yang
membantu menyerap kejutan dan lompatan pin keluar dari box sewaktu
melepas/membuka sambungan.
Disamping
itu hook mempunyai safety latch untuk swivel dan locking arm atau link ears
pada samping sisinya untuk tempat menyambung link. Link adalah gantungan
elevator digantungkan pada hook untuk digunakan selama operasi pengeboran.
Ukuran dari link diambil dari diameter penampang batang cincin bawah. Besarnya
kekuatan kapasitas dari link harus dilihat dari ukuran tinggi penampang dari
batang mata link atas dan bawah.
Panjang
link tidak ditentukan atau tergantung pesanan. Panjang link umum untuk drill
pipe dan untuk casing berbeda karena ukuran casing yang besar dan posisi casing
memerlukan kefleksibelan dari elevator. Panjang diukur dari puncak lubang
cincin link atas dan cincin link bawah.

Gambar
3.40 Link
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 79
3.4.3 Drilling Line
Drilling
line sangat penting dalam operasi pemboran karena berfungsi untuk menahan atau
menarik beban yang diderita oleh hook. Drilling line terbuat dari baja dan
merupakan kumpulan dari kawat yang kecil, diatur sedemikian rupa sehingga
merupakan suatu lilitan.
Drilling
line sering disebut wire line atau wire rope didalam industri pengeboran.
Drilling line dalam operasi pengeboran berfungsi untuk menahan dan menarik
beban yang diderita oleh hook. Susunan drilling line meliputi :
·
Reveed drilling line : tali yang melewati roda-roda crown block dan
travelling block
·
Dead
line : tali yang tidak bergerak yang ditambatkan pada substructure
·
Dead
line anchor : tempat tali yang tidak bergerak
·
Fast
line : tali yang bergerak dan digulung pada drum
·
Storage
: gulungan tali yang terletak didekat rig
Kontruksi
Wire rope
mempunyai tiga komponen yaitu : core, strand dan wire. Wire rope dibedakan atau
klasifikasikan dari jumlah strand, jumlah wire dalam satu strand dan pattern
(susunan) dan strand.

Gambar 3.41.
Drilling line
80 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Lilitan dari kabel pemboran
terdiri dari 6 kumpulan dan satu bagian yang disebut core. Faktor-faktor yang
mempengaruhi keawetan kabel :
• Kerusakan dari kawat,
• Rapuhnya lilitan kawat akibat panas, dan
• Kelelahan.
• Running casing (pemasangan casing),
• Operasi pemancingan (fishing job), dan
• Pencabutan dan pemasukan drill string.
Susunan drilling line terdiri dari :
a) Reeved drilling line merupakan tali yang melewati roda-roda crown
block dan roda-roda travelling
block.
b) Dead line merupakan tali tidak bergerak yang ditambatkan pada substructure (tali mati).
c) Dead line anchor dead line anchor biasanya ditempatkan berlawanan dengan drawwork.
d) Storage or supply real : storage or supplay real biasanya ditempatkan
dekat dengan rig

Gambar 3.42 Susunan Drilling Line
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 81
Preforming
adalah proses dimana strand dibentuk helically, mereka akan menjadi berbentuk
tetap demikian pada penyelesaian rope. Preforming mengembangkan ketahanan
terhadap kelelahan, mudah dihandling dan tahan untuk di rope dengan menyamakan beban
disemua diantara strand-strand dan diantara individual wire dari strand.
Apabila strand mengurai dari wire rope, mereka berbentuk helical sehingga mudah
untuk dikembalikan. Non preform adalah wire rope yang tidak mengalami proses
seperti diatas dan sebagai ciri, apabila dipotong wire akan mengurai dan
sukar/tidak dapat dikembalikan lagi. Elemen pertama yang ditulis adalah
menunjukkan arah pintalan strand pada rope dapat kiri atau kanan (right atau
left). Apabila anda melihat memanjang sebuah wire rope arah strand right lay
rope akan spiral ke kanan dan untuk left lay spiral akan ke kiri. Elemen kedua
adalah menunjukan arah didalam hubungan antara arah strand lay di rope dan arah
wire lay pada strand.

Gambar 3.43 Non
Preform Wire Rope
Dalam regular
lay, wire dibuat berlawanan arah strand lay di wire rope. Pada regular lay
kawat-kawat (wire) sejajar dengan poros rope. Pada long lay, wire disusun
dengan arah yang sama dengan strand lay, di rope dan wire akan tampak bersilang
dengan sebuah sudut terhadap poros rope.
82 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Sebagian besar grade dan steel wire rope adalah
:
– IPS : Improved Plow Steel
– EIPS : Extra Improved Plow Steel
Di samping itu terdapat grade wire rope yang
lainnya dipakai di perminyakan :
– PS : Plow Steel
– MPS : Mill Plow Steel
Grade of steel
akan mempengaruhi kekuatan wire rope atau nominal strength dan wire rope.
Drilling line pada umumnya memakai grade IPS atau EIPS. EIPS grade dengan
klasifikasi dan mempunyai type core sama, ia mempunyai nominal sterngrth 15%
lebih tingi dibanding IPS.
Terdapat wire rope dengan
jenis galvanized rope yaitu wire rope dimana pada semua kawat-kawatnya
mempunyai lapisan zinc di permukaannya untuk menaikkan ketahanan terhadap
karat.
Core atau inti terletak
ditengah wire rope mempunyai fungsi untuk bantalan mendukung strand-strand dari
rope, disamping ini berfungsi untuk menyimpan pelumas.
Core terdapat beberapa jenis, yaitu :
1. Fiber Core (FC) adalah core
dari tali dengan bahan dari serat sisal/manila atau fiber buatan seperti
polypropyline. Wire rope dengan core ini akan lebih lentur dan lebih murah,
tetapi dari segi kekuatan/normal capacity dan wire rope ini lebih rendah. Type
ini banyak dipakai untuk swab line.
2. Independent Wire Rope Core
(IWRC) adalah core yang berupa wire rope. Type ini yang paling banyak dipakai
dalam operasi perminyakan. Ia mempunyai nominal strength lebih besar dibanding
dengan yang lainnya, tetapi harganya lebih mahal.
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 83
Gambar 3.44 Typical Wire Rope Design
Diameter wire rope diukur
dari puncak strand Diameter wire rope diukur dari puncak strand yang
berseberangan atau merupakan diameter
terbesar dan
bukan diameter terkecil Ukuran diameter diukur sampai bilangan terkecil 1/64
inch. Ukuran wire rope umumnya lebih besar sedikit dari ukuran nominalnya. Ini
merupakan kondisi yang normal karena apabila dipakai pada operasi setelah
beberapa saat maka wire rope tersebut akan berukuran sebesar ukuran nominal.
Ukuran wire rope baru tidak boleh lebih kecil dari ukuran nominal, tetapi boleh
lebih besar sedikit dari table di bawah
84 -
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.45
Pengukuran Diameter Wire Rope
Wire rope diidetifikasi
dengan angka dan singkatan-singkatan, hal ini penting untuk dipahami.

Gambar 3.46
Identifikasi Wire Rope
Contoh :
1” x 5000’ 6 x 19 S PRF RRL IPS IWRC
1” = Diameter Line
5000’ = Length of Line
6 = Number of strands per Line
19 = Number of Wire per Strand
S = Seal Pattern
PRF = Preformed Strands
RRL = Right Regular Lay
IPS = Improved Plow Steel
IWRC = IndependentWire Rope Core
TEKNIK DAN
PERALATAN PEMBORAN - 85
Artinya wire
rope tersebut berukuran 1”, panjang 5000 ft, dengan 6 strand, 19 wire setiap
strand, dengan susunan strand type seale, pintalan strand preformed, right
regular lay, grade steel improved plow steel dengan core independent wire rope
core.
Pemeliharaan Wire Rope
Untuk memperpanjang umur
dari wire ropw maka perlu dilakukan emeliharaan secara rutin antara lain :
1.
Selalu
dilumasi bila kering
2.
Jangan
meletakkan wire rope pada tempat yang berpasir
3.
Jangan meletakkan wire rope pada tempat-tempat yang terdapat bahan yang
mengandung bahan kimia yang dapat menimbulkan korosif.
4.
Jangan
meletakkan wire rope pada tempat yang tajam.
5.
Jangan
menarik wire rope dalam keadaan terlipat
6.
Jangan menggulung wire rope dibawah, akan menyebabkan wire rope melilit
(terpluntir).

Gambar 3.47
Celup

Gambar 3.48 Siram
86 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.49
Saput

Gambar 3.50
Wire Rope Rusak
PEMBAHASAN
Sentral atau pusat
pengendali seluruh operasi pemboran ada pada drawworks. Pada drawworks terdapat
instrument-instrument untuk mengatur seluruh kegiatan pemboran yang
dilaksanakan oleh seorang driller.
Sedikit saja
kesalahan yang dilakukan oleh driller pada drawworks akan mengakibatkan
kerugian yang sangat besar.
Salah satu
komponen yang paling pokok pada suatu sistem pengangkatan adalah menara
(derrick). Kedalaman suatu sumur minyak sangat mempengaruhi jenis-jenis menara
yang akan digunakan. Pemilihan menara harus disesuaikan dengan kedalaman suatu
sumur. Parameter ukuran menara yang harus diperhatikan adalah kapasitas,
tinggi, luas lantai bor dan lantai bor. Menurut standard API menara terbuat
dari besi baja. Baja profil yang digunakan sesuai dengan spesifikasi A7 atau
A94.
Karakteristik menara bor
ditentukan oleh kapasitas yang menyangkut dimensi dan kekuatannya. Menara harus
tahan terhadap pengaruh kecepatan angin. Sebagai contoh untuk menara API no.18,
tinggi 41,45 m (136') harus tahan terhadap pengaruh angin dengan kecepatan
88,15 km/jam. Untuk menara yang lebih besar misalnya API no.25, tinggi 57,60 m
(189') kecepatan angin maksimum 120 km/jam bila pipa-pipa bor berada pada
menara dan 185 km/jam bila tanpa pipa bor
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 87
bersandar pada
menara. Untuk memilih menara pemboran ada dua prinsip yang harus diperhatikan
yaitu, kapasitas, tingginya
MEMILIH
KAPASITAS
Bila n = jumlah
kabel pada traveling block dan P jumlah beratan (beban) pada hook, maka
tegangan tarik yang timbul pada : kabel aktif, kabel mati dan setiap kabel pada
travelling block adalah : P/n.
Bila G adalah berat menara dan crown block, maka
:
......................... (1) ()PnnPGAPI=+−4
Dengan savety
faktor = 2,0 dan M adalah berat hook dan traveling block dan accesorisnya, maka
:
........![]()
MEMILIH
TINGGI MENARA
Biasanya orang
memilih menara itu setinggi mungkin, tetapi akan menimbulkan masalah dalam
transportasi dan rigging up-nya. Oleh karena itu untuk mendapatkan efisiensi
yang baik, diambil patokan tinggi satan (1 stand = 3 batang drill pipe)
maksimal 30 meter.±
LUAS DAN
TINGGI LANTAI BOR
Lantai bor
berbentuk bujur sangkar atau segi empat, sedang panjang sisi dan tingginya
disesuaikan dengan menaranya.
Secara ringkas, ukuran, luas dan tinggi lantai
bor, dapat dilihat pada tabel 3.2.
Tabel 3.2 Tabel
Ukuran, Luas dan Tinggi Lantai Bor
|
Ukuran Menara Tinggi Menara |
Sisi Lantai Bor |
Tinggi Lantai Bor |
|
(inch) |
(inch) |
(inch) |
|
|
|
|
|
94' |
24' |
7'3" |
|
122' |
24' |
7'3" |
|
136' |
26' |
7'3" |
|
140' |
30' |
10' |
|
147' |
30' |
14' |
|
189' |
37'6" |
14' |
|
|
|
|
































Komentar
Posting Komentar