KAMUS ISTILAH MIGAS TERLENGKAP
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN A
Ø
AFR: Tahapan analisa setelah sample fluida
formasi diperoleh.
Ø Air
Bebas: Air yang terbebas dari minyak
Ø Air
Emulsi: Air yang tercampur dalam minyak, dan diperlukan cara khusus untuk
memisahkannya.
Ø Air
Formasi : Merupakan air yang berasal dari formasi, air ini biasanya ikut
terpoduksi bersama dengan oil/gas yang kita produksi.
Ø Alkanes:
Struktur kimia HC alifatik yang memiliki rumus kimia CnH2n+2. Atom karbon
alkana terikat dengan atom lain melalui ikatan tunggal. Karenanya disebut HC
jenuh.
Ø Alkenes:
Struktur kimia HC alifatik yang memiliki rumus kimia CnH2n. Atom karbon alkena
memiliki ikatan rangkap. Karenanya disebut HC tak jenuh atau olefin. Terdapat
pula struktur 2 rangkap (alkadiena), 3 rangkap (alktriena), dan 4 rangkap
(alkatetraena).
Ø Alkynes:
Struktur kimia HC alifatik yang memiliki rumus kimia CnH2n-2. Atom karbon
alkuna terikat dengan atom lain melalui ikatan rangkap 3. Perbedaan struktur
ini dengan rangkap 3 alkena adalah gugus fungsional yang berbeda, sehingga
memiliki karakteristik yang unik satu sama lain.
Ø °API
(American Petroleum Institute): ialah derajat yang menunjukkan kualitas atau
jenis dari crude oil sesuai standar Amerika.
Ø °API Untuk Klasifikasi Minyak Mentah :
–
Minyak berat, berkisar antara 10-20oAPI
–
Minyak sedang, berkisar antara 20-30oAPI
–
Minyak ringan, berkisar diatas 30 oAPI
Ø Areal
efficiency: Luas area reservoir yang tersapu dibagi dengan total luas area
reservoir.
Ø Aromatik:
Salah satu kelas hidrokarbon selain alifatik. Umumnya memiliki struktur yang
terbentuk dengan benzena sebagai basic building block.
Ø Asphaltenes:
Materi aromatik dan naphtalena yang tidak dapat larut oleh pelarut minyak.
Ø
Associated Gas: Gas bumi yang diproduksikan
bersama-sama dengan minyak.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN B
Ø
Barrerl Oil Per Day: Jumlah barel minyak per
hari yang diproduksi oleh sumur, lapangan atau perusahaan minyak.
Ø Basin
(Cekungan)
Daerah cekungan yang luas
terdiri atas batuan sediment dan yang karena konfigurasinya dapat merupakan
tempat tampungan minyak.
Ø Bbl;
Barrels. mmbblsv million barrels. Satuan ukur volume cairan yang biasa dipakai
dalam perminyakan. 1 barel ~ 159 liter.
Ø Bentonite
(bentonit)
Lempung yang komponen utamanya
mineral montmorilonit yang jika kena air akan mengembang; digunakan terutama
untuk Lumpur pengeboran.
Ø Benzene:
Salah satu jenis senyawa aromatik. Molekulnya memiliki 6 atom karbon berbentuk
segi enam simetris. Tiap atom karbonnya memiliki ikatan dengan hidrogen dan
mempunyai titik didih 80 C.
Ø BHA:
bottom hole assembling, susunan rangkaian alat pengeboran seperti bit, drill
collars, MWD, drill pipe.
Ø Bit
(Pahat)
Ujung rangkaian bor yang
memotong batuan untuk membuat lubang.
Ø Bitumen
(Bitumen)
Bagian bahan organic dalam batuan
sediment yang dapat larut dalam pelarut organic.
Ø
Black Oil: Merupakan reservoir minyak dengan
factor penyusutan yang kecil sekali. Terdiri dari variasi rantai hidrokarbon
termasuk molekul-molekul yang besar, berat dan tidak mudah menguap
(nonvolatile).
Ø Blow
Out Preventer (BOP) Pencegah semburan Liar
Peralatan yang dipasang di
kepala sumur untuk tujuan pengendalian tekanan di anulus antara pipa selubung
dan pipa bor, atau di lubang terbuka sewaktu operasi pengeboran atau
penyelesaian sumur supaya tidak terjadi semburan liar.
Ø Blow-out
(Semburan Liar)
Semburan gas, minyak, atau
fluida lain secara tak terkendali dari dalam sumur ke udara.
Ø
BOP: blow out preventer, adalah alat untuk
mencegah terjadinya blow out.
Ø
BOP Job: proses pemasangan serta menguji
ketahanan BOP.
Ø Bore
Hole (Lubang Bor)
Lubang yang dibuat dengan
melakukan pengeboran.
Ø Bottom
plug: plug paling bawah diatas shoe pada proses penyemenan.
Ø Bottomhole
sampling, metode pengambilan sample minyak dengan cara menutup sumur lalu
sample diambil dari bawah.
Ø Bounded
reservoir: reservoir yg memilki batas jari2 pengurasan.
Ø Breaktrhrough:
Kondisi saat fluida pendesak mencapai sumur produksi dan ikut diproduksikan
bersama fluida yang didesak.
Ø British
Termal Unit (BTU)
Satuan panas yang besarnya 1/180
dari panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu pound (0.4536 kg) air dari
32 F (0 C) menjadi 212 F (100 C) pada ketinggian permukaan laut. Biasanya dianggap
sama dengan jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu pound air
dari 63 F (17,2 C) menjadi 64 F (17,8 C)
Ø Bubble
Point Curve: Kurva yang menunjukan dimana gelembung gas pertama kali terbentuk
saat cairan mengalami penurunan pressue.
Ø Bottom-hole
sampling: Metode pengambilan sample liquid yang berasal dari bottom-hole.
Dilakukan saat sumur sedang ditutup.
Ø
Buckley-Laveret: Persamaan yang digunakan untuk
menentukan nilai saturasi pada jarak tertentu dari titik injeksi pada proses
pendesakan 1 dimensi.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN C
Ø
Capilarry force: Gaya yang terjadi pada pipa
kapiler, yang menyebabkan terangkatnya fluida dalam pipa tersebut, akibat dari
gaya adhesi yang bekerja antara fluida dan dinding kapiler.
Ø Capillary
number: Bilangan kapiler yang menunjukan besarnya nilai tegangan antar muka.
_ada umunya, injeksi air memiliki bilangan kapiler +/- 10-6. Jika bilangan ini
dinaikkan menjadi 10-4 sampai 10-2 dengan menurunkan tegangan antarmuka 100
atau 10000 kali lipat besarnya, perolehan minyak akan meningkat.
Ø CCE
(composition): Pengujian ekspansi fluida pada kondisi isotermal pada kondisi
P1Vi ke kondisi P2V2 di mana kondisi komposisi keseluruhan dari fluida
dipertahankan konstan. Fluida konstan, Pstart>Pb. Diperoleh plot P vs Vol,
untuk mendapat nilai Pb.
Ø Cementing
job: proses penyemenan.
Ø Channeling:
Breakthrough yang terjadi lebih dini daripada peramalan dengan metoda welge
karena kondisi Buckley-Leverett tidak stabil (Ms>1).
Ø
Cloud point : Temperatur saat mulai terbentuknya
fasa padat (lilin) juka minyak didinginkan.
Ø
CO2 Slug: Larutan CO2 yang digunakan sebagai
sumber injeksi CO2. Biasanya slug memiliki densitas yang lebih besar
dibandingkan fluida sekitarnya.
Ø Condensat:
Cairan yang terkumpul pada separator. Berasal dari gas yang terkondensasi.
Ø Const
press at outer boundary: Keadaan dmn system akan mencapai keadaan steady state
murni.
Ø Cox
charts: Plot tekanan vs temperatur yang telah dimodifikasi untuk mengoreksi
persamaan clausius-clapeyron (persamaan yang menyatakan hubungan antara tekanan
uap vs temperature dari suatu zat). Chart ini digunakan untuk selang temperatur
yang lebar, supaya plot antara log Pv dan T dapat berupa garis lurus.
Ø Cricondenbar:
Tekanan tertinggi dimana gas tidak dapat terbentuk tanpa memperhatikan
temperatur.
Ø Cricondenterm:
Temperatur tertinggi dimana cairan tidak dapat terbentuk tanpa memperhatikan
tekanan.
Ø CVD
(volume): Pengujian pada kondisi isotermal di mana sebagian dari gas yang terbentuk
akibat penurunan tekanan dikerluarkan dari sel sedangkan volume sel
dipertahankan konstan. Umumnya dilakukan pada volatile oil. Hasil dari test ini
adalah jumlah dan sifat-sifat gas yang keluar dari sel dan saturasi minyak yang
tertinggal dalam sel. Digunakan juga sebagai kalibrasi silmulator
komposisional.
Ø
Cyclic injection: Salah satu metode perolehan
thermal dengan cara menginjeksikan uap ke dalam sumur. Terdapat 3 tahapan – (1)
Injeksi uap ke dalam reservoir, (2) Periode soak, menutup sumur dengan tujuan
menyeragamkan panas untuk mencairkan minyak, (3) Minyak diproduksikan. Ketiga
tahapan ini dapat terus berulang selama produksi minyak masih menghasilkan
profit.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN D
Ø
Dead Oil (Minyak Mati): Minyak bumi yang pada
dasarnya tidak mengandung gas lagi.
Ø Damage
vs stimulated well, damage adalah kerusakan formasi yang menyebabkan fluida
mendapatkan restriksi ketika akan mengalir ke wellbore. Solusi dari damage
adalah stimulasi sumur yaitu dengan membuat pathway baru yang melewati zona
damage sehingga fluida tidak mengalami restriksi lagi.
Ø Dead
Oil: Minyak pada kondisi tekanan dan temperatur permukaan. Sudah terdapat gas
bebas yang terlepas dari minyak.
Ø Dead
Weight Ton (DWT) (Ton Bobot Mati): Berat air dalam ukuran ton yang dipindahkan
oleh bagian badan kapal yang tercelup di dalam air dalam keadaan muatan penuh
dikurangi berat kapal.
Ø Dead
well (Sumur Mati) : Sumur yang tidak berproduksi.
Ø Degasser:
suatu alat untuk membuang contaminant gas yang ada dalam mud.
Ø Densitas:
Densitas minyak atau berat jenis didefinisikan sebagai perbandingan berat
minyak (lb) terhadap volume minyak (cuft).
Ø Depletion
(Economic): Deplesi (ekonomi) penurunan nilai ekonomi reservoir minyak/ gas
bumi akibat pengambilan volume.
Ø Desander:
suatu alat penyaring untuk memisahkan pasir dengan mud.
Ø Desilter:
suatu alat penyaring untuk memisahkan cutting berukuran kecil dengan mud.
Ø Dissolve
gas: Gas yang terlarut dalam minyak.
Ø
Development Well (Sumur Pengembangan): Sumur
yang dibor didaerah yang telah terbukti mengandung minyak atau gas dengan
tujuan mendapatkan produksi yang diinginkan.
Ø
Deviation (Deviasi): Penyimpangan arah lubang
bor dari garis vertical, yang dinyatakan dalam derajat dan diukur pada beberapa
kedalaman.
Ø Dew
Point Curve: Kurva yang menunjukan pada saat embun pertama kali terbentuk pada
fasa gas.
Ø Dietz
shape factor: Factor yg digunakan utk mempelajari berbagai regime aliran dgn
memperhtungkan bentuk dr suatu reservoir.
Ø Differential
liberation: Suatu eksperimen pada kondisi isotermal dari satu kondisi ke
kondisi lain di mana fasa gas yang terbentuk akibat proses ekspansi dikeluarkan
dari sel pada tekanan konstan. Fluida berubah, PstartDimensionless variabel:
Variabel-variabel tdk berdimensi (PD, tD, rD, QD) untuk menyederhanakan /
mempermudah solusi dari sebuah model reservoir.
Ø Directional
Drilling (Pengeboran Terarah): Pengeboran miring yang direncanakan menuju satu
titik sasaran.
Ø Displacement
efficiency: kemampuan fluida pendesak dalam mendesak minyak yang terdapat di
reservoir, dihitung dengan cara membagi volume minyak terdesak dengan volume
minyak awal pada areal yang tersapu.
Ø Discovery
Well (Sumur Penemuan): Sumur eksplorasi yang terbukti mampu menghasilkan
hidrokarbon secara komersial.
Ø Dissolve
gas: kandungan gas yg terlarut dalm HC fasa cair.
Ø Dogleg
(Lubang Cengkok): Belokan pada pipa, selokan atau sumur yang disebabkan oleh
perubahan arah yang tajam.
Ø Drainage:
Proses pendesakan fluida wetting phase oleh fluida non wetting phase (Wetting
Phase naik dan Non Wetting Phase menurun).
Ø Drainage
Radius (jari-jari pengurasan): Daerah sekeliling sumur yang dapat dikuras oleh
sumur atau radius pengurasan yaitu sejauh mana (jarak dari lubang bor) minyak
yg dapat dikuras / diambil dr reservoir.
Ø Drilling
Muds or Fluid (Lumpur pengeboran): Campuran yang terdiri atas air dan bahan
berupa serbuk seperti lempung khusus, serpih dan barit yang diperlukan untuk
mengankut serbuk bor dari dasar lubang, membantu mendinginkan dan melumasi mata
bor.
Ø Drilling
Platform (anjungan pengeboran): Peralatan tetap penyangga peralatan pengeboran
lepas pantai yang memungkinkan pengeboran beberapa sumur.
Ø Drilling
rig (Perangkat pengeboran): Unit pengeboran yang terdiri atas derek dan
perlatan permukaan.
Ø Dry
Gas (Gas kering): Gas yang tak mengandung fraksi yang mudah mengembun pada
kondisi standar. Gas kering yang mengandung metana sebagai komponen utama.
Serta kandungan lain yaitu HC intermediate.
Ø Dry
Hole (Lubang Kering): Sumur eksplorasi atau pengembangan yang ternyata tidk
dapat memproduksi minyak atau gas dalam jumlah yang cukup ekonomis.
Ø Dual
Completion (penyelesaian ganda): Sumur yang memproduksi dari dua formasi secara
serempak. Produksi masing-masing lapisan dipisahkan dengan cara memasang dua
rangkaian pipa sembur dengan penyekat atau memasang satu rangkaian pipa sembur
dengan sebuah penyekat dan memproduksi lapisan satunya melalui annulus.
Ø Dump:
membuang mud yang ada di tangki keluar tangki.
Ø
Dynamic lost: lost mud yang terjadi pada saat
dipompakan mud kedalam lubang.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN E
Ø
Ei function Ei solution: Fungsi exponential
integral yg digunakan sebagai solusi terhadap reservoir infinite acting, tetapi
pd kondisi r = rw argument fungsi Ei sgt kecil shg digunakan pendekatan
logaritmik.
Ø EOS:
Suatu istilah yang menyatakan persamaan untuk mendeskripsikan hubungan antara
volume gas terhadap tekanan dan temperaturnya.
Ø Equivalent
volume: Volume gas di separatpr 2 dan stock tank, dalam scf/STB, plus volume
gas dalam scf seandainya 1 bbl oil di ST berada dalam fasa gas.
Ø
Expansion factor : Faktor yang menunjukkan
pemuaian gas dibandingkan dengan gas ideal.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN F
Ø
Fault (Sesar / Patahan): Lapisan batuan yang
terputus dan bergeser dari posisi semula (Keatas, kebawah atau kesamping).
Ø Faktor
Volume Formasi (B): Didefinisikan sebagai perbandingan volume fluida di
reservoir dengan volume fluida di surface.
Ø FaktorVolume
Formasi Minyak (Bg): Faktor volume formasi minyak (Bo) didefinisikan sebagai
volume dalam bbl reservoir yang ditempati oleh satu STB minyak di permukaan
bersama-sama dengan gas yang terlarut di dalamnya.
Ø Faktor
Volume Formasi Gas (Bg): Seiring berkurangnya pressure, gas akan mengalami
ekspansi. Sehingga volumenya makin bertambah ketika terjadi penurunan pressure.
Ø Flash
point: Temperatur terendah dimana cairan dapat berubah menjadi gas.
Ø Flash
vaporization: Proses penguapan dengan cara menurunkan tekanan sitem sedikit
demi sedikit pada tiap tahap penurunan tekanan gas yang keluar dipisahkan dari
sistem. Hasil dari test ini dapat menentukan komposisi dan jumlah mol tiap
komponen yang telah keluar dan tersisa dalam sel dapat ditentukan dari material
balance.
Ø Fluida
Reservoir: Fluida yang terkandung dalam reservoir, yang dapat berupa minyak,
gas, dan air.
Ø Free
gas: Gas bebas yang terdapat dalam reservoir. Dapat bergerak setelah terjadi
penurunan tekanan yang memperbesar volume gas tersebut.
Ø Feedstock
(Bahan baku): Bahan utama yang dimasukkan kedalam pabrik untuk diolah lebih
lanjut.
Ø First
contact miscibility: Ketercampuran yang terjadi secara langsung karena tidak
melewati kontak dua fasa.
Ø Fix
Roof (tangki): Penyimpanan produk jadi
Ø Float
Roof (tangki): Penyimpanan crude oil
Ø Flare
(Suar Bakar): Alat pembuangan minyak dan atau gas secara aman dengan jalan
pembakaran karena tidak bisa disimpan.
Ø Flowing
Well ( Sumur sembur Alam): Sumur yang menghasilkan minyak dan/ atau gas bumi
tanpa bantuan tenaga luar.
Ø Fluid
flow through porous media: aliran fluida melalui media berpori yg mengikuti
pola-pola tertentu, lazimnya pola aliran radial paling sering digunakan.
Ø Fluid
injection (Injeksi Fluida): Injeksi gas atau cairan kedalam reservoir untuk
mendorong minyak kedlam sumur produksi.
Ø Fluida
Newtonian: Fluida yang viscositasnya tidak berubah ketika diberi gaya (cairan
yang mempunyai perbandingan yang linier antara shear rate dengan shear stress)
Sebagai contoh, air.
Ø
Fluida Non Newtonian: Fluida yang viscositasnya
berubah ketika diberi gaya. Sebagai contoh, cat & minyak.
Ø
Formation damage (kerusakan formasi): Kerusakan
pada lapisan produktif yang mengakibatkan berkurangnya pengaliran hidrokarbon
ke dalam sumur; dapat terjadi jika dinding lubang sumur tertutup oleh filtrate
Lumpur pengeboran, serbuk bor, atau oleh komponen padat dari minyak bumi yang
sangat pekat.
Ø Forward
combustion: Proses perolehan minyak dengan cara: pembakaran reservoir di
sekitar sumur injeksi. Kemudian front pembakaran bergerak bersama-sama minyak
ke arah sumur produksi.
Ø Fractional
flow: Kondisi aliran terdifusi di mana saturasi tersebar merata di seluruh
ketebalan. Bergantung dari perbandingan antara viskositas air dan viskositas
minyak.
Ø Fracturing
(Perekahan): Penerapan tekanan hidraulik pada formasi untuk mencipatakan
retakan-retakan sehingga minyak dan gas dapat mengalir kedalam sumur.
Ø Fuel
Oil (Minyak Bakar): Sulingan berat, residu atau campuran keduanya yang
dipergunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan panas atau tenaga.
Ø Furnace
Oil (Minyak Tungku): Minyak sulingan yang terutama digunakan untuk peralatan
pemanasan ruangan.
Ø
Futures (perdagangan berjangka): Transaksi jual
dan/ atau beli komoditas dengan satu harga, jumlah kuantitas, dan kualitas yang
diinginkan untuk pengiriman pada waktu yang telah ditentukan.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN G
Ø
Gas Cap Drive (Dorongan Tudung Gas): Tekanan
tudung gas yang mendorong minyak masuk ke dalam sumur melalui pori-pori batuan.
Ø Gas
Cap (Tudung Gas): Gas bebas yang berada diatas minyak dalam reservoir.
Ø Gas
Injection (Injeksi Gas): Gas alam yang dimasukkan ke dalam reservoir melalui
sumur injeksi agar tekanan reservoir tersebut dapat dipertahankan.
Ø Gas
Lift (Sembur Buatan): Pengangkatan minyak dengan jalan menginjeksikan gas
bertekanan tinggi ke dalam anulus sumur produksi dan mencampurkannya kedalam
fluida sumur agar laju arus meningkat.
Ø Gas
Oil Contact (Goc): Batas Gas Minyak Bidang batas antara lapisan minyak dengan
lapisan gas dalam reservoir.
Ø Gas/Oil
FVF: Rasio antara volume yang ditempatkan suatu gas/oil pada kondisi reservoir
dengan volume yang ditempati oleh gas/oil tersebut pada kondisi standar.
(Vr/Vsc).
Ø Gas
Oil Ratio (GOR): Nisbah Gas Minyak Perbandingan antara jumlah gas dan minyak
yang diukur dalam satuan takar (m3/m3, ft3/ bbl).
Ø Gasoline
(Bensin): Hasil pengilangan minyak yang mempunyai trayek didih 30 – 220 C yang
cocok untuk digunakan sebagai bahan baker motor berbusi (bensin).
Ø Gas
Well (Sumur Gas): Sumur yang produk utamanya adalah gas bumi.
Ø Gel
(Agar): Zat seperti agar-agar yang dibentuk oleh disperse koloidal dalam
keadaan diam.
Ø Gel
Strength (Daya Agar): Ukuran kemampuan disperse koloidal untuk mempertahankan
bentuk agar; ukuran tersebut pada Lumpur pengeboran menentukan kemampuan
menahan zat padat dalam keadaan suspensi.
Ø Geophysics
(Geofisika): Ilmu yang mempelajari cirri fisis bumi dengan metoda fisika
kuantitatif, khususnya metode seismic refleksi, refraksi, gaya berat, magnet,
listrik, dan radiasi.
Ø GOR
(Gas Oil Ratio): Rasio antara volume gas dan volume minyak.
Ø Gravity
segregation: Pemisahan 2 buah fasa fluida yang berbeda akibat perbedaan
densitas.
Ø
Gross Production (Produksi Kotor): Produksi
cairan sebagaimana yang keluar dari sumur.
Ø
Gun Perforating ( Pelubangan Tembak): Cara
pelubangan selubug sumur (tubing) dengan menggunakan senapan pelubang.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN H
Ø
Hydraulic Fluid (Fluida Hidraulik): Cairan yang
dapat digunakan dalam system hidraulik, biasanya mempunyai viskositas rendah,
indeks viskositas tinggi, dan titik tuang rendah.
Ø HC:
Suatu senyawa kimia yang mengandung kombinasi ikatan atom-atom hydrogen dan
karbon.
Ø Heat
Exchanger (Alat Pertukaran Panas): Alat pengalih panas satu fluida ke fluida
lain, atau peralatan yang berupa susunan pipa yang memindahkan panas dari
fluida panas ke fluida yang lebih dingin dengan menghantarkannya lewat dinding
pipa.
Ø Heat
loss: Panas yang hilang akibat kesetimbangan yang dihasilkan dari lingkungan
sekitarnya, seperti friksi mekanik, influens dari energi yang lebih kecil, atau
penurunan tekanan.
Ø Heating
value (Nilai Panas): Banyaknya panas yang terjadi pada pembakaran sempurna dari
sejumlah satu satuan berat atau satuan volume bahan bakar.
Ø Heating
value: Kuantitas panas yang dihasilkan dari reaksi gas yang terbakar sampai
hanya menyisakan air dan karbondioksida.
Ø Heavy
Crude Oil: Produk penyulingan minyak bumi mulai dari fraksi pelumas yang paling
ringan sampai fraksi yang paling berat; atau minyak bumi yang mempunyai berat
jenis lebih kecil atau sama dengan 20 API.Lihat juga Light Crude Oil.
Ø Heavy
Ends (Fraksi Berat): Bagian minyak bumi yang bertitik didih tinggi hasil proses
destilasi.
Ø Heavy
Fuel (Minyak bakar Berat) (lihat residual fuel oil): Hidrogen Sulfude (Hidrogen
Sulfit) Senyawa hydrogen dan belerang, merupakan gas yang tak berwarna, mudah
terbakar, berbau tidak enak, dan beracun. H2S
Ø Heptane+:
Kandungan fraksi HC yang atom karbonnya lebih besar dari 6, yang kemudian
dikelompokan menjadi senyawa C7+.
Ø High
pH mud (Lumpur alkalis)
Fluida pengeboran dengan pH
lebih dari 10.5
Ø Hivis:
mud dengan viscosity sangat tinggi.
Ø
Huff & Puff : Proses injeksi uap panas dan
produksi dari sumur yang sama dengan tujuan mengurangi viskositas fluida
reservoir.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN I
Ø
Ideal gas: Suatu model gas yang memiliki sifat:
volume partikel << dibanding volume wadah gas, tidak memiliki gaya
tarik/tolak satu sama lain, tumbukan antarpartikel terhadap dinding waah
bersifat elastis murni, pergerakan partikel gas hanya dapat berubah arah jika
partikel membentur sesuatu.
Ø Ideal
liquid: Larutan yang memenuhi hukum.
Ø Initial
pressure: Tekanan awal pada saat reservoir ditemukan (belum diproduksikan).
Ø Imbibisi:
Proses pendesakan fluida non-wetting phase oleh fluida wetting phase (wetting phase
meningkat dan Non wetting menurun).
Ø Infinite
Acting Reservoir: kondisi dmn kelakuan reservoir seolah-olah menguras daerah yg
tidak memiliki batas.
Ø Injection
pattern: Pola sumur injeksi dan produksi pada suatu lapangan. Umumnya pola yang
digunakan adalah direct line drive , staggered line drive, four spot, five
spot, seven spot, 9 spot, peripheral, peripheral & crestal.
Ø
Injectivity: Suatu prosedur yang dilakukan untuk
menetapkan laju alir dan tekanan untuk melakukan proses injeksi tanpa
merekahkan formasi.
Ø
Interstitial water saturation: Saturasi air yang
tersisa di batuan, ketika minyak sudah mengisi pori.
Ø
Isomer: Perbedaan struktur rantai pada suatu
senyawa yang dapat menimbulkan perbedaan karakteristik, walaupun senyawa
tersebut memiliki ikatan karbon dan hidrogen yang sama.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN J
Ø
Jacket: Struktur pendukung untuk platform lepas
pantai.
Ø Jet
bit (Pahat Jet): Pahat bor yang mempunyai lubang khusus yang memungkinkan
lumpur pengeboran dapat disemprotkan dengan kecepatan tinggi kearah formasi
yang sedang dibor.
Ø Jet
Perforating (Pelubangan jet): Pembuatan lubang yang menembus selubung sumur
dengan menggunakan bahan peledak unutk mendapatkan pelubangan ynag dalam dan
terarah agar fluida mengalir ke dalam sumur melalui lubang tersebut.
Ø Joint
(Batang): Satuan yang dipakai untuk menghitung banyaknya pipa dalam suatu
rangkaian, rata-rata berukurn 6 – 9 meter.
Ø
Joule-Thomson effect: Efek penurunan temperature
seiring dengan turunnya tekanan saat gas melewati throttle. Hukum ini valid
pada kondisi adiabatic dan saat perubahan tekanan tidak terlalu besar.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN K
Ø
Kerosene (Minyak tanah/ kerosin): Jenis minyak
yang lebih berat dari fraksi bensin dan mempunyai berat jenis antara 0.79 dan
0.83 pada suhu 15C, dipakai untuk lampu dan kompor.
Ø Kelarutan
Gas (Rs): Didefinisikan sebagai banyaknya SCF gas yang terlarut dalam 1 STB
pada kondisi standar 14,7 psia dan 60OF, ketika minyak dan gas masih berada
dalam tekanan dan temperatur reservoir.
Ø Kick
(tendangan): Kenaikan tekanan secara mendadak pada kolom Lumpur pengeboran yang
disirkulasikan karena tekanan yang lebih tinggi dalam formasi yang sedang dibor,
harus cepat-cepat dikuasai untuk mencegah semburan liar.
Ø Killing
a Well: Pemasukan Lumpur atau air asin kedalam sumur untuk mengatasi tekanan
didalamnya agar aliran minyak dan gas bumi dari reservoir terhenti, dengan
demikian perlengkapan sumur di Priant 2015 permukaan tanah seperti silang
sembur dan flensa dapat dilepas dengan aman.
Ø Kinematik
Viscosity (Viskositas Kinematik): Nilai hasil bagi viskositas mutlak dengan
kerapatan (berat jenis) pada suhu saat pengukuran viskositas, dinyatakan dengan
satuan metric (Strokes dan sentistrokes).
Ø Kompresibilitas
(C): Kompresibilitas didefinisikan sebagai perubahan volume fluida karena
adanya perubahan tekanan.
Ø Kompresibilitas
Gas (Cg): Cg akan bertambah ketika terjadi penurunan pressure karna volume gas
akan terus bertambah akibat ekspansi saat terjadi penurunan pressure, sehingga
perubahan volumenya semakin besar.
Ø Kompresibilitas
Minyak : Co akan bertambah ketika terjadi penurunan pressure karna volume oil
akan terus berkurang saat terjadi penurunan pressure, sehingga perubahan
volumenya semakin besar. Pada saat kondisi di Pb, terjadi kenaikan Co secara
drastis. Hal ini dikarenakan faktor alam.
Ø
Korelasi Myhill-Stegemeir: Salah satu korelasi
model analitik yang berdasarkan konsep pendesakan frontal satu dimensi. Metode
tersebut cukup baik dalam memprediksi rasio minyak-uap, namun akumulasi
peramalan laju produksi biasanya memperoleh hasil yang terlalu optimis pada
waktu-waktu awal.
Ø
Korosi: suatu proses elektrokimia dimana
atom-atom akan bereaksi dengan zat asam dan membentuk ion-ion positif (kation).
Hal ini akan menyebabkan timbulnya aliran-aliran elektron dari suatu tempat ke
tempat yang lain pada permukaan metal.
Ø
Korosi Eksternal : yaitu korosi yang terjadi
pada bagian permukaan dari sistem perpipaan dan peralatan, baik yang kontak
dengan udara bebas dan permukaan tanah, akibat adanya kandungan zat asam pada
udara dari tanah. Korosi Internal: Korosi yang terjadi akibat adanya kandungan
CO2 dan H2S pada minyak bumi, sehingga apabila terjadi kontak dengan air akan
membentuk asam yang merupakan penyebab korosi.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN L
Ø
Light Ends/ Light (Fraksi Ringan): Produk cair
yang pertama-tama keluar dari kolom suling minyak.
Ø Light
Oil (Minyak Ringan): Semua sulingan minyak bumi yang diperoleh dari proses
penguapan dan pengembunan pada tekanan atmosfer, memiliki derajat API antara 30
– 40.
Ø Limestone
(batuan gamping): Batuan sediment yang terdiri atas mineral-mineral karbonat, terutama
karbonat kalsium dan magnesium.
Ø Line
source solution: Karena kondisi reservoir yg infinite acting maka perbandingan
rw terhadap re yg tak terhingga sangatlah kecil, oleh karena rw dpt diabaikan
shg dianalogikan sebagai sebuah garis saja.
Ø Liner
(selubung): Pipa berdiameter kecil dari pipa selubung, dipasang pada ujung
rangkaian pipa selubung, menjulur ke dalam formasi produktif.
Ø Live
Oil (minyak hidup): Minyak bumi yang mengandung gas.
Ø LNG
(Liquefied Natural Gas): Gas Bumi Cair Gas yang terdiri atas metana yang
dicairkan pada suhu sangat rendah (-160C) dan dipertahankan dalam keadaan cair
untuk mempermudah transportasi dan penimbunan.
Ø Lost
Circulation Material (Bahan penyumbat): Bridging Material
Ø Lost
Circulation (Sirkulasi Hilang): Hilangnya lumpur pengeboran karena masuk ke
suatu lapisan formasi seperti gua, retakan, atau lapiasan yang sangat
permeable.
Ø LPG
(Liquefied Petroleum Gas) (Gas minyak cair-Elpiji): Gas hidrokarbon yang
dicairkan dengan tekanan untuk memudahkan penyimpanan, pengangkutan, dan
penanganannya. Terdiri atas propane, butane atau campuran keduanya.
Ø LSWR
(Low Sulfur Waxy Residue): Residu lilinan belerang rendah Residu berlilin
dengan kadar belerang rendah yang diperoleh dari penyulingan atmosferik minyak
bumi, misalnya residu minyak minas.
Ø
Lube (minyak lumas): Lubricating Oil.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN M
Ø
Metode Centrifugal: dengan menggunakan gaya
lempar dari putaran, sehingga fluida akan terpisah berdasarkan berat jenisnya.
Ø Metode
Gravitasi/Settling: dengan cara didiamkan, sehingga fluida akan terpisah
berdasarkan berat jenisnya. Metode Pemanasan/Heating/Distilasi: dengan cara
dipanaskan, sehingga fluida akan terpisah berdasarkan titik didihnya. Metode
Kimia/Chemycal Dehydration: dengan cara menginjeksikan bahan kimia (Glykol),
sehingga air akan terpisah. Metode Centrifugal: dengan menggunakan gaya lempar
dari putaran, sehingga fluida akan terpisah berdasarkan berat jenisnya. Minimum
Miscible Pressure: Tekanan minimal agar 2 buah fluida yang berbeda dapat saling
tercampur.
Ø
Miscibility: Ketercampuran suatu fluida dengan
fluida lainnya.
Ø
Miscible front: Front pendesakan gas CO2 yang
larut dengan minyak sehingga efisiensi pendesakan dapat meningkat.
Ø Mixing
rule: Sifat campuran fluida sama dengan sifat komponennya dikali dengan
komposisinya.
Ø Mobility
ratio: Perbandingan mobilitas antara fluida pendesak dengan fluida yang
didesak. Jika nilainya lebih kecil dari 1 maka pendesakan akan stabil, jika
nilainya lebih besar dari 1, maka akan terjadi fingering.
Ø MOT:
mud of test, yaitu mengkur tekanan formasi dengan S.G mud yang digunakan
ekivalen dengan S.G. 1.6.
Ø MW:
mud weight, yaitu ukuran berat dari mud.
Ø
MWD: measuring while drilling, yaitu alat untuk
mengukur selama proses pengeboran berlangsung.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN N
Ø
Natural gas: Suatu sumber cadangan alam yang
berupa gas. Berasal dari reservoir gas kering ataupun gas basah.
Ø Near
critical oils: Disebut demikian, karena titik temperature reservoir berada
sedikit di bawah titik kritik temperature. Disebut juga Volatile Oil: Minyak
yang mengandung fraksi berat. Pada kondisi reservoir, fluida berada dalam
kondisi cairan. Seiring dengan turunnya tekanan, fluida akan melewati bubble
point, yang dapat menegluarkan gas dari minyak. Ditandai pula dengan garis
isovol yang lebih rapat di bagian bubble point, sehingga %penurunan cairan
tinggi.
Ø N/U
BOP: nipple up BOP, proses pemasangan BOP.
Ø
N/D BOP : nipple down BOP, proses menurunkan
BOP.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN O
Ø
Oil bank: Sebuah wadah yang mengandung kumpulan
minyak pada kuantitas tertentu.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN P
Ø
Packer (Penyekat): Alat semacam sumbat yang
dapat mengembang untuk memisahkan ruangan annulus diantara rangkaian pipa dan
selubung.
Ø Paraffin
Base Crude Oil (Minyak Bumi Parafinik): Minyak bumi yang hidrokarbonnya terdiri
atas parafin.
Ø Paraffin
Destilate (Sulingan Parafin): Sulingan minyak bumi yang mengandung kristal
lilin sebelum proses pengawalilinan yang menghasilkan lilin parafin dan minyak
parafin.
Ø Paraffin
(Parafin): Hidrokarbon jenuh dengan rantai terbuka.
Ø Paraffin
Wax (Lilin Parafin): Lilin yang diperoleh antara alin dari sulingan parafin
dengan jalan pendinginan dan penyaringan bertekanan, berupa massa yang
berbentuk kristal, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan terdidi atas
campuran hidrokarbon padat yang sebagian besar termasuk dalam deret parafin.
Ø Partial
pressures: Tekanan dari masing-masing fraksi gas yang membentuk gas campuran
tersebut.
Ø Partial
volume, menurut hk amagat: volume total suatu gas campuran sm dgn jumlah volum
dr masing2 komponen pd kondisi P & T yg sama. Volum yg ditempati oleh
setiap komponen disebut sbg partial volume.
Ø
Pay Zone/ Sand ( Zona Produktif): Batuan
reservoir yang mengandung minyak dan gas bumi dalam jumlah yang dapat
diproduksikan
Ø
Pbp: Tekanan pada kondisi di mana semua gas pada
suatu campuran gas-cair tepat habis melarut ke dalam larutan bila tekanan
campuran gas-cair tersebut dinaikkan tekanannya atau diturunkan temperaturnya.
Ø Pc
& Tc: Temperatur dan tekanan kritis dimana suatu fluida dapat berada dalam
2 keadaan yang berbeda (cair dan gas).
Ø Pdp:
Tekanan pada kondisi di mana semua fasa cair pada suatu campuran gas-cair tepat
habis menguap menjadi gas.
Ø Penetration
Rate (Laju pengeboran): laju pengeboran yang dinyatakan dalam ukuran meter per
jam atau kaki per jam.
Ø Perforating
Gun (Senapan Pelubang): Alat yang diturunkan ke dalam lubang sumur untuk memicu
peledak erdaya besar atau menembakkan peluru baja menembus dinding pipa
selubung dan semen ke dalam zona produktif, sehingga fluida formasi keluar dari
reservoir memasuki lubang sumur.
Ø Permeability
(Permeabilitas): Kemampuan batuan untuk melewatkan fluida melalui saringan
(pori-pori).
Ø Petroleoum
Coke (Kokas Minyak Bumi): Padatan yang terjadi pada proses perengkahan minyak
bumi, terdiri atas hidrokarbon polisiklis tinggi dengan kadar hidrogen yang
sangat rendah.
Ø Phase
envelop: Area yang dilingkupi oleh garis titik gelembung dan titik embun, pada
diagram fasa.
Ø POH
: Pull out hole, menarik drilling assembling keatas sampai sesuai yang
diinginkan.
Ø Poise
(poise) : Satuan viskositas yang diidentifikasikan sebagai gaya tangensial per
satuan luas (dynes/cm3) yang diperlukan untuk mempertahankan perbedaan satu
satuan kecepatan (1 cm/detik) antara dua bidang sejajar yang dipisahkan oleh
fluida setebal 1 cm.
Ø Pore
volume: total volume pori dalam reservoir yang dapat terisi oleh fluida
reservoir.
Ø Porosity
(Porositas): Perbandingan antara volume sarangan (pori-pori) batuan dan volume
batuan keseluruhan, dinyatakan dalam persen.
Ø Pour
point: Temperatur tertinggi di mana minyak masih dapat mengalir.
Ø Ppb:
pound per barrel, konsentrasi mud pound dalam 1 barrel larutan.
Ø Ppc
& Tpc: Pseudocritical properties & Temperatur critical properties–
rata-rata molal dari sifat-sifat kritis dari komponen penyusun gas campuran
tersebut.
Ø Pressure:
Besarnya gaya yg diberikan per luas area tertentu.
Ø Pressure
Maintenance (Pemeliharaan tekanan): penginjeksian gas atau air ke dalam
reservoir agar tekanan reservoir cukup tinggi mempertahankan produksi minyak.
Ø Primary
separator: Separator yang berfungsi memisahkan fasa –fasa bebas.
Ø Propane
(Propana) : Hidrokarbon jenuh (alkana) yang molekulnya terdiri atas 3 atom
karbon dan delapan atom Hidrogen (C3H8) yang terdapat dalam minyak bumi, gas
bumi dan gas hasil perengkahan di kilang.
Ø Proved
Reserved (Cadangan Terbukti) : Jumlah minyak dan gas yang diperkirakan dapat
diproduksi dari suatu reservoir yang ukurannya sudah ditentukan dengan
menyakinkan.
Ø PSS
condition: Keadaan dmn efek dari kondisi batas reservoir mulai terasa.
Ø P-T
diagram: Sebuah diagram tekanan vs temperatur tiga fasa, yang menunjukan
wilayah dan batas dari masing-masing fasa tersebut. Terdapat titik triple
(keseimbangan 3 fasa), titik kritik (tidak dapat ditentukan jenis fasa), garis
sublimasi (padatàgas), garis penguapan (cairàgas), dan garis pelelehan
(padatàcair).
Ø
P-V diagram: Diagram yang menggambarkan kelakuan
fasa dalam suatu sistem pada fungsi tekanan vs volume. Dapat digunakan untuk
menggambarkan lintasan proses dan perubahan yang terkait dengan perubahan
tekanan, temperatur, dan volume dari sistem.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN Q
Ø
Quality Line: Garis yang menunjukan persen kadar
liquid & gas pada kondisi saturated.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN R
Ø
Radius of investigation: Menggambarkan sejauh
mana (jarak dari lubang bor yg diuji) pencapaian transient tekanan ke dalam
formasi apabila diadakan gangguan keseimbangan tekanan akibat suatu produksi
atau penutupan sumur.
Ø Recombination
of surface fluids: Suatu prosedur yang dilakukan di permukaan, untuk menentukan
komposisi dan kelakuan fluida di reservoir. Data perhitungan diperoleh dari
komposisi fluida di permukaan atau data produksi.
Ø Residual
Oil: Sejumlah minyak yang sudah tidak dapat diproduksi lagi. Hal ini terjadi
karena saturasi minyak telah mencapai titik maksimal (1-Sor).
Ø Resins:
Materi aromatik dan saturates yang menambah viskositas minyak mentah.
Ø Retrograde
condensation: Suatu fenomena yang terjadi pada retrograde gas reservoir. Fluida
reservoir gas ini tidak selalu berada dalam fasa gas. Ketika tekanan menurun
lalu, melintasi dew point line, maka sebagian gas terkondensasi. Sampai suatu
titik mendekati tekanan separator, liquid tersebut menguap kembali menjadi gas.
AKA retrograde.
Ø Reverse
combustion: Proses perolehan minyak dengan cara: pembakaran reservoir di
sekitar sumur injeksi. Kemudian front pembakaran menyebar jauh ke arah sumur
injeksi, sedangkan minyak bergerak ke arah sumur produksi.
Ø Rig:
rangkaian alat untuk ekploitasi minyak dari crane, drilling assembling,
tangki-tangki dsb.
Ø Rih:
run in hole, masuknya bor kedalam lubang dan dilakukan pengeboran.
Ø
Round trip: membesihkan lubang dengan cara
mengeluar masukan bit.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN S
Ø
Saturated: kondisi dimana P < Pb. Kondisi
pada tekanan bubble point dan temperatur reservoir. Sudah terdapat gas bebas
yang terlepas dari minyak.
Ø SC:
Suatu kondisi yang menjadi standar untuk acuan kalkulasi di permukaan.
Ø Scale:
adalah hasil kristalisasi dan pengendapan mineral dari air formasi yang
terproduksi bersama minyak dan gas.
Ø Secondary
separator : Separator yang berfungsi memisahkan fasa-fasa yang saling terlarut.
Ø Semilog
straight line : plot antara Pwf dan log t yg menunjukkan periode / regime aliran
(transient, late transient, PSS) yg terjadi pd saat sumur diprodusi dengan rate
tertentu.
Ø Separator:
alat untuk memisahkan gas, air dan minyak yg terproduksi dr sumur, terdapat 2
macam: vertikal dan horizontal.
Ø Separator
test: Pengujian fluida reservoir dimana tekanan chamber dikurangi terus menerus
dan gas yagn terdapat di dalamnya dibuang seiring proses pengurangan tekanan.
Ø SG
gas & oil: Perbandingan antara densitas zat terhadap densitas udara diukur
pada P&T yang sama
Ø Shale
shaker: alat screen untuk memisahkan cutting dengan lumpur.
Ø Shear
Rate : Perubahan kecepatan akibat gaya
yang diberikan per satuan waktu (1/s).
Ø Shear
Stress: Besar gaya yang diberikan ke fluida untuk mengalir per satuan luas
(N/m2).
Ø Shoe:
ujung casing yang menempel di bottom hole.
Ø Shrinkage
factor: Rasio antara volume yang ditempatkan suatu zat pada kondisi standar
dengan volume yang ditempati oleh zat tersebut pada kondisi reservoir.
(Vsc/Vr).
Ø
Skin factor: Suatu besaran dimensionless yg
menyatakan besarnya tingkat kerusakan formasi.
Ø
Solution GOR: Ukuran yang menunjukkan banyaknya
gas yang terlarut dalam minyak di reservoir.
Ø Sour
gas : gas yang tidak mengandung impurities.
Ø Specific
Gravity: Merupakan perbandingan densitas fluida produksi dengan densitas
standarnya.
Ø Specific
heat: Suatu parameter yang menyatakan banyaknya panas yang doperlukan untuk
menaikkan suhu satu satuan masa batuan tersebut sebesar 1°C.
Ø Spot:
memompakan Hivis ataupun mud dengan karakteristik tertentu tetapi mud tersebut
ditinggalkan didalam lubang, biasanya apabila sedang Poh, round trip.
Ø Spud
time: waktu awal mulai pengeboran.
Ø Standard
condition: kondisi tertentu yg dijadikan acuan pd suatu pengukuran, umumnya 1
atm & 60 F.
Ø Static
lost : lost mud yang terjadi pada saat pompa dalam keadaan mati.
Ø Steady
state condition: Keadaan dimana perubahan tekanan tidak bergantung terhadap
perubahan waktu.
Ø Steam
soak: Salah satu tahap cyclic steam injection setelah penginjeksian uap yang
dilakukan selama beberapa minggu. Pada tahap ini, sumur ditutup selama beberapa
hari untuk mendistribusikan uap secara merata supaya minyak menjadi lebih mudah
untuk diproduksikan.
Ø Stock-tank:
Wadah untuk menampung minyak yang sudah melewati separator.
Ø Surface
sampling: Metode pengambilan sampel liquid yang diperoleh di permukaan (pada
separator).
Ø Sweep:
memompakan Hivis untuk menyapu cutting yang ada didalam lubang.
Ø Sweep
efficiency: Areal efficiency.
Ø Sweet
gas: gas yang tidak mengandung CO2.
Ø
SXS: satuan untuk 1 sack mud.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN T
Ø
Tekanan: Gambaran dari frekuensi molekul gas
yang menghantam dinding wadahnya. Jika molekul gas cenderung berdekatan, akan
menghasilkan peningkatan tekanan.
Ø Tekanan
uap: Merupakan parameter acuan untuk menentukan fasa suatu sistem (gas atau
cair) pada P&T tertentu. Jike Psist>Pv à fasa cair, respectively. Dapat
diestimasi menggunakan persamaan Clausius-Clapeyron.
Ø Temperatur:
Pengukuran secara fisik dari suatu material yang merepresentasikan energi
kinetik rata-ratanya. Bila material tersebut dihantarkan panas, maka energi
kinetik akan bertambah seiring dengan bertambahnya nilai temperatur.
Ø Teori
pendesakan frontal: model dimana saturasi air sebagai fluida pendesak tiba-tiba
naik pada front kemudian berangsur-angsur naik hingga mencapai (1-Sor).
Ø Ternary
diagram: Diagram fasa komposisional untuk sistem campuran tiga komponen.
Diagram ini adalah segitiga sama kaki di mana masing-masing apeksnya menunjukan
100% molar dari komponen tunggal.
Ø Three-stage
separation: Sistem pemisahan di permukaan yang umumnya digunakan untuk fluida
jenis volatile oil dan retrograde gas. Alat pemisah terdiri dari 2 buah
separator dan 1 buah stock tank.
Ø Tie
line: Garis yang menghubungkan komposisi kesetimbangan fasa cair dengan
komposisi fasa gas.
Ø
Titik Bakar (Fire point): adalah temperatur
dimana suatu produk petroleum terbakar untuk sementara (ignites momentarialy)
tetapi tidak selamanya, sekurang-kurangnya 5 detik.
Ø
Titik beku (Freeze Point): adalah temperatur
terendah dimana minyak sudah tidak dapat mengalir lagi.
Ø Titik
kabut (Cloud Point): adalah dimana padatan mulai mengkristal atau memisahkan
diri dari larutan bila minyak didinginkan.
Ø Titik
Nyala (Flash point): adalah temperatur terendah dimana suatu material mudah
terbakar dan menimbulkan uap tertentu sehingga akan bercampur dengan udara,
campuran tersebut mudah terbakar.
Ø Titik
tuang (Pour Point): adalah temperatur terendah dimana minyak mentah dapat
tertuang setelah mengalami pembekuan.
Ø TOC:
top on cement, bagian paling atas didalam casing yang sudah disemen tetapi
belum dibor.
Ø Top
plug: plug paling atas dibawah TOC.
Ø Total
efficiency : Hasil kali antara ED , EA, dan Ev.
Ø Total
FVF: Penjumlahan dari FVF gas bebas yang dikonveriskan ke kondisi reservoir
dengan FVF minyak minyak. FVF oil ditambah FVF gas yg telah dikonversikan dalam
minyak, Bt = Bo + Bg (Rsb – Rs)
Ø Two-stage
separation : Sistem pemisahan di permukaan yang umumnya digunakan untuk fluida
jenis black oil. Alat pemisah terdiri dari 1 buah separator dan 1 buah stock
tank.
Ø
Transient condition: Kondisi pd periode awal yg
bersifat sementara.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN U
Ø
Undersaturated: kondisi dimana P > Pb.
Kondisi di atas tekanan bubble point dan temperatur reservoir Gas masih terlarut
dalam minyak.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN V
Ø
Vertical efficiency: Tebal reservoir yang
tersapu dibagi dengan total tebal reservoir.
Ø Viscous
fingering: Segregasi akibat gravitasi yang berbentuk saluran kecil
bercabang-cabang.
Ø Viskositas:
Viskositas didefinisikan sebagai ketahanan internal suatu fluida untuk
mengalir.
Ø Viskositas
Dinamik : Perbandingan tegangan geser dengan laju perubahannya. Satuannya centi
poise (poise/100) atau gr/cm s
Ø Viskositas
Gas: Pada gas, ketika terjadi penurunan pressure, gas akan semakin berekspansi.
Gas yang telah berekspansi akan semakin mudah untuk mengalir, sehingga
viscositasnya akan semakin besar ketika terjadi penurunan pressure.
Ø Viskositas
Kinematik: Perbandingan viskositas dinamik dengan densitas. Satuannya centi
stock (stock/100) atau cm2/s
Ø
Volatile Oil : Merupakan reservoir minyak dengan
factor penyusutan yang besar. Volatile oil mengandung relatif lebih sedikit
molekul-molekul berat dan lebih banyak intermediates (yaitu etana sampai
heksana) dibanding black oil.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN W
Ø
Water breakthrough: Kondisi saat air sepbagai
fluida pendesak mencapai sumur produksi dan ikut diproduksikan bersama dengan
minyak.
Ø Washdown:
Membersihkan cutting yang menempel di drillstring dengan cara menyemprotkan air
disepanjang drillstring tersebut.
Ø Wellbore
storage coefficient: Suatu koefisien yang menyatakan banyaknya minyak yang
terangkat pada pressure drop tertentu.
Ø
Welge method: Metode penentuan saturasi air
rata-rata di belakang front dengan cara mengintegrasikan distribusi saturasi
dari titik injeksi ke front.
Ø
Wet Gas: Gas basah yang mengandung metana
sebagai komponen utama. Serta kandungan lain yaitu HC intermediate. Jumlah HC
intermediate pada jenis gas ini, lebih banyak dibandingkan dry gas. Bahkan
dapat ditemui pula fraksi pentane dan hexane. Kata :wet: pada wet gas (gas
basah) bukan berarti gas tersebut basah oleh air, tetapi mengacu pada cairan HC
yang terkondensasi pada kondisi permukaan.
Ø
WOC: waiting on cementing, menunggu penyemenan
dari prosesnya sampai kering.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN X
Ø
Xylene (Xilena): Zat cair tanpa warna dari
kelompok aromatik dengan rumus kimia C6H4(CH3) 2 dibentuk melalui proses
katalitik dari fraksi minyak naftenik. Umumnya sebagai bahan bakar beroktan
tinggi pada motor, pesawat terbang, pelarut, dan bahan baku industri kimia.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN Y
Ø
Yield (Perolehan): Produk yang didapat dalam
sebuah proses tertentu, yang dinyatakan dalam persentase dari umpan.
Ø
Yield Point (Titik Alir): Tekanan yang
diperlukan untuk mengatasi tahan fluida yang statis untuk dapat mulai mengalir.
KAMUS ISTILAH MIGAS BAGIAN Z
Ø
Z-factor: Rasio antara volume gas pada suatu P
dan T dengan volume gas bila gas tersebut berkelakuan sebagai gas ideal pada P
dan T yang sama. (Vact/Vid).


Komentar
Posting Komentar