Budaya Kerja Industri
Pentingnya Memahami Konsep Budaya Kerja dalam Perusahaan
Setiap perusahaan atau organisasi pasti memiliki
peraturan untuk menjalankan manajemen dan operasionalnya.
Peraturan-peraturan tersebut nantinya akan
menciptakan konsep kerja yang unik dan beragam.
Oleh karena itu, budaya di pekerjaan ini tidak
muncul dengan sendirinya.
Melainkan dibentuk melalui proses terkendali yang
melibatkan sumber daya manusia beserta seluruh perangkat pendukungnya.
Budaya kerja dapat dibentuk apabila dilakukan apa
saja?
Apa yang dimaksud dengan budaya kerja itu?
Budaya kerja merupakan budaya yang dikaitkan dengan
apa?
Apa itu pengertian, Apa Yang Dimaksud Dengan Budaya
Kerja Adalah? Bagaimana Seharusnya Budaya Kerja Di Perusahaan?
Jadi apa itu pengertian, dan apa yang dimaksud
dengan budaya kerja adalah? Menurut Triguno (2003), budaya kerja merupakan
suatu falsafah yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang
menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong, membudaya dalam kehidupan
suatu kelompok masyarakat atau organisasi, kemudian tercermin dari sikap
menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud
sebagai kerja atau bekerja.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa budaya kerja merupakan
suatu konsep yang didasari oleh kebiasaan atau keseluruhan pola perilaku setiap
individu atau kelompok yang dibudayakan dan dikembangkan dalam suatu organisasi
atau perusahaan untuk mempertahankan efisiensi dalam bekerja.
Apa itu pengertian, Apa Yang Dimaksud Dengan Budaya
Kerja Adalah? Bagaimana Seharusnya Budaya Kerja Di Perusahaan?
Budaya kerja tentu saja diciptakan dengan tujuan,
dalam hal ini, untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan menjadikannya lebih
produktif, sehingga visi dan misi perusahaan dapat terwujud serta mampu
menghadapi semua tantangan di masa mendatang.
4 Tipe Jenis Budaya Kerja Di Perusahaan
Dikutip dari situs Organizational Culture
Assessment Instrument (OCAI), jenisnya
sendiri dibedakan menjadi empat buah, dengan sebagai berikut penjelasannya.
1. Klan
(Clan Culture)
Budaya kerja klan menciptakan lingkungan kerja yang
cenderung ramah dan bersahabat.
Dalam situasi ini, seluruh karyawan perusahaan
dianggap seperti satu keluarga besar yang sedang melakukan kolaborasi dan aktif
terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk pengambilan keputusan.
Jenis budaya dalam pekerjaan ini menekankan
pembentukan team work yang solid serta komunikasi yang baik.
Dalam budaya klan, strategi untuk meningkatkan
kualitas perusahaan dapat dilakukan dengan pemberdayaan, pembentukan tim,
pengembangan produktivitas karyawan, dan keterbukaan komunikasi.
2. Pasar
(Market Culture)
Budaya kerja pasar menggunakan persaingan sebagai
landasan dalam menjalankan sebuah perusahaan.
Dengan adanya persaingan, para karyawan akan
termotivasi untuk bersikap kompetitif dan fokus dalam mencapai tingkat
produktivitas tertentu sehingga mampu mengungguli rekan kerjanya lainnya.
Pemimpin dalam budaya pasar ini harus bisa
menciptakan situasi persaingan yang sehat dan kondusif bagi seluruh jajaran
perusahaan.
Dalam budaya pasar, strategi untuk meningkatkan
kualitas perusahaan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan preferensi klien,
memajukan produktivitas, bekerja sama dengan pihak luar, dan meningkatkan
atmosfer persaingan.
3. Hierarki
(Hierarchy Culture)
Budaya kerja hierarki menekankan konsep lingkungan
kerja yang formal dan terstruktur.
Kendali perusahaan sepenuhnya dipegang oleh para
pejabat tinggi perusahaan, sebab mereka dinilai memiliki pengalaman serta
kemampuan yang layak untuk dijadikan panutan.
Perusahaan akan berjalan dengan baik dan
sebagaimana mestinya apabila seluruh jajaran perusahaan mematuhi aturan-aturan
hierarki yang bersifat tegas dan tepat guna.
Jenis budaya hierarki ini adalah dianggap sebagai
budaya kerja yang paling tepat untuk meningkatkan produktivitas sebuah
perusahaan.
Strategi peningkatan kualitas perusahaan dalam
budaya kerja hierarki adalah dengan mendeteksi kesalahan, melakukan pengukuran,
proses pengendalian, pemecahan masalah yang sistematis, serta perangkat
berkualitas.
4. Adhokrasi
(Adhocracy Culture)
Lingkungan yang menganut budaya adhokrasi akan
bersifat dinamis dan kreatif.
Para pemimpin dipandang sebagai sosok inovator yang
berani mengambil risiko dan memacu motivasi karyawan dalam mewujudkan ide-ide
segar.
Budaya kerja ini menekankan konsep kebebasan bagi
karyawan untuk menciptakan sesuatu yang baru sehingga nantinya akan mampu
membuat perusahaan bertahan di tengah ketatnya persaingan.
Untuk meningkatkan kualitas perusahaan dalam budaya
adhokrasi ini yang harus dilakukan adalah membuat kejutan menyenangkan,
menciptakan standar baru, mengantisipasi kebutuhan, pengembangan berkelanjutan,
serta mencari solusi yang kreatif.
Keempat tipe budaya kerja di atas masing-masing
memiliki kekurangan dan kelebihan, sehingga penerapannya harus dilakukan sesuai
dengan situasi dan kondisi suatu perusahaan.
Penerapan
Budaya Kerja Di Perusahaan Yang Positif
Agar perusahaan dapat berjalan tanpa hambatan,
dibutuhkan budaya yang tepat pada suatu perusahaan.
Apa saja contoh penerapan budaya kerja yang positif
dalam perusahaan?
Suasana yang Menyenangkan
Di dalam lingkungan kerja, dibutuhkan suasana yang
menyenangkan dan friendly.
Tidak melulu harus serius ketika mengembangkan
suatu gagasan.
Faktanya, atmosfer yang ceria cenderung
membangkitkan kreativitas dan semangat seseorang dalam bekerja.
Selain itu, tata ruang yang baik juga sangat disarankan,
seperti memakai konsep terbuka yang akan mempermudah proses komunikasi dan
menghindari terjadinya konflik.
Tersedianya berbagai fasilitas seperti video gim,
ruang bersantai, ruang menonton, dan beraneka camilan juga mampu menyuntikkan
energi positif kepada karyawan.
Serta melenyapkan rasa jenuh setelah bekerja keras
seharian penuh.
Budaya Kerja Di Perusahaan Positif Bisa Membentuk
Komunikasi yang Terbuka dan Transparan
Komunikasi merupakan kunci dari hubungan yang baik
dalam suatu perusahaan.
Harus ada keterbukaan dan transparansi antar sesama
karyawan mengenai apa pun yang berkaitan dengan pekerjaan.
Tidak bisa dipungkiri, masalah pasti akan selalu
ada, namun dengan pengaplikasian sistem kerja yang transparan.
Dengan begini diharapkan seluruh jajaran perusahaan
dapat bersikap terbuka dalam menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan
yang ada serta mencari solusinya bersama-sama.
Semakin banyak komunikasi yang terjalin juga dapat
menumbuhkan rasa empati pada masing-masing karyawan.
Membentuk Tim yang Solid
Salah satu penerapan budaya kerja yang positif
lainnya adalah membentuk sebuah tim yang solid.
Perlu diketahui bahwa sebuah tim merupakan gabungan
dari berbagai pribadi dengan latar belakang berbeda yang melebur menjadi satu
demi menggapai visi dan misi yang sama.
Tentu saja menyelaraskan perbedaan tersebut bukan
hal yang mudah, dibutuhkan sikap saling percaya, sikap saling mengerti, dan
sikap saling mendukung antaranggota tim.
Seluruh anggota tim juga harus memiliki kemauan
untuk bersama-sama menyelesaikan pekerjaan.
Jangan biarkan siapapun yang ada di dalam tim
merasa terbebani akan suatu pekerjaan atau masalah.
Penerapan budaya kerja ini memungkinkan setiap
orang bekerja secara individu namun tetap fokus pada kesuksesan sebagai sebuah
tim.
Kunci kesuksesan sebuah tim adalah kerja sama yang
baik.
Berkaitan dengan poin sebelumnya, komunikasi juga
menjadi kunci penting dalam membentuk tim yang solid.
Mengapresiasi Prestasi Karyawan
Mengapresiasi pencapaian yang diraih oleh karyawan
merupakan salah satu hal yang penting dalam meningkatkan produktivitas
perusahaan.
Tidak melulu soal materi, bentuk apresiasi pun
beragam, misalnya dapat berupa pujian seperti, “Pekerjaanmu hari ini bagus,
keep it up!“.
Mungkin kalimat tersebut terdengar sepele, tetapi
bagi karyawan, itu dapat memberikannya kata kata motivasi bijak untuk terus
melakukan yang terbaik.
Atasan yang baik tidak hanya akan menegur jika para
karyawan membuat kesalahan, tetapi juga akan memuji jika mereka melakukan
sesuatu yang dirasa memiliki dampak baik dan bermanfaat bagi perusahaan.
Selain membuat karyawan merasa dihargai, pemberian
apresiasi ini juga secara tidak langsung akan mengakrabkan hubungan antara
atasan dan bawahan.
Melalui keakraban tersebut akan dihasilkan suatu
bentuk kenyamanan yang membuat para karyawan dan atasan menjadi betah untuk
bekerja bersama dan membentuk tim yang solid.
Terkadang, hubungan yang terlalu kaku pun akan
menyebabkan lingkungan kerja menjadi kurang kondusif.
Contoh penerapan budaya kerja seperti ini dianggap
berhasil dalam mendukung perkembangan dan kemajuan perusahaan.
Namun, jarang sekali ada perusahaan yang
mendominasi salah satu tipe budaya tertentu atau menyetarakan penerapan keempat
budaya kerja tersebut.
Diatas telah diulas apa itu pengertian, dan apa
yang dimaksud dengan budaya kerja adalah apa, dan bagaimana seharusnya budaya
kerja di perusahaan yang baik.


Rahmat Hidayat
BalasHapusXII produksi,hadir pak
Anggi Novia Ramanda
BalasHapusXII.Produksi Migas
Wulandari
BalasHapusXII. Produksi migas
Devi Noviana
BalasHapusXII. Produksi migas
Cheffy Indriani Axela
BalasHapusXll teknik produksi migas
Elizabet marpaung
BalasHapusXll teknik produkai migas
Nathalia Nainggolan
BalasHapusXII Teknik Produksi Migas
Siti patima
BalasHapusXII teknik produksi migas
THERESIA ROWLY HUTAHAEAN
BalasHapusXll teknik produksi migas
Desi Natalia Sinaga
BalasHapusXll Oil Produktion
Mutiara ananta
BalasHapusXII Teknik produksi migas
Dani
BalasHapusXII Teknik Produksi Migas