PENGUKURAN VISCOSITAS DAN GEL STRENGTH
PENGUKURAN VISCOSITAS DAN GEL STRENGTH
TUJUAN PERCOBAAN
1. Menentukan viscositas relatif lumpur pemboran dengan Marsh Funnel.
2. Menentukan viscositas nyata (apparent viscosity), plastic viscosity,
yield point dan gel strength lumpur pemboran dengan menggunakan Fann VG Meter.
3. Memahami rheologi lumpur pemboran.
4. Mengetahui efek penambahan thinner dan thickener pada lumpur
pemboran.
DASAR TEORI
Viscositas dan gel strength merupakan bagian yang pokok dalam
sifat-sifat rheologi fluida pemboran. Pengukuran sifat-sifat rheologi fluida
pemboran penting mengingat efektivitas pengangkatan cutting merupakan fungsi
langsung dari viscositas. Sifat gel pada lumpur juga penting pada saat round
trip sehingga dapat mencegah cutting mengendap di dasar sumur yang dapat
menyebabkan kesukaran pengeboran selanjutnya. Viscositas dan gel strength
merupakan sebagian dari indikator baik tidaknya suatu lumpur.
Fluida pemboran dalam percobaan ini adalah lumpur pemboran. Lumpur
pemboran ini mengikuti model-model rheologi Bingham Plastic, Power Law. Diantara
ketiga model ini, Bingham Plastic merupakan model yang sederhana untuk fluida
Non-Newtonian.
Yang dimaksud fluida non-Newtonian adalah fluida yang mempunyai harga
viscositas tidak konstan, bergantung pada besarnya geseran (shear rate) yang
terjadi. Gambar di bawah ini adalah suatu plot pada kertas koordinat
rectangular dari viscositas vs shear rate untuk fluida ini. Pada setiap shear
rate tertentu fluida mempunyai viscositas yang disebut apparent viscosity dari
fluida pada shear rate tersebut.
Berbeda dengan fluida newtonian yang mempunyai viscositas konstan,
fluida Non-Newtonian memperlihatkan suatu yield stress suatu jumlah tertentu
dari tahanan dalam yang harus diberikan agar fluida mengalir seluruhnya.
Dalam percobaan ini pengukuran viscositas yang sederhana dilakukan
dengan menggunakan alat marsh funnel. Viscositas ini adalah jumlah detik yang
dibutuhkan lumpur sebanyak 0,9463 liter untuk mengalir keluar dari corong marsh
funnel. Bertambahnya viscositas ini direfleksikan dalam bertambahnya apparent
viscosity. Untuk fluida Non-Newtonian, informasi yang didapatkan dengan marsh
funnel memberikan suatu gambaran rheology fluida yang tidak lengkap sehingga
biasa digunakan untuk membandingkan fluida yang baru (awal) dengan kondisi
sekarang.
Viskositas plastic Yield point adalah bagian dari resistensi untuk
mengalir oleh gaya tarik-menarik antar partikel. Gaya tarik menarik ini
disebabkan oleh muatan-muatan pada permukaan partikel yang didespersi dalam
fasa fluida. Gel strength dan yield point keduanya merupakan ukuran dari gaya
tarik menarik antar partikel. Gaya tarik menarik dalam suatu sistem lmpur.
Bedanya, gel strength merupakan ukuran gaya tarik menarik yang statik sedangkan
yield point merupakan ukuran gaya tarik menarik yang dinamis.
a. Viscositas
Viscositas adalah tahanan fluida terhadap aliran atau gerakan yang
penting untuk laminar flow. Viscositas plastik (plastic viscosity) seringkali
digambarkan sebagai bagian dari resistensi untuk mengalir yang disebabkan oleh
friksi mekanik. Istilah thick mud digunakan untuk lumpur dengan viscositas
tinggi (kental) dan sebaliknya adalah thin mud (encer). Ada dua anggapan bahwa
apabila :
1. Viscositas lumpur yang terlalu tinggi akan menyebabkan :
a. Penetration turun
b. Pressure loss tinggi
c. Pressure surges yang berhubungan dengan loss circulation dan
swabbing yang berhubungan dengan bahaya blow out.
d. Sukar melepasnya gas dan cutting dari lumpur saat di permukaan
(conditioning equipment)
2. Viscositas lumpur yang terlalu rendah akan menyebabkan
a. Pengangkatan cutting tidak baik
b. Material pemberat lumpur diendapkan
b. Gel Strength
Gel strength adalah pembentukan padatan karena gaya tarik menarik
antara plat-plat clay kalau didiamkan dan ini bukan dalam sifat aliran /
gerakan melainkan statis. Maka dari itu dengan bertambahnya waktu maka gel
strengthnya akan bertambah besar. Pada operasi pemboran gel strength harus
normal karena apabila terlalu kecil menyebabkan terendapnya cutting / pasir
saat sirkulasi berhenti.
Penentuan Harga Shear Stress dan Shear Rate
Harga shear stress dan shear rate yang masing-masing dinyatakan dalam
bentuk penyimpangan skala penunjuk (dial reading) dan RPM motor, harus diubah
menjadi harga shear stress dan shear rate dalam satuan dyne/cm2 dan detik-1
agar diperoleh harga viscositas dalam satuan cp (centipoise). Adapun persamaan
tersebut sebagai berikut :
= 5,077 x C……………………………………………………….( 1 )
= 1,704 x RPM………………………………………………...…( 2 )
dimana :
= shear stress, dyne/cm2
= shear stress, detik-1
C = dial reading, derajat
RPM = revolution per minute dari rotor
Penentuan Harga Viscositas Nyata (Apparent Viscosity)
Viscositas nyata (a) untuk setiap harga shear rate dihitung
berdasarkan hubungan:
a = ………………………………………………….…..( 3 )
a = …………………………………………………..( 4 )
Penentuan Plastic Viscosity dan Yield Point.
Untuk menentukan plastic viscosity (p) dan yield point (Yp) dalam
field unit digunakan persamaan Bingham plastic berikut :
p = ………………………………………………..( 5 )
Dengan memasukkan persamaan (1) dan (2) kedalam persamaan (5) didapat :
p = C600 – C300……………………………………………....( 6 )
Yp = C300 – p………………………………………………...( 7 )
Dimana :
p : Plastic Viscosity, cp
Yp : Yield Point Bingham, lb/100 ft2
C600 : dial reading pada 600 RPM, derajat
C300 : dial reading pada 300 RPM, derajat
Penentuan Harga Gel Strength
Harga gel strength dalam 100 lb/ft2 diperoleh secara langsung dari
pengukuran dengan alat Fann VG Meter. Simpangan skala penunjuk akibat
digerakkannya rotor pada kecepatan 3 RPM, langsung menunjukkan harga gel
strength 10 detik atau 10 menit dalam 100 lb/ft2.
PERALATAN DAN BAHAN
Peralatan :
1. Marsh Funnel Timbangan
2. Gelas Ukur 500 ml
3. Fann VG Meter
4. Mud Mixer
5. Cup Mud Funnel
Bahan :
1. Bentonite
2. Aquadest
3. Bahan-bahan pengencer (thinner)


Komentar
Posting Komentar